Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ketiakmu Bisa Memberikan 6 Tanda Kesehatan Tidak Terduga Ini

Ketiakmu Bisa Memberikan 6 Tanda Kesehatan Tidak Terduga Ini
ilustrasi ketiak (vecteezy.com/Denys Golub)
  • Perubahan warna, bau, keringat, dan benjolan di ketiak memiliki beragam penyebab; satu tanda saja tidak memastikan diagnosis.

  • Kulit gelap yang menebal dapat berkaitan dengan resistansi insulin, sementara benjolan nyeri berulang bisa menandakan peradangan kronis.

  • Benjolan yang membesar atau keras, serta keluhan yang menetap atau disertai demam, perlu diperiksakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat mengoleskan deodoran atau mengganti baju, kamu mungkin baru menyadari ada perubahan pada ketiak. Kulitnya lebih gelap, muncul ruam, atau ada benjolan yang terasa sakit saat kamu menggerakkan lengan.

Perubahan tersebut bisa berkaitan dengan kondisi kulit setempat, tetapi sebagian juga dapat menjadi petunjuk masalah kesehatan lain. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk perubahan, berapa lama berlangsung, dan gejala yang menyertainya.

  1. 1. Kulit menggelap dan menebal

    Ketiak yang menggelap, menebal, dan terasa seperti beludru dapat merupakan acanthosis nigricans. Kondisi ini sering berkaitan dengan resistansi insulin, yaitu ketika tubuh kurang merespons hormon yang membantu mengatur gula darah.

    Studi terhadap 1.730 pasien layanan primer, yang dirangkum DermNet, menemukan diabetes lebih sering dijumpai pada peserta dengan kondisi tersebut. Namun, tidak berarti semua orang dengan ketiak gelap mengalami diabetes.

    Penggelapan juga dapat muncul setelah iritasi atau peradangan. Karena itu, perubahan warna perlu dinilai bersama tekstur kulit dan riwayat kesehatan. Dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan gula darah diperlukan.

  2. 2. Keringat berlebihan

    Keringat yang berlebihan dan sulit dikendalikan disebut hiperhidrosis. Pada jenis primer, keluhan sering dimulai sejak muda, mengenai kedua ketiak secara relatif simetris, dan biasanya berhenti saat tidur. Kondisi ini dapat terjadi tanpa penyakit lain yang mendasarinya.

    Keringat yang baru muncul, melibatkan seluruh tubuh, atau terjadi saat tidur perlu ditelusuri lebih lanjut. Penyebabnya dapat mencakup menopause, tiroid yang terlalu aktif, atau efek obat. Polanya lebih membantu daripada banyaknya keringat saja.

  3. 3. Bau lebih menyengat

    Pria mengenakan kaus putih mengangkat lengan dan mencium ketiaknya dengan ekspresi tidak nyaman di latar belakang kuning.
    ilustrasi ketiak bau (magnific.com/benzoix)

    Keringat yang baru dikeluarkan umumnya tidak berbau. Bau terutama terbentuk ketika bakteri kulit menguraikan keringat dan material lain di permukaan kulit. Makanan, obat, dan infeksi kulit juga dapat memengaruhinya.

    Karena penyebabnya beragam, bau ketiak saja tidak bisa memastikan adanya penyakit tertentu. Jika perubahan bau menetap atau disertai ruam dan kulit yang terasa tidak nyaman, pemeriksaan dokter dapat membantu menemukan penyebabnya.

  4. 4. Ruam gatal atau perih

    Ketiak merupakan lipatan yang mudah lembap dan bergesekan. Kondisi ini dapat memicu intertrigo, yaitu peradangan di lipatan kulit. Kulit bisa tampak merah, terasa perih, mengelupas, atau pecah-pecah.⁵

    Pewangi dan pengawet dalam deodoran dapat memicu alergi, sedangkan sabun, gesekan, atau terlalu sering mencuci bisa menyebabkan iritasi. Jamur dan bakteri juga dapat menimbulkan ruam yang mirip. Karena pengobatannya berbeda, ruam yang menetap sebaiknya diperiksa.

  5. 5. Benjolan nyeri yang berulang

    Benjolan seperti bisul yang terus muncul di ketiak, mengeluarkan nanah, dan meninggalkan jaringan parut dapat menandakan hidradenitis suppurativa. Pada sebagian orang, terbentuk saluran di bawah kulit yang mengeluarkan cairan.

    HS merupakan kondisi kronis yang berkaitan dengan tersumbatnya folikel rambut. Penyakit ini tidak menular dan berkaitan dengan kurang menjaga kebersihan. Pemeriksaan sejak awal membantu mendapatkan pengobatan sebelum kerusakan kulit bertambah.

  6. 6. Benjolan yang lebih dalam

    Seorang perempuan rambut hitam mengenakan kacamata dan kaus putih memegang bagian belakang ketiaknya dengan ekspresi bingung di latar ungu.
    ilustrasi benjolan di ketiak (magnific.com/stockking)

    Di ketiak terdapat kelenjar getah bening yang dapat membesar saat tubuh melawan infeksi. Benjolan akibat infeksi biasanya berangsur membaik dalam 1–2 minggu.

    Sebaiknya temui dokter jika benjolan membesar, tidak mulai mengecil dalam sekitar seminggu, terasa keras atau sulit digerakkan, maupun disertai keringat malam atau demam tinggi. Pembengkakan lebih jarang berkaitan dengan penyakit serius seperti limfoma, tetapi penyebabnya tidak bisa dipastikan hanya dengan meraba dan menebak-nebak sendiri.

    Saat menemukan perubahan, catat kapan mulai muncul, apakah berulang, dan apakah berkaitan dengan produk baru. Informasi tersebut membantu dokter menilai penyebabnya, terutama ketika tampilan beberapa kondisi kulit terlihat serupa.

    Referensi

    DermNet, “Acanthosis Nigricans,” diakses September 2026.

    Alberta S. Kong et al., “Acanthosis Nigricans: High Prevalence and Association with Diabetes in a Practice-Based Research Network Consortium—A PRImary Care Multi-Ethnic Network (PRIME Net) Study,” Journal of the American Board of Family Medicine 23, no. 4 (2010): 476–85, https://doi.org/10.3122/jabfm.2010.04.090221.

    DermNet, “Hyperhidrosis,” diakses September 2026.

    DermNet, “Bromhidrosis,” diakses September 2026.

    DermNet, “Intertrigo,” diakses September 2026.

    NHS, “Hidradenitis Suppurativa (HS),” diakses September 2026.

    NHS, “Swollen Glands,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More