Kalau seseorang di rumah didiagnosis TBC aktif yang menular, jangan menunggu anak mulai batuk. Semua anak yang pernah berada dekat pasien perlu dinilai oleh tenaga kesehatan, terutama bayi dan anak di bawah 5 tahun.
Evaluasi dapat meliputi riwayat kontak dan gejala, pemeriksaan fisik, tes kulit atau tes darah TBC, serta rontgen dada. Hasil tes awal yang negatif belum tentu menyingkirkan infeksi apabila paparan baru terjadi atau anak memiliki gejala. Dokter dapat menentukan kapan perlu pemeriksaan ulang dan apakah anak butuh obat pencegahan setelah TBC aktif disingkirkan.
Tanda yang perlu diperhatikan pada anak meliputi:
Batuk yang menetap.
Demam.
Berat badan turun atau tidak bertambah sesuai harapan.
Tubuh lemah, lesu, atau tidak seaktif biasanya.
Nafsu makan berkurang.
Berkeringat pada malam hari.
Gejala TBC pada anak dapat tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Anak yang memiliki riwayat kontak erat harus diperiksa meski tidak terlihat sakit.
Selanjutnya, buat rumah dan kendaraan 100 persen bebas asap rokok. Merokok di kamar lain, dekat jendela, di kamar mandi, atau sambil menyalakan kipas tidak menghilangkan paparan. Ventilasi dan penyaring udara bisa mengurangi sebagian partikel, tetapi tidak dapat membersihkannya sepenuhnya. Satu-satunya cara menghilangkan paparan asap rokok di dalam ruangan adalah tidak merokok di dalamnya.
Jika belum bisa berhenti sepenuhnya, anggota keluarga harus merokok di luar dan jauh dari pintu, jendela terbuka, saluran masuk udara, serta kendaraan. Namun, yang terbaik tetap berhenti merokok karena partikel rokok juga dapat menempel pada pakaian, furnitur, karpet, dan permukaan lain.
Vaksin BCG tetap penting karena membantu melindungi anak dari bentuk TBC berat, termasuk meningitis TBC dan TBC milier. Akan tetapi, vaksin tersebut tidak memberikan perlindungan penuh dari seluruh infeksi atau penyakit TBC. Anak yang telah menerima BCG tetap harus diperiksa setelah berkontak erat dengan pasien TBC.
Kesimpulannya, asap rokok tidak menyebabkan TBC pada anak tanpa adanya paparan kuman penyebab TBC. Namun, asap rokok dapat menjadi faktor yang memperbesar kerentanan anak.
Lindungi anak dengan menghentikan paparan asap rokok dan segera memeriksa anak jika ada pasien TBC aktif di sekitarnya.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), “Tuberculosis in Children,” diakses Juli 2026.
CDC, “Tuberculosis in Children,” diakses Juli 2026.
Jayadeep Patra, Rachelle Jha, Wilson Rehm, and Prabhat Jha, “Exposure to Second-Hand Smoke and the Risk of Tuberculosis in Children and Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis of 18 Observational Studies,” PLOS Medicine 12, no. 6 (2015): e1001835, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001835.
Neus Altet et al., “Tobacco Smoking and Second-Hand Smoke Exposure Impact on Tuberculosis in Children,” Journal of Clinical Medicine 11, no. 7 (2022): 2000, https://doi.org/10.3390/jcm11072000.
United States Environmental Protection Agency, “Secondhand Smoke and Electronic-Cigarette Aerosols,” diakses Juli 2026.
CDC, “Bacille Calmette-Guérin (BCG) Vaccine for Tuberculosis,” diakses Juli 2026.