ilustrasi tidur dengan jendela terbuka (pexels.com/Ron Lach)
Orang yang tinggal di daerah dengan kualitas udara buruk, seperti dekat jalan raya atau kawasan padat, sebaiknya mempertimbangkan kembali kebiasaan tidur dengan jendela terbuka, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, asma, atau rinitis alergi.
Musim dan cuaca juga berpengaruh. Perubahan suhu, kelembapan, serta masuknya serangga dapat mengurangi kenyamanan tidur. Perhatikan pula kondisi tubuh saat bangun, misalnya hidung tersumbat atau masih merasa lelah, untuk menilai apakah kebiasaan ini cocok buat kamu.
Perlu diingat bahwa kualitas tidur tidak hanya bergantung pada sirkulasi udara. Kamar yang gelap, sejuk, dan tenang, serta menghindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, juga dapat membantu kamu beristirahat secara lebih optimal.