ilustrasi melaksanakan ibadah haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Dengan menjaga kondisi tubuh dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko heat stroke bisa diminimalkan. Berikut beberapa tips dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bisa kamu terapkan.
Usahakan minum air putih secara rutin tanpa menunggu haus, idealnya sedikit demi sedikit setiap 15—20 menit. Kamu juga bisa memanfaatkan air zamzam yang tersedia dan mengonsumsi oralit untuk menggantikan elektrolit yang hilang. Hindari minuman manis atau berkafein seperti soda, kopi, dan teh manis karena bisa mempercepat dehidrasi.
Gunakan pelindung seperti topi, payung, atau handuk basah untuk melindungi kepala dari sengatan matahari. Sebisa mungkin, hindari aktivitas di bawah terik matahari terutama pada pukul 10.00—16.00, dan manfaatkan area teduh untuk beristirahat sejenak.
Walaupun aktivitas ibadah cukup padat, tubuh tetap butuh waktu untuk pulih. Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah, pusing, atau kurang enak badan.
Makan secara teratur dengan asupan gizi seimbang agar energi tetap terjaga. Selain itu, perhatikan juga batas waktu konsumsi makanan untuk menghindari risiko makanan basi atau terkontaminasi.
Kamu bisa membawa semprotan air dingin atau air zamzam untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Kipas genggam atau kipas manual juga bisa membantu memberikan rasa sejuk saat cuaca terasa panas.
Jika mulai muncul gejala heat stroke seperti pusing, lemas, atau kebingungan, segera cari bantuan medis. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Jangan lupa juga selalu membawa obat pribadi dan informasikan riwayat penyakit kepada petugas kesehatan atau ketua rombongan.