Catatan Sejarah: dari Ruang Bersalin ke Awal Transfusi Darah Modern

Dokter asal Inggris, James Blundell, mengembangkan gagasan transfusi antarmanusia pada awal abad ke-19 untuk menangani perdarahan hebat, terutama setelah persalinan.
Setelah bereksperimen pada anjing dan mengembangkan alat pemindahan darah, Blundell melakukan transfusi antarmanusia terdokumentasi pada 1818. Pasien sempat membaik, tetapi meninggal 56 jam kemudian.
Kasus pasien selamat setelah transfusi dilaporkan pada 1825 melalui kerja Blundell, Charles Waller, dan Edward Doubleday; transfusi modern kemudian berkembang dengan penemuan golongan darah, uji kecocokan, serta skrining donor.
Pada awal abad ke-19, seorang ibu yang kehilangan banyak darah setelah melahirkan nyaris tak punya pilihan pengobatan untuk menggantikan darah tersebut. Pada zaman itu belum ada bank darah, sementara transfusi masih menjadi gagasan yang sangat berisiko.
Pemandangan inilah yang berulang kali dilihat James Blundell, seorang dokter kandungan asal Inggris. Ia menyaksikan pasien yang perlahan melemah akibat perdarahan, sementara pilihan pengobatan yang tersedia sangat terbatas. Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan yang berpotensi mengubah dunia kedokteran: jika seseorang kehilangan darah, mungkinkah darah dari manusia lain diberikan untuk menyelamatkan nyawanya?
Rasa penasaran sekaligus keinginan untuk menyelamatkan lebih banyak pasien mendorong Blundell mencari jawabannya. Dari pertanyaan itu, lahirlah langkah-langkah awal yang kemudian membuka jalan bagi perkembangan transfusi darah modern.
Table of Content
1. Gagasannya berangkat dari perdarahan setelah persalinan
Blundell bekerja sebagai dokter kandungan dan mengajar di Guy’s Hospital, London. Ia mengembangkan gagasan transfusi untuk menangani perdarahan hebat, termasuk setelah persalinan. Namun, ia bukan orang pertama yang memiliki gagasan pemindahan darah.
Pada awal abad ke-19, dokter asal Barbados bernama John Henry Leacock telah melakukan eksperimen pada hewan dan menyarankan agar transfusi menggunakan darah dari spesies yang sama. Blundell mengembangkan penelitian tersebut dan mengakui pengaruh kerja Leacock terhadap pemikirannya.
2. Sebelum menguji pada manusia, Blundell bereksperimen dengan hewan
Blundell menguji cara memindahkan darah pada anjing dan menerbitkan hasil eksperimennya pada tahun 1818. Ia menggunakan alat suntik untuk mengambil dan mengalirkan darah. Penelitian itu membantu menguji gagasan bahwa darah manusia sebaiknya diberikan kepada manusia, bukan diganti dengan darah hewan.
Alat yang tersedia saat itu jauh dari yang tersedia dalam sistem transfusi modern. Darah harus segera dipindahkan sebelum membeku, dan prosesnya memerlukan alat yang dapat membantu mengalirkannya dari donor ke pasien. Blundell bekerja dengan pembuat alat medis untuk mengembangkan perangkat transfusi, termasuk alat yang kemudian dikenal sebagai gravitator.
3. Transfusi manusia pertamanya tercatat pada 1818

Pada edisi 13 Juni 1829, jurnal medis The Lancet memuat artikel karya James Blundell yang memperkenalkan alat transfusi darah yang kemudian dikenal sebagai "Blundell's Gravitator". (commons.wikimedia.org/http://beckerexhibits.wustl.edu/rare/collections/periodicals.html) Pada September 1818, Blundell melakukan transfusi pada seorang pria bernama Brazier. Pasien itu mengalami muntah berkepanjangan dan sangat lemah. Catatan medis pada masa itu menyebut adanya penyakit pada saluran keluar lambung. Peneliti sejarah kemudian menafsirkan kasusnya sebagai kemungkinan sumbatan akibat penyakit ganas.
Darah dari beberapa orang yang hadir dikumpulkan, lalu diberikan melalui alat suntik ke pembuluh darah Brazier. Kondisinya sempat terlihat membaik. Namun, ia meninggal sekitar 56 jam setelah prosedur.
Karena itu, peristiwa pada tahun 1818 ini lebih tepat disebut sebagai transfusi antarmanusia pertama yang terdokumentasi dengan baik, bukan transfusi yang berhasil menyelamatkan pasien.
4. Keberhasilan awal datang melalui kerja bersama
Laporan tentang pasien yang bertahan hidup setelah transfusi muncul pada 1825. Dalam salah satu kasus perdarahan hebat setelah persalinan, Charles Waller meminta bantuan Blundell. Suami pasien menjadi donor, dan darahnya segera diberikan kepada sang istri. Pasien itu dilaporkan pulih. Edward Doubleday juga menangani kasus perdarahan persalinan lain yang dilaporkan berakhir dengan pasien selamat.
Laporan tersebut menjadi kabar penting bagi para dokter pada masanya. Namun, catatan kasus dari era itu tidak disusun seperti uji klinis sekarang. Pasien mungkin menerima beberapa penanganan sekaligus, sehingga laporan itu tidak dapat memastikan bahwa transfusi sendirilah yang menyebabkan mereka pulih.
Blundell juga mengakui kontribusi Waller dan Doubleday. Sejarah transfusi, dengan demikian, tidak dibangun oleh seorang dokter saja. Eksperimen, alat medis, pertolongan klinis, dan donor yang bersedia memberikan darah ikut membentuk praktik tersebut.
5. Transfusi modern berkembang jauh setelah eksperimen Blundell
Pada masa Blundell, golongan darah belum ditemukan. Dokter belum dapat memastikan apakah darah donor cocok dengan darah pasien, dan mereka belum memiliki sistem pemeriksaan serta penyimpanan seperti sekarang.
Pemahaman tentang golongan darah berkembang pada awal abad ke-20, disusul kemajuan dalam pemeriksaan kecocokan dan pengelolaan darah.
Kini, transfusi merupakan proses yang melibatkan pemeriksaan golongan darah dan kecocokan, serta skrining darah donor untuk sejumlah infeksi yang dapat menular melalui transfusi. Sistem mutu pada setiap tahap sangat penting, mulai dari pemilihan donor hingga darah diberikan kepada pasien.
Upaya Blundell membuka jalan bagi transfusi antarmanusia, tetapi prosedurnya masih sangat berisiko. Perjalanan dari eksperimen di sisi tempat tidur pasien hingga layanan transfusi modern berlangsung selama beberapa generasi, serta melibatkan banyak orang yang menyumbangkan darah, pengetahuan, serta keterampilan mereka.





![[QUIZ] Dari Cara Kamu Ngopi, Ini Kondisi Mental Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)











![[QUIZ] Pilih Warna Favoritmu, Kami Tebak Tingkat Anxiety Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_fb55bb03ef8e096afd1d12b06f081ef9_8b5cfdf7-0ac7-4ed9-a9bc-2057765b9daa.png)

![[QUIZ] Berdasarkan Karaktermu, Waspadai Gangguan Kepribadian Ini](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)


