ilustrasi seseorang seorang pria mengalami nyeri dada, gejala serangan jantung (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Karena belum mampu berkomunikasi, tanda penyakit jantung bawaan sering terlihat melalui bernapas, menyusu, dan bertumbuh.
Kelainan berat dapat menyebabkan kulit atau bibir tampak kebiruan karena kadar oksigen rendah. Bayi juga dapat bernapas cepat, mudah lelah atau berkeringat ketika menyusu, sulit menghabiskan susu, dan tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang diharapkan. Pada anak yang lebih besar, tandanya bisa berupa cepat lelah, sulit mengikuti aktivitas teman sebaya, pingsan, atau sesak saat bergerak.
Meski begitu, tidak semua anak dengan penyakit jantung bawaan tampak sakit. Kelainan ringan dapat tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui ketika dokter mendengar bunyi jantung yang tidak biasa atau melakukan pemeriksaan untuk alasan lain.
Sebagian penyakit jantung bawaan dapat ditemukan melalui pemeriksaan ultrasonografi dan ekokardiografi janin. Setelah lahir, pemeriksaan fisik, pengukuran oksigen dengan pulse oximeter, elektrokardiogram, dan ekokardiografi dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Pulse oximeter membantu mendeteksi sebagian penyakit jantung bawaan kritis dengan mengukur kadar oksigen dalam darah bayi. Namun, hasil normal tidak dapat menyingkirkan kemungkinan seluruh kelainan jantung. Pemeriksaan tersebut tidak menggantikan riwayat kehamilan, pemeriksaan fisik, dan evaluasi dokter.
Pada orang dewasa, gejala bergantung pada jenis penyakitnya. Penyakit arteri koroner dapat menyebabkan rasa tertekan, berat, penuh, atau nyeri di tengah dada. Keluhan dapat menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung, atau perut dan disertai sesak, mual, keringat dingin, atau pusing.
Gagal jantung lebih sering menimbulkan sesak saat beraktivitas atau berbaring, kelelahan, serta pembengkakan pada kaki. Gangguan irama jantung dapat terasa sebagai jantung berdebar, denyut tidak teratur, pusing, atau hampir pingsan.
Yang jadi persoalan, penyakit pada pembuluh darah jantung dapat berkembang tanpa gejala. Pada sebagian orang, serangan jantung menjadi tanda pertama bahwa penyakit telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Karena itu, pemeriksaan pada anak lebih banyak bertujuan mengenali kelainan struktur dan aliran darah. Pada orang dewasa, dokter juga perlu menilai faktor risiko seperti tekanan darah, kolesterol, gula darah, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga.