Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 5 Dampaknya bagi Kesehatan Jantung

Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 5 Dampaknya bagi Kesehatan Jantung
ilustrasi seorang wanita yang sedang bekerja (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Duduk terlalu lama dapat menghambat sirkulasi darah, membuat jantung bekerja lebih keras untuk menjaga aliran darah tetap lancar ke seluruh tubuh.
  • Kebiasaan minim gerak berpotensi meningkatkan tekanan darah dan menurunkan fleksibilitas pembuluh darah, yang berdampak pada kesehatan kardiovaskular.
  • Gaya hidup sedentari dalam jangka panjang bisa menambah risiko penyakit jantung serta membuat tubuh cepat lelah, sehingga penting rutin bergerak di sela aktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa waktu seharian habis hanya untuk duduk di depan laptop atau menatap layar ponsel? Tanpa disadari, kebiasaan ini makin umum terjadi, baik saat bekerja, belajar, maupun bersantai di rumah. Meski terlihat sepele, duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk organ yang bekerja tanpa henti seperti jantung.

Karena sudah jadi bagian dari rutinitas, duduk terlalu lama sering kali dianggap hal yang biasa. Padahal, kebiasaan ini bisa memberi dampak pada kesehatan jantung tanpa disadari, lho. Yuk, kenali lima dampaknya supaya kamu tahu kapan saatnya mulai lebih banyak bergerak.

1. Sirkulasi darah bisa menjadi kurang lancar

ilustrasi kaki terasa bengkak
ilustrasi kaki terasa bengkak (magnific.com/freepik)

Duduk terlalu lama sering terasa biasa saja, apalagi kalau sedang fokus bekerja atau mengejar deadline. Tanpa kita sadari, tubuh menjadi jarang bergerak selama berjam-jam sehingga berakibat pada aliran darah yang tidak berjalan seefisien biasanya. Kebiasaan yang terus berulang inilah yang sering luput dari perhatian.

Ketika tubuh tidak banyak bergerak, jantung harus melakukan usaha yang lebih besar untuk mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Hal ini menyebabkan darah lebih mudah menumpuk di daerah kaki dan sirkulasi semakin terganggu, lho. Oleh karena itu, meluangkan waktu untuk berdiri atau berjalan sebentar secara berkala dapat membantu menjaga aliran darah tetap optimal.

2. Risiko tekanan darah bisa meningkat

ilustrasi cek tensi
ilustrasi cek tensi (magnific.com/freepik)

Sebagian besar orang percaya bahwa tekanan darah hanya dipengaruhi oleh makanan asin atau faktor usia. Namun, duduk terlalu lama juga dapat ikut berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Karena proses ini berlangsung secara perlahan, perubahan ini tidak disadari.

Saat tubuh minim bergerak, pembuluh darah menjadi kurang fleksibel dan kinerja sistem kardiovaskular ikut menurun. Situasi ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat seiring waktu. Semakin sering kita bergerak di sela aktivitas, semakin besar pula dampaknya bagi kesehatan jantung.

3. Jantung bekerja lebih keras dari seharusnya

ilustrasi kopi untuk kesehatan jantung
ilustrasi kopi untuk kesehatan jantung (freepik.com/freepik)

Sekilas memang terlihat santai karena hanya duduk di meja atau sofa. Namun, di balik wajah tenang itu, jantung terus bergerak tanpa henti untuk memastikan seluruh organ menerima aliran darah dan oksigen yang diperlukan. Kalau tubuh terus-menerus dalam keadaan diam, proses ini bisa kurang efisien.

Dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan duduk berlama-lama dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah serta metabolisme tubuh. Ini menyebabkan beban pada jantung meningkat secara perlahan meskipun gejala awalnya mungkin tidak segera terlihat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari, meskipun hanya beberapa menit.

4. Risiko penyakit jantung bisa bertambah

ilustrasi serangan jantung
ilustrasi serangan jantung (magnific.com/jcomp)

Duduk dalam waktu lama bukanlah satu-satunya faktor penyebab penyakit jantung. Namun, jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus bersamaan dengan pola makan yang kurang sehat, kebiasaan merokok, atau kurangnya aktivitas fisik, peluang terjadinya risiko bisa semakin tinggi. Nah, kombinasi beberapa faktor inilah yang perlu lebih diwaspadai.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup yang jarang bergerak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, menjaga tingkat aktivitas tubuh tetap tinggi menjadi salah satu langkah mudah yang dapat diambil untuk melindungi kesehatan jantung. Gak perlu melakukan olahraga berat, berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan sudah cukup memberi manfaat.

5. Tubuh jadi lebih cepat lelah dan kurang bugar

ilustrasi mudah lelah
ilustrasi mudah lelah (magnific.com/stockking)

Pernah merasa badan pegal dan cepat lelah meski seharian hanya duduk? Kondisi ini ternyata cukup sering dialami karena tubuh yang terlalu lama diam membuat otot menjadi kaku dan pengeluaran energi menurun. Akibatnya, badan terasa kurang segar meski aktivitas fisik yang dilakukan tidak banyak.

Masalahnya, semakin sering tubuh terbiasa diam, semakin besar pula kemungkinan kebiasaan itu terus berulang setiap hari. Padahal, meluangkan waktu beberapa menit untuk berdiri, berjalan, atau sekadar melakukan peregangan sudah bisa membuat tubuh terasa lebih ringan dan mendukung kesehatan jantung. Nah, gak perlu menunggu nanti, karena perubahan kecil yang dimulai hari ini bisa membawa manfaat besar di kemudian hari.

Duduk terlalu lama mungkin terasa sepele, tetapi jika menjadi kebiasaan, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara keseluruhan. Kabar baiknya, risiko tersebut dapat dikurangi dengan membiasakan diri lebih sering bergerak di sela-sela aktivitas sehari-hari. Jadi, mulai sekarang jangan lupa luangkan waktu untuk berdiri dan bergerak, karena langkah kecil hari ini bisa jadi investasi besar untuk kesehatanmu nanti.

Referensi

"WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour." World Health Organization. Diakses Juli 2026.

"2020 WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour." British Journal of Sports Medicine. Diakses Juli 2026.

"Hubungan Sedentary Life dan Durasi Screentime Terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Pegawai RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan 2024." Junior Medical Journal. Diakses Juli 2026.

"Malas Gerak Sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung." Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Diakses Juli 2026.

"Efek Duduk dan Berdiri Terlalu Lama terhadap Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah." Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Diakses Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More