Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kista Endometriosis: Mengapa Bisa Menyulitkan Kehamilan?

Kista Endometriosis: Mengapa Bisa Menyulitkan Kehamilan?
Dokter Agus Heriyanto Sp.OG, Subsp FER, MARS MM (IDN Times/Misrohatun)
Intinya Sih
  • Kista endometriosis terbentuk di ovarium akibat darah menstruasi yang terperangkap dari jaringan endometrium di luar rahim, sehingga sering disebut kista cokelat.
  • Kondisi ini dapat mengganggu kesuburan melalui perlengketan atau sumbatan tuba falopi, gangguan ovulasi, perubahan hormon, kualitas sel telur rendah, dan pembentukan embrio abnormal.
  • Penanganan disesuaikan dengan usia, nyeri, serta rencana kehamilan, meliputi pemantauan, obat hormon, atau operasi untuk kista di atas 4 cm dengan gejala berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masalah reproduksi bisa memengaruhi peluang seseorang untuk hamil, salah satunya adalah kista endometriosis. Kista endometriosis bisa jadi salah satu tanda bahwa endometriosis yang dialami sudah cukup berat.

Menurut dr. Agus Heriyanto Sp.OG, Subsp FER, MARS MM, kista endometriosis adalah kista yang terbentuk di ovarium. Kista ini berisi darah sehingga terkadang disebut juga sebagai kista cokelat.

Kista ini umumnya berhubungan dengan kondisi endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.

Darah yang membentuk kista

Dokter Agus menjelaskan, normalnya endometrium akan menebal selama siklus menstruasi dan kemudian meluruh bersama saat menstruasi ketika kehamilan tidak terjadi. Saat endometriosis terjadi, jaringan akan tumbuh di luar rongga rahim, misalnya ovarium. Hal ini menyebabkan jaringan endometrium di ovarium tidak dapat keluar bersama menstruasi. Akibatnya, darah akan menumpuk di ovarium sehingga membentuk kista yang berisi darah.

Kista endometrium bisa jadi tanda bahwa endometriosis yang dialami sudah cukup berat. Kondisi ini diketahui dapat memengaruhi kesuburan dan kemampuan perempuan untuk hamil.

Penelitian menyebutkan bahwa endometriosis berdampak negatif terhadap proses konsepsi, baik itu hamil alami atau metode hamil berbantu. Terlebih yang sudah membentuk kista, dapat menyebabkan kualitas sel telur yang rendah, penurunan tingkat pembuahan hingga pembentukan embrio yang abnormal.

Kenapa bisa menyebabkan masalah kesuburan?

Ilustrasi alat tes kehamilan atau test pack untuk mengetahui kemungkinan kehamilan setelah berhubungan seksual.
ilustrasi testpack (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Endometriosis menjadi salah satu penyebab infertilitas. Kista jenis ini menyebabkan masalah kesuburan dalam beberapa cara:

  • Perlengketan di ovarium atau tuba falopi

Kista endometriosis yang menempel di ovarium atau tuba falopi dapat menyebabkan jaringan luka dan perlengketan. Akibatnya, saluran menuju tuba falopi dan ovarium tersumbat.

Padahal, saluran ini merupakan tempat bertemunya sel sperma dan sel telur. Hal ini menyebabkan pembuahan sulit terjadi.

  • Tidak terjadi ovulasi

Ovarium akan melepaskan sel telur yang telah matang. Proses ini disebut dengan ovulasi. Kista ovarium dapat menyebabkan ovarium melepaskan sel telur sehingga ovulasi tidak terjadi. Ini menyebabkan sel telur terperangkap di ovarium.

  • Mengubah sistem hormon

Endometriosis dapat memengaruhi sistem imun, yang kemudian mengubah kondisi hormonal seseorang. Hal ini bisa memengaruhi pematangan sel telur hingga kemampuan embrio untuk menempel di dinding rahim bila pembuahan dapat terjadi.

Pilihan terapi untuk pasien

Metode pengobatan kista endometriosis tergantung dari usia, rasa nyeri yang dialami, dan rencana kehamilan. Beberapa opsi pengobatan yang ada di antaranya:

  • Pemantauan. Pasien mungkin tidak butuh pengobatan khusus, terutama jika kista berukuran kecil dan tidak menyebabkan gejala yang mengganggu.
  • Obat-obatan. Obatan-obatan dapat diberikan untuk menyeimbangkan hormon, meringankan gejala, hingga memperkecil ukuran kista.
  • Operasi. Dokter umumnya merekomendasikan operasi pengangkatan kista endometriosis jika ukurannya lebih besar dari 4 cm dan menyebabkan gejala yang sangat mengganggu.

“Penanganan endometriosis dilakukan dengan menekan hormon. Proses ini muncul karena hormonnya terlalu berlebihan, kerjanya terlalu over. Segala sesuatu, hormon yang terlalu berlebihan tidak baik—hormon perempuan yang terlalu dominan tidak baik, hormon laki-laki yang terlalu dominan juga gak baik,” jelas dr. Agus.

Supresi hormon dilakukan agar setelah dilakukan operasi, kondisi tersebut tidak kambuh. Menurut dr. Agus ada obat yang disuntikkan yang batasannya tidak boleh dilakukan lebih dari 6 bulan karena akan berpengaruh pada pengeroposan tulang.

Apabila kamu mengalami gejala kista endometriosis, seperti nyeri panggul yang tidak kunjung hilang ataupun gejala lainnya, konsultasikan segera keluhanmu ke dokter karena tanpa penanganan yang tepat, kista ovarium dapat pecah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More