Lisa A. Peterson, Stephen B. Stanfill, and Stephen S. Hecht, “An Update on the Formation in Tobacco, Toxicity and Carcinogenicity of N′-Nitrosonornicotine and 4-(Methylnitrosamino)-1-(3-Pyridyl)-1-Butanone,” Carcinogenesis 45, no. 5 (2024): 275–287, https://doi.org/10.1093/carcin/bgae018.
Christopher Heeschen et al., “Nicotine Stimulates Angiogenesis and Promotes Tumor Growth and Atherosclerosis,” Nature Medicine 7, no. 7 (2001): 833–839, https://doi.org/10.1038/89961.
Pradeep K. Dasgupta et al., “Nicotine Promotes Tumor Growth and Metastasis in Mouse Models of Lung Cancer,” PLoS ONE 4, no. 10 (2009): e7524, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0007524.
Mimi M. Kim et al., “A Systematic Review of Preclinical Studies Evaluating the Association between Nicotine and the Initiation and Progression of Cancer,” Annals of Translational Medicine 11, no. 12 (2023): 410, https://doi.org/10.21037/atm-23-1710.
Robert P. Murray et al., “Does Nicotine Replacement Therapy Cause Cancer? Evidence from the Lung Health Study,” Nicotine & Tobacco Research 11, no. 9 (2009): 1076–1082, https://doi.org/10.1093/ntr/ntp104.
Emily Banks et al., “Electronic Cigarettes and Health Outcomes: Umbrella and Systematic Review of the Global Evidence,” Medical Journal of Australia 218, no. 6 (2023): 267–275.
U.S. Food and Drug Administration, “Nicotine Is Why Tobacco Products Are Addictive,” diakses Agustus 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Harmful and Potentially Harmful Constituents,” diakses Agustus 2026.
Apakah Nikotin Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasannya

Bukti pada manusia saat ini belum menunjukkan bahwa nikotin sendiri merupakan penyebab langsung kanker.
Kanker akibat merokok terutama disebabkan berbagai zat karsinogen dalam tembakau dan asap rokok, bukan nikotin.
Nikotin tetap bukan zat yang aman karena sangat adiktif dan studi laboratorium menunjukkan potensi memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumor.
Nikotin dan kanker kerap dianggap berkaitan erat karena nikotin identik dengan rokok. Padahal, hubungan keduanya tidak sesederhana anggapan bahwa nikotin merupakan penyebab kanker.
Berdasarkan bukti pada manusia yang tersedia, nikotin belum terbukti sebagai karsinogen atau zat penyebab kanker pada manusia. Nikotin terutama membuat produk tembakau sangat adiktif, sedangkan campuran ribuan zat kimia dalam tembakau dan asapnya yang bertanggung jawab atas berbagai penyakit serius, termasuk kanker.
Akan tetapi, ini bukan berarti nikotin bisa dianggap aman.
Table of Content
1. Jadi, apa yang menyebabkan kanker dari rokok?
Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 di antaranya telah dikaitkan dengan kanker. Di dalamnya terdapat berbagai karsinogen seperti benzena, formaldehida, arsenik, kadmium, serta tobacco-specific nitrosamines (TSNAs).
Dua TSNA yang banyak diteliti adalah NNK dan NNN. Keduanya terbentuk dari tembakau dan telah dikenal dapat menyebabkan kerusakan biologis yang dapat memicu kanker.
2. Lalu, kenapa nikotin tetap menjadi masalah?
Fungsi terbesar nikotin dalam rokok adalah mempertahankan kecanduan.
Nikotin bekerja pada otak dan memicu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin. Efek inilah yang membuat seseorang terus ingin menggunakan produk nikotin dan dapat mengalami gejala putus zat ketika berhenti.
Dalam daftar Harmful and Potentially Harmful Constituents dari Food and Drug Administration (FDA) yang diperbarui pada 2026, nikotin dikategorikan sebagai zat adiktif serta toksik terhadap reproduksi atau perkembangan, tetapi tidak dikategorikan sebagai karsinogen. Sebaliknya, zat seperti NNK, NNN, benzena, kadmium, dan sejumlah senyawa lainnya masuk kategori karsinogen.
Jadi, tidak terbukti menyebabkan kanker tidak sama dengan tidak berbahaya ya.
3. Ada penelitian yang menunjukkan nikotin bisa membantu tumor tumbuh

ilustrasi tangan mematahkan rokok (pexels.com/Fabiana Zambrano) Sejumlah penelitian laboratorium menemukan bahwa nikotin dapat memengaruhi proses biologis yang juga digunakan sel kanker.
Dalam sebuah penelitian, nikotin merangsang angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru. Pada model tikus, efek ini berkaitan dengan pertumbuhan tumor yang lebih cepat.
Studi pada model kanker paru tikus juga menemukan nikotin dapat meningkatkan pertumbuhan, kekambuhan, dan penyebaran tumor yang sudah terlebih dahulu terbentuk.
Penelitian lain pada sel kanker menunjukkan nikotin dapat memengaruhi jalur yang terlibat dalam proliferasi sel, pembentukan pembuluh darah, invasi, dan kemampuan sel menghindari kematian.
Namun, efek pada sel atau tikus tidak membuktikan bahwa nikotin menyebabkan kanker pada manusia.
Tinjauan sistematis terhadap 61 penelitian praklinis menemukan sebagian besar studi tentang awal pembentukan tumor tidak menunjukkan peningkatan tumor spontan akibat nikotin. Untuk perkembangan tumor, hasil penelitian sangat bervariasi dan kualitas banyak studi juga memiliki keterbatasan.
Jadi, dari berbagai penelitian yang ada, belum cukup bukti untuk menyebut nikotin sebagai penyebab kanker pada manusia.
4. Bagaimana dengan nicotine patch atau permen karet nikotin?
Terapi pengganti nikotin atau nicotine replacement therapy (NRT) sengaja memberikan nikotin untuk membantu seseorang berhenti merokok.
Jika nikotin sendiri merupakan karsinogen kuat, penggunaan produk seperti nicotine patch, permen karet, atau lozenge tentu akan menjadi perhatian besar.
Salah satu penelitian jangka panjang menggunakan data 3.320 peserta Lung Health Study dan menilai riwayat penggunaan NRT serta kejadian kanker. Penggunaan NRT tidak berkaitan secara signifikan dengan kanker paru, kanker saluran pencernaan, maupun seluruh kanker, sedangkan merokok tetap berhubungan dengan kanker paru.
Namun, studi tersebut memiliki keterbatasan, termasuk waktu observasi yang relatif pendek jika dibandingkan dengan lamanya proses perkembangan kanker.
Akan tetapi, secara keseluruhan FDA menempatkan NRT yang telah disetujui sebagai produk nikotin dengan tingkat bahaya paling rendah, sedangkan rokok yang dibakar berada pada tingkat risiko tertinggi.
5. Kalau vape mengandung nikotin, apakah berarti tidak menyebabkan kanker?
Memisahkan nikotin dari kanker bukan berarti vape aman dari risiko kanker. Aerosol vape dapat mengandung berbagai zat selain nikotin, termasuk senyawa karbonil, logam, dan bahan kimia lain yang berpotensi membahayakan tubuh. Beberapa zat yang menyebabkan kerusakan paru pada rokok dapat ditemukan dalam aerosol rokok elektronik.
Masalah lainnya adalah vape merupakan produk yang relatif baru sehingga data mengenai kejadian kanker setelah puluhan tahun penggunaan masih jauh lebih sedikit dibanding rokok konvensional.
Tinjauan luas terhadap bukti rokok elektronik menyimpulkan bahwa bukti mengenai dampaknya terhadap kanker pada manusia masih belum memadai.
Kesimpulannya, belum ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa nikotin menyebabkan kanker. Risiko kanker dari rokok terutama berasal dari berbagai bahan kimia karsinogenik yang terdapat dalam tembakau dan terbentuk ketika rokok dibakar.
Namun, nikotin tetap sangat adiktif dan bukan zat tanpa risiko. Penelitian pada sel dan hewan menunjukkan nikotin dapat memengaruhi proses yang berpotensi membantu tumor yang sudah ada tumbuh atau berkembang, meskipun makna efek tersebut pada manusia masih belum jelas.
Perbedaan ini juga penting dalam konteks berhenti merokok, bahwa mendapat nikotin melalui terapi pengganti nikotin tidak memiliki profil risiko yang sama dengan menghirup ribuan bahan kimia dari asap rokok.
Referensi





![[QUIZ] Tes Kesiapan Lari Half Marathon, Kamu Sudah Ready Belum?](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)















