Efek karhutla yang sering dibahas adalah jangka pendeknya. Misalnya mata perih, tenggorokan tidak nyaman, atau napas terasa lebih berat. Namun, efek jangka panjangnya kini mulai banyak diteliti, salah satunya adalah risiko demensia.
Sebetulnya belum ada cukup bukti untuk mengatakan bahwa asap karhutla secara langsung menyebabkan demensia. Yang lebih pasti, polusi udara secara umum sudah dianggap sebagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap penurunan kognitif dan demensia.
Pedoman terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memasukkan pengurangan paparan polusi udara sebagai bagian dari upaya menurunkan risiko penurunan kognitif dan demensia.
