W. E. Gerabek, “The Tooth-Worm: Historical Aspects of a Popular Medical Belief,” Clinical Oral Investigations 3, no. 1 (1999): 1–6, https://doi.org/10.1007/s007840050070.
American Dental Association, “History of Dentistry,” diakses September 2026.
National Institute of Dental and Craniofacial Research, “Tooth Decay,” diakses September 2026.
Cerita Cacing Gigi, Makhluk yang Dulu Disalahkan atas Sakit Gigi

Cacing gigi dahulu dipercaya menyebabkan sakit dan kerusakan gigi dalam berbagai budaya.
Pengobatannya mencakup pengasapan dan mantra; bahan yang digunakan bahkan dapat menyerupai “cacing”.
Gigi berlubang terjadi karena asam yang dihasilkan bakteri merusak jaringan gigi, bukan karena cacing menggerogotinya.
Sakit gigi, makanan sulit dikunyah, dan lubang pada permukaan gigi makin terlihat. Selama berabad-abad, sebagian masyarakat memiliki penjelasan untuk keluhan ini, yaitu ada cacing kecil yang menggerogoti gigi dari dalam.
Makhluk itu dikenal sebagai tooth-worm atau “cacing gigi”. Tinjauan sejarah dalam jurnal Clinical Oral Investigations menjelaskan bahwa kepercayaan ini ditemukan dalam berbagai budaya dan bertahan lama, bahkan hingga abad ke-20. Namun, cacing tersebut bukan penyebab karies atau gigi berlubang.
Table of Content
1. Bentuk “cacing gigi” berbeda-beda menurut kepercayaan setempat
Dalam kajiannya, sejarawan kedokteran W. E. Gerabek mencatat bahwa masyarakat Inggris pernah menggambarkan cacing gigi menyerupai belut. Di Jerman bagian utara, cacing itu dibayangkan berwarna merah, biru, atau abu-abu, dan sering disamakan dengan belatung.
Meski gambaran wujudnya berbeda, tetapi makhluk tersebut dianggap menggerogoti gigi dan menyebabkan nyeri. Ini merupakan penjelasan berdasarkan kepercayaan pada masa itu.
2. Pengasapan membuat “cacing” seolah terlihat

Sebuah lukisan modern di atas naskah Ottoman abad ke-18, yang menggambarkan jin menyebabkan sakit gigi. (commons.wikimedia.org/http://moshita.org/post/10664445229/an-18th-century-hand-illustrated-page-from-an) Kepercayaan tersebut turut memengaruhi pengobatan. Gerabek mendokumentasikan penggunaan mantra serta pengasapan dengan biji tanaman henbane untuk memberantas cacing gigi.
Ada detail yang menarik. Biji yang pecah akibat proses pengasapan dapat membentuk sesuatu yang dianggap sebagai “cacing”. Dengan demikian, benda yang terlihat bukan bukti bahwa cacing yang dimaksud keluar dari gigi.
Pada Abad Pencerahan di Eropa, para dokter makin menempatkan gagasan cacing gigi sebagai takhayul. Namun, kepercayaan masyarakat tidak langsung menghilang.
3. Penelitian mikroba mengubah penjelasan tentang kerusakan gigi
Perkembangan ilmu kemudian membawa perhatian pada mikroorganisme. American Dental Association mencatat bahwa pada 1890, dokter gigi Willoughby Miller menjelaskan dasar mikroba pada kerusakan gigi dalam bukunya, Micro-Organisms of the Human Mouth.
Karya tersebut mendorong perhatian terhadap kebersihan mulut, termasuk kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela-selanya. Penyebab kerusakan gigi mulai dipahami melalui proses biologis yang dapat dipelajari.
4. Yang merusak gigi adalah asam hasil aktivitas bakteri
Bakteri penyebab karies menggunakan gula dan pati dari makanan atau minuman untuk menghasilkan asam. Paparan asam berulang membuat enamel, yaitu, lapisan terluar gigi, kehilangan mineralnya.
Pada tahap awal, kerusakan ini masih dapat dihentikan atau dibalik melalui pemulihan mineral dengan bantuan air liur dan fluorida. Namun, jika kehilangan mineral terus berlanjut, enamel melemah dan akhirnya terbentuk lubang. Lubang yang sudah terbentuk umumnya memerlukan penanganan dokter gigi, seperti penambalan.
Pemahaman ini juga menjelaskan cara pencegahannya, yakni dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, membatasi makanan dan minuman manis serta kebiasaan ngemil, dan menjalani pemeriksaan gigi rutin. Tidak perlu menunggu sakit, karena karies tahap awal sering tidak menimbulkan gejala.
Referensi




![[QUIZ] Dari Sinyal Tubuh, Kamu Lebih Butuh Plank, Sit Up, atau Push Up?](https://image.idntimes.com/post/20250305/pexels-maksgelatin-4348653-a8bdf633103f42baecf1db7a242f31a0.jpg)

![[QUIZ] Tebak Risiko Penyakit dari Kebiasaan Kamu Minum Kopi](https://image.idntimes.com/post/20260326/16576_5a2f7a67-3d4e-4672-9881-c5c068073f61.jpg)
![[QUIZ] Apa Trauma Batin yang Diam-Diam Kamu Simpan? Cari Tahu di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260119/1000238238_de41ac8b-06a3-4b60-a767-12fdbfce907f.jpg)













