Saat makan besar, seperti lauk daging, beberapa orang senang menikmatinya dengan teh. Melihat orang makan seporsi sate kambing atau semangkuk gulai sapi ditemani es teh manis merupakan hal umum. Namun, beberapa orang bilang pola makan seperti ini bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Apa benar?
Secara ilmiah, teh memang mengandung senyawa tanin dan polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi di saluran pencernaan. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap jenis makanan.
Zat besi dari daging merah, misalnya, memiliki karakteristik berbeda dibanding zat besi dari sayuran atau kacang-kacangan. Karena itu, penting memahami bagaimana teh bekerja dalam tubuh dan apakah kebiasaan minum teh setelah makan daging benar-benar perlu dihindari.
