Referensi
World Health Organization, "Infection Prevention and Control of Epidemic- and Pandemic-Prone Acute Respiratory Infections in Health Care," diakses 17 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “About Common Cold,” diakses 17 Oktober 2026.
World Health Organization, “Pneumonia in Children,” diakses 17 Oktober 2026.
American Academy of Pediatrics, “Pneumonia in Children: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention,” diakses 17 Oktober 2026.
World Health Organization, "Management of the Sick Young Infant Aged up to 2 Months: Chart Booklet," diakses 17 Oktober 2026.
World Health Organization, "Model IMCI Handbook: Integrated Management of Childhood Illness," diakses 17 Oktober 2026.
Clotilde Rambaud-Althaus, Fabrice Althaus, Blaise Genton, and Valérie D’Acremont, “Clinical Features for Diagnosis of Pneumonia in Children Younger than 5 Years: A Systematic Review and Meta-analysis,” The Lancet Infectious Diseases 15, no. 4 (April 2015): 439–50, https://doi.org/10.1016/S1473-3099(15)70017-4.
Anak ISPA atau Pneumonia? Ini Perbedaan Gejalanya

ISPA adalah istilah luas untuk infeksi saluran pernapasan; pneumonia termasuk di dalamnya dan menyerang paru-paru.
Batuk, pilek, dan demam bisa muncul pada keduanya. Napas cepat atau tampak berat, serta dada tertarik ke dalam saat menarik napas, lebih perlu diwaspadai.
Pada bayi di bawah 2 bulan, sulit menyusu atau gerak yang berkurang dapat menjadi tanda penting.
Saat anak mulai pilek, batuk, atau demam, gejalanya sering terlihat seperti sakit pernapasan yang umum terjadi. Namun, orang tua perlu lebih waspada jika anak bernapas lebih cepat dari biasanya, tampak sesak, atau mulai sulit menyusu dan makan.
ISPA sendiri merupakan istilah umum untuk infeksi akut pada saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Sementara itu, pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan termasuk dalam kelompok infeksi saluran napas bawah.
Karena itu, penting mengenali perbedaan tanda-tanda pilek atau infeksi saluran napas atas dengan pneumonia. Meski gejalanya bisa mirip, keduanya tidak selalu sama. Berikut beberapa hal yang dapat membantu orang tua membedakannya.
Table of Content
1. Pilek dan infeksi saluran napas atas biasanya terasa di hidung dan tenggorokan
Pada pilek, anak dapat mengalami hidung meler atau tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk. Sebagian anak juga mengalami demam. Keluhan pilek umumnya disebabkan virus yang menyerang saluran napas atas.
Gejala-gejala ini bisa membuat anak tidak nyaman. Perhatikan perubahan kondisi anak, seperti apakah napasnya tetap nyaman, apakah ia masih bisa minum atau menyusu, dan apakah tingkat aktivitasnya berubah jauh dari biasanya.
Pilek dan batuk juga tidak menutup kemungkinan adanya infeksi yang lebih jauh di saluran napas. Karena itu, perubahan pada pola napas lebih penting diperhatikan daripada mencoba membedakan penyakit hanya dari ada atau tidaknya batuk.
2. Pada pneumonia, perhatikan napas yang cepat atau tampak berat
Pneumonia menyerang paru-paru. Pada anak, tandanya dapat mencakup batuk disertai napas cepat atau sulit, kulit di antara atau di bawah tulang rusuk yang tertarik ke dalam saat menarik napas, dan lubang hidung yang kembang-kempis. Anak juga mungkin demam, kehilangan nafsu makan, tampak lebih lemas, atau mengeluhkan nyeri dada.
Demam tidak selalu muncul. Pneumonia pada anak di bawah 5 tahun dapat dinilai ketika anak batuk atau sulit bernapas dan ditemukan napas cepat atau tarikan dinding dada bagian bawah, dengan atau tanpa demam.
Pada anak yang lebih besar, nyeri dada terutama saat batuk atau menarik napas dalam mungkin lebih mudah diceritakan. Anak yang lebih kecil belum tentu mampu menjelaskan rasa sakitnya. Jadi, perhatikan perubahan napas, energi, dan kebiasaan makan atau minum bisa lebih terlihat.
3. Gejala pada bayi di bawah 2 bulan bisa lebih samar

ilustrasi anak menangis (pexels.com/Jep Gambardella) Pada bayi muda, tanda sakit tidak selalu berupa batuk yang jelas. Bayi mungkin menyusu lebih sedikit atau tidak mau menyusu, bergerak lebih lemah, tampak sangat mengantuk, atau mengalami perubahan suhu tubuh—termasuk suhu yang terlalu rendah. Napas cepat, suara mengerang, atau tarikan dada yang berat juga perlu diperhatikan.
Bayi usia di bawah 2 bulan yang sulit bernapas, tidak mau menyusu, atau tampak jauh lebih lemah dari biasanya perlu segera diperiksa oleh dokter. Pada usia ini, tanda infeksi dapat sulit dibedakan hanya dari gejalanya, sehingga sebaiknya tidak menunggu sampai muncul banyak keluhan atau gejala makin parah.
4. Pada anak usia 2 bulan sampai 5 tahun, napas cepat dinilai berdasarkan usia
Anak kecil belum selalu bisa menjelaskan bahwa napasnya terasa berat. Orang tua atau pengasuh dapat memeriksa apakah napas tampak lebih cepat dari biasanya atau apakah bagian bawah dada tertarik ke dalam saat anak menarik napas.
Dalam panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penilaian anak dengan batuk atau kesulitan bernapas, napas cepat berarti 50 kali atau lebih per menit pada usia 2–<12 bulan, dan 40 kali atau lebih per menit pada usia 12 bulan hingga 5 tahun. Napas dihitung selama 1 menit saat anak tenang.
Apabila napas tampak berat atau anak terlihat kesulitan bernapas, jangan menunda mencari pertolongan hanya untuk menghitung napas terlebih dahulu.
5. Jangan mengandalkan satu gejala untuk membedakan ISPA dan pneumonia
Batuk, demam, atau pilek saja tidak cukup untuk memastikan apakah anak mengalami pneumonia.
Menurut penelitian, tidak ada satu tanda klinis yang dapat mendiagnosis pneumonia secara pasti. Dokter akan menilai gabungan gejala dan kondisi anak, lalu menentukan apakah pemeriksaan lain diperlukan.
Karena itu, amati perubahan anak secara menyeluruh. Dari mulai bagaimana pernapasan anak, apakah ia masih mau minum atau menyusu, seberapa aktif ia, dan apakah kondisinya memburuk.
Catatan tentang kapan gejala mulai dan bagaimana perubahannya juga dapat membantu saat berkonsultasi dengan dokter.
Kapan perlu mencari pertolongan medis?

ilustrasi dokter memeriksa pasien anak (pexels.com/Los Muertos Crew) Segera cari bantuan medis jika anak tampak kesulitan bernapas, napasnya sangat cepat, dada tertarik ke dalam, bibir atau kuku tampak kebiruan atau keabu-abuan, atau ia sulit dibangunkan. Bayi yang tidak mampu menyusu atau minum dengan baik juga perlu segera diperiksa oleh dokter.
Gejala ISPA dan pneumonia dapat tumpang tindih, dan kondisi anak bisa berubah. Jika napas atau perilakunya membuat orang tua atau pengasuh khawatir, dokter dapat membantu menilai penyebab dan langkah-langkah yang diperlukan.




![[QUIZ] Pilih Warna Favoritmu, Kami Tebak Tingkat Anxiety Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_fb55bb03ef8e096afd1d12b06f081ef9_8b5cfdf7-0ac7-4ed9-a9bc-2057765b9daa.png)

![[QUIZ] Berdasarkan Karaktermu, Waspadai Gangguan Kepribadian Ini](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)












![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)