Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terapi Uap (Steam Therapy) Bikin Tubuh Nyaman, Apa Saja Manfaatnya?

Terapi Uap (Steam Therapy) Bikin Tubuh Nyaman, Apa Saja Manfaatnya?
ilustrasi steam room atau steam therapy (unsplash.com/HUUM)
  • Terapi uap berpotensi memberikan kenyamanan, tetapi banyak manfaatnya masih didukung bukti terbatas.

  • Penelitian kecil menemukan perbaikan hasil tes fungsi paru; manfaat inhalasi uap untuk pilek belum jelas.

  • Paparan panas dapat menyebabkan dehidrasi dan kepanasan, sedangkan air panas untuk inhalasi berisiko menimbulkan luka bakar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah berolahraga, ruang uap menjadi tempat untuk duduk sejenak. Udara hangat menyelimuti tubuh, memberi kesempatan untuk beristirahat sejenak setelah aktivitas yang padat.

Steam therapy atau terapi uapmelibatkan duduk di ruang uap, menghirup uap, hingga penguapan wajah. Ini beda dengan sauna, walaupun sama-sama menggunakan panas untuk membantu tubuh berkeringat.

Steam room menghasilkan panas dari uap air sehingga ruangan terasa lembap dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi, sedangkan sauna menggunakan panas kering dengan kelembapan rendah. Karena itu, steam room sering dipilih untuk membantu melegakan pernapasan, sementara sauna lebih dikenal untuk memberikan sensasi panas yang intens dan membantu relaksasi otot.

Apa saja manfaat steam therapy bagi kesehatan? Simak ya!

  1. 1. Tubuh lebih rileks

    Suasana hangat dan kesempatan beristirahat dapat menjadi bagian yang menenangkan dari pengalaman terapi uap. Namun, penelitian tentang pengurangan stres dan perbaikan tidur lebih banyak membahas sauna.

    Jadi, relaksasi merupakan manfaat yang mungkin dirasakan, tetapi terapi uap belum bisa dianggap sebagai pengobatan gangguan kecemasan atau insomnia.

  2. 2. Berpotensi meredakan otot yang pegal

    Otot yang pegal dapat merespons panas, sehingga kehangatan mungkin membantu tubuh lebih nyaman. Meski demikian, penelitian mengenai pengurangan nyeri dan kekakuan terutama menggunakan sauna kering atau inframerah.

    Namun, bukti itu belum cukup untuk memastikan steam therapy mempercepat pemulihan otot atau menyembuhkan cedera.

  3. 3. Mungkin membantu pengeluaran lendir

    Ilustrasi seseorang menutup mulut saat batuk berdahak, menggambarkan keluarnya lendir dari saluran pernapasan.
    ilustrasi batuk mengeluarkan dahak (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Kelembapan pada ruang uap diperkirakan membantu membasahi saluran napas sehingga lendir lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Namun, efek ini tidak sama dengan menyembuhkan infeksi.

    Tinjauan Cochrane terhadap enam uji klinis dengan 387 peserta menemukan bahwa manfaat udara panas dan lembap untuk meredakan pilek masih tidak pasti. Hasil antarpenelitian tidak konsisten dan kualitas buktinya rendah. Penelitian menggunakan alat khusus bernama RhinoTherm, bukan ruang uap atau mangkuk air panas.

  4. 4. Mungkin berpotensi mendukung fungsi paru

    Sebuah penelitian dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine melibatkan 40 orang dewasa sehat yang menjalani mandi uap selama 10–15 menit, sekali seminggu selama 12 minggu.

    Sesudahnya, peneliti menemukan perbaikan sejumlah hasil spirometri, yaitu tes yang mengukur banyaknya dan kecepatan udara yang dapat diembuskan dari paru-paru.

    Temuan ini masih awal: peneliti membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi tanpa kelompok kontrol. Pesertanya pun sehat. Karena itu, penelitian tersebut belum membuktikan mandi uap dapat mengobati asma atau penyakit paru lainnya.

  5. 5. Membantu melembutkan dan menghidrasi kulit wajah

    Dalam perawatan wajah, uap dapat membantu melembutkan kulit dan melonggarkan minyak serta penumpukan material di pori-pori sebelum penanganan komedo. Uap juga dapat membantu hidrasi kulit, terutama jika dilanjutkan dengan pelembap.

    Manfaat ini berkaitan dengan perawatan kulit, tetapi bukan bukti bahwa penguapan menyembuhkan jerawat. Panas justru dapat memperparah kemerahan pada rosasea dan mengiritasi kulit sensitif atau yang rentan mengalami eksim.

  6. Berkeringat lebih banyak bukan berarti manfaatnya lebih besar

    Ilustrasi seseorang berkeringat dengan butiran keringat pada wajah dan tubuh saat merasa kepanasan atau beraktivitas.
    ilustrasi keringat (pexels.com/cottonbro studio)

    Penelitian terhadap 10 laki-laki sehat menemukan bahwa sauna uap menimbulkan beban panas pada tubuh lebih besar dibanding sauna kering. Kelembapan tinggi membuat penguapan keringat—salah satu cara tubuh mendinginkan diri—lebih sulit.

    Penurunan berat badan sesaat setelah berkeringat terutama mencerminkan kehilangan cairan, bukan bukti pembakaran lemak. Minum sebelum dan sesudah sesi, hindari alkohol, serta keluar jika pusing, lemas, atau sulit bernapas. Konsultasikan terlebih dahulu jika sedang hamil atau memiliki penyakit jantung maupun masalah tekanan darah.

    Untuk inhalasi, hindari menundukkan wajah di atas wadah air panas, terutama pada anak. Penelitian di pusat luka bakar mendokumentasikan cedera akibat tumpahan air panas saat praktik tersebut. Manfaat yang belum pasti tidak menghilangkan risiko luka bakarnya.

    Referensi

    Cleveland Clinic, “Get Your Sweat On: The Benefits of a Sauna,” diakses September 2026.

    Meenu Singh et al., “Heated, Humidified Air for the Common Cold,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 8 (2017): CD001728, https://doi.org/10.1002/14651858.CD001728.pub6.

    M. Pandiaraja et al., “Effects of 12 Sessions of Steam Bath Intervention on Spirometry Parameters among Healthy Adult Volunteers,” Journal of Complementary and Integrative Medicine 19, no. 2 (2022): 419–22, https://doi.org/10.1515/jcim-2020-0542.

    Cleveland Clinic, “Is Steaming Your Face Good for Your Skin?,” diakses September 2026.

    W. Pilch et al., “Comparison of Physiological Reactions and Physiological Strain in Healthy Men under Heat Stress in Dry and Steam Heat Saunas,” Biology of Sport 31, no. 2 (2014): 145–49, https://doi.org/10.5604/20831862.1099045.

    Sarah Al Himdani et al., “Home Remedy or Hazard?: Management and Costs of Paediatric Steam Inhalation Therapy Burn Injuries,” British Journal of General Practice 66, no. 644 (2016): e193–99, https://doi.org/10.3399/bjgp16X684289

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More