ilustrasi kotak obat dan suplemen untuk keperluan haji (freepik.com/freepik)
Selama haji, pola makan bisa berubah, baik dari segi jenis makanan, waktu makan, maupun nafsu makan. Dalam kondisi ini, risiko kekurangan mikronutrien tertentu bisa meningkat.
Menurut penelitian, kondisi perjalanan dan perubahan lingkungan dapat memengaruhi asupan nutrisi serta status vitamin, terutama vitamin C, D, dan beberapa mineral penting. Suplemen dalam kondisi ini berfungsi sebagai penutup celah, bukan pengganti makanan utama.
Individu dengan penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi mungkin memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Selain itu, usia lanjut juga sering dikaitkan dengan penyerapan nutrisi yang menurun.
Menurut studi, kelompok usia lanjut lebih rentan mengalami defisiensi vitamin tertentu, terutama vitamin D dan B12. Dalam kasus seperti ini, suplementasi mungkin dapat direkomendasikan oleh tenaga medis.
Haji melibatkan aktivitas fisik yang cukup intens, termasuk berjalan jauh dan paparan panas. Kondisi ini dapat meningkatkan kebutuhan energi dan mikronutrien.
Beberapa studi menunjukkan bahwa stres fisik dapat memengaruhi sistem imun, meskipun peran suplemen dalam meningkatkan imunitas masih terbatas dan tidak selalu signifikan.