Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Syarat Posko Pengungsian: Aman, Sehat, Manusiawi

Syarat Posko Pengungsian: Aman, Sehat, Manusiawi
ilustrasi pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi BNPB)
  • Bencana memaksa warga mengungsi, sehingga posko menjadi tempat tinggal sementara yang harus menjamin keselamatan, kesehatan, dan martabat penyintas.

  • Posko perlu berada di lokasi aman, berstruktur kokoh, memiliki kapasitas tertata, air bersih, sanitasi, pencahayaan, layanan kesehatan, akses disabilitas, drainase, serta logistik terkelola.

  • Posko yang padat, lembap, dan minim fasilitas meningkatkan risiko penyakit menular, masalah kelompok rentan, trauma psikososial, penumpukan limbah, serta kekerasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beberapa waktu terakhir, berbagai bencana kembali terjadi di Indonesia maupun negara lain. Di sejumlah wilayah Indonesia, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan masih dilaporkan.

Sementara di Nepal dan Tibet, banjir bandang besar yang dipicu runtuhnya gletser pada akhir Agustus 2026 menewaskan ratusan orang, merusak permukiman dan infrastruktur, serta membuat ribuan orang hilang atau terdampak.

Bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem juga terus terjadi di berbagai wilayah dunia. Kondisi ini memaksa warga meninggalkan rumah. Banyak penyintas harus tinggal sementara di tempat pengungsian, terkadang bersama ratusan orang lain dengan ruang, air bersih, sanitasi, dan privasi yang terbatas.

Di tengah situasi darurat seperti ini, keberadaan posko pengungsian menjadi rumah sementara yang menentukan keselamatan, kesehatan, dan martabat para penyintas. Karena itu, posko harus memenuhi standar tertentu agar benar-benar melindungi warga. Berikut syarat posko pengungsian berdasarkan pedoman internasional, termasuk “Shelter Safety Handbook” oleh IFRC dan “Guidelines for Flood-Resilient Humanitarian Shelters” oleh UNHCR.

  1. Syarat posko pengungsian

    Berikut beberapa syarat posko pengungsian yang harus dipenuhi:

    1. Lokasi Aman dari Ancaman Lanjutan
    • Tidak berada di dekat sungai, bantaran, atau dataran rendah yang mudah terendam.
    • Diutamakan berada di tanah datar dan stabil, jauh dari potensi longsor.
    • Menghindari lembah atau area cekung tempat air terkumpul.
    • Tidak dibangun di tanah baru timbunan (rawan ambles).
    • Mempertimbangkan akses untuk kendaraan logistik, ambulans, dan jalur evakuasi.
    1. Struktur bangunan yang kokoh dan tahan cuaca
    • Jika memungkinkan, dibangun di atas platform yang ditinggikan untuk mencegah air masuk.
    • Rangka harus kuat dan memakai material yang tahan air dan angin (kayu kuat, bambu terawat, atau struktur beton ringan).
    • Atap miring untuk memudahkan aliran air.
    • Ventilasi memadai agar tidak pengap, terutama saat pengungsian penuh.
    1. Kapasitas memadai dan tata ruang jelas
    • Area tidur terpisah antara keluarga, perempuan, anak, dan kelompok rentan.
    • Ruang komunal (dapur, distribusi logistik, ruang laktasi, area bermain anak).
    • Alur masuk–keluar jelas untuk mencegah penumpukan.
    1. Akses air bersih dan sanitasi
    • Air bersih harus tersedia untuk minum, mandi, dan memasak.
    • Toilet cukup, tertutup, terpisah laki-laki dan perempuan, dan dibersihkan rutin.
    • Sistem pembuangan air limbah tidak boleh dekat dengan sumber air.
    1. Pencahayaan dan keamanan
    • Lampu di titik penting: pintu masuk, toilet, ruang tidur, dapur.
    • Area yang cukup terang membantu mengurangi risiko kekerasan berbasis gender.
    • Ada petugas keamanan atau relawan terlatih.
    1. Layanan dasar kesehatan
    • Pos kesehatan mini untuk pertolongan pertama dan perawatan ringan.
    • Rujukan cepat ke fasilitas medis jika diperlukan.
    • Area isolasi sederhana jika ada penyakit menular.
    1. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
    • Jalur landai dengan kemiringan ramah kursi roda (rasio 1:6).
    • Ruang cukup luas untuk mobilitas.
    • Toilet yang dapat diakses.
    1. Sistem drainase yang baik
    • Parit kecil untuk mengalirkan air hujan.
    • Tanah di sekitar posko dibuat miring ke luar, bukan ke arah tenda/bangunan.
    • Upaya tambahan seperti tanggul, karung pasir, atau penghalang sementara.
    1. Pengelolaan logistik yang tertata
    • Pajang stok dasar: makanan, air, obat, selimut, popok, pembalut, perlengkapan bayi.
    • Sistem distribusi adil dan terbuka.
    1. Mekanisme komplain dan informasi
    • Papan informasi tentang jadwal distribusi, titik layanan medis, dan nomor kontak darurat.
    • Tempat aman bagi pengungsi untuk menyampaikan keluhan atau kebutuhan khusus.
  2. Risiko kesehatan di posko pengungsian

    Tim Kesehatan saat memeriksa kondisi pengungsi di Manggarai Barat. (Dok. Dinkes Manggarai Barat)
    Tim Kesehatan saat memeriksa kondisi pengungsi di Manggarai Barat. (Dok. Dinkes Manggarai Barat)

    Posko yang penuh sesak, lembap, dan minim fasilitas bisa memunculkan berbagai risiko kesehatan. Beberapa yang paling perlu diwaspadai:

    1. Penyakit menular
    • ISPA, influenza, pneumonia
    • Diare dan penyakit bawaan air
    • Penyakit kulit (scabies, jamur)
    1. Risiko pada kelompok rentan
    • Lansia: dehidrasi, tekanan darah naik/turun, eksaserbasi penyakit kronis
    • Balita: diare, demam, kurang gizi akut
    • Ibu hamil: tekanan mental, infeksi, kelelahan
    1. Dampak psikososial
    • Trauma akibat kehilangan rumah atau anggota keluarga
    • Stres berkepanjangan karena ketidakpastian
    • Anak-anak: sulit tidur, cemas, regresi perilaku
    1. Masalah kebersihan dan limbah
    • Sampah menumpuk: mengundang lalat, tikus, nyamuk
    • Air tergenang: risiko demam berdarah
    1. Keamanan dan kekerasan
    • Risiko pelecehan di ruang gelap atau toilet tanpa lampu
    • Konflik antarwarga karena ruang yang padat

    Posko pengungsian bukan hanya tempat berlindung sementara, tetapi ruang pemulihan awal bagi para penyintas. Ketika posko dibangun sesuai standar, risiko bencana susulan dapat ditekan semaksimal mungkin.

    Di tengah krisis, memastikan posko aman dan manusiawi adalah bentuk penghormatan pada martabat para korban. Upaya ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan warga yang saling menjaga.

    Referensi

    "GUIDELINES FOR FLOOD RESILIENT HUMANITARIAN SHELTERS." UNHCR. Diakses November 2025.

    "Shelter safety handbook Some important information on how to build safer." International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) and the Red Crescent Societies. Diakses November 2025.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More