Pengobatan penyakit jantung bawaan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Lubang kecil tertentu dapat menutup sendiri atau hanya perlu pemantauan. Kondisi lainnya butuh obat, prosedur melalui kateter, atau operasi untuk memperbaiki aliran darah.
Perbaikan tersebut dapat memberikan hasil yang sangat baik. Akan tetapi, bekas operasi, perubahan tekanan di dalam jantung, fungsi katup, dan sistem kelistrikan jantung dapat menimbulkan masalah beberapa tahun kemudian.
Sebuah penelitian populasi di Amerika Serikat terhadap orang yang lahir dengan kelainan jantung pada 1980–1997 menemukan sekitar 8 dari 10 orang bertahan hidup hingga usia 35 tahun. Peluang hidup berbeda menurut tingkat keparahan kelainan, berat lahir, dan keberadaan kondisi lain.
Kemajuan pengobatan membuat makin banyak anak dengan penyakit jantung bawaan tumbuh dewasa. Konsekuensinya, mereka membutuhkan perpindahan perawatan yang terencana dari dokter jantung anak menuju layanan penyakit jantung bawaan dewasa.
Pedoman terbaru menekankan pentingnya perawatan seumur hidup dan akses ke dokter atau fasilitas kesehatan yang berpengalaman menangani penyakit jantung bawaan pada orang dewasa. Frekuensi kontrol berbeda-beda. Pasien dengan kelainan ringan mungkin hanya perlu diperiksa dalam interval tertentu, sementara kondisi kompleks butuh pemantauan yang lebih intensif.⁶
Saat anak mulai remaja, keluarga dapat membantu dengan mengajarkannya:
Nama kelainan jantung yang dimiliki.
Jenis operasi atau prosedur yang pernah dijalani.
Obat yang digunakan dan tujuannya.
Gejala apa yang perlu segera dilaporkan.
Di mana melanjutkan kontrol ketika memasuki usia dewasa.
Program transisi bertujuan membuat pasien mampu memahami dan mengelola kondisi kesehatannya sendiri tanpa terputus dari layanan medis. Menurut American Heart Association, perpindahan yang terencana penting untuk mempertahankan perawatan seumur hidup serta mendukung keberhasilan medis dan psikososial pasien.
Sementara itu, orang dewasa yang tidak memiliki penyakit jantung bawaan perlu berfokus pada deteksi dan pengendalian faktor risiko. Tekanan darah harus diperiksa rutin karena hipertensi sering tidak bergejala. Pemeriksaan kolesterol dan gula darah dilakukan sesuai usia, riwayat kesehatan, dan tingkat risiko. Berhenti merokok, aktif bergerak, menjaga pola makan, tidur, serta berat badan juga merupakan bagian penting dari pencegahan.
Segera cari pertolongan darurat jika bayi tampak kebiruan, sangat sesak, lemas, atau sulit menyusu. Pada orang dewasa, tekanan atau nyeri dada—terutama jika disertai sesak, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar—juga tidak boleh ditunggu hingga hilang sendiri.
Penyakit jantung bawaan pada anak dan penyakit jantung yang muncul saat dewasa memiliki perjalanan penyakit berbeda. Namun, keduanya tidak selalu terlihat dari luar, dan keberhasilan perawatan sangat bergantung pada deteksi dini, kontrol yang konsisten, serta keputusan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Referensi
American Heart Association, “What Is Congenital Heart Disease?,” diakses Juli 2026.
World Health Organization, “Cardiovascular Diseases (CVDs),” diakses Juli 2026.
American Heart Association, “Coronary Artery Disease—Coronary Heart Disease,” diakses Juli 2026.
American Heart Association, “Symptoms and Diagnosis of Congenital Heart Disease,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Screening and Diagnosis for Critical Congenital Heart Defects,” diakses Juli 2026.
Karrie F. Downing et al., “Survival from Birth until Young Adulthood among Individuals with Congenital Heart Defects: CH STRONG,” Circulation 148, no. 7 (2023): 575–88, https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.123.064400.
Michelle Gurvitz et al., “2025 ACC/AHA/HRS/ISACHD/SCAI Guideline for the Management of Adults with Congenital Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines,” Journal of the American College of Cardiology 87, no. 7 (2026): 822–976, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2025.09.006.
Anitha S. John et al., “Advances in Managing Transition to Adulthood for Adolescents with Congenital Heart Disease: A Practical Approach to Transition Program Design,” Journal of the American Heart Association 11, no. 7 (2022): e025278, https://doi.org/10.1161/JAHA.122.025278.
American Heart Association, “Heart-Health Screenings,” diakses Juli 2026.