Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

N95 Bisa Dipakai Berapa Lama saat Terpapar Asap Karhutla?

N95 Bisa Dipakai Berapa Lama saat Terpapar Asap Karhutla?
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Tidak ada batas jam pemakaian N95 yang berlaku sama untuk semua orang saat karhutla.

  • Ganti N95 jika basah atau lembap, kotor, rusak, talinya kendur, tidak lagi menempel rapat, atau terasa semakin sulit digunakan untuk bernapas.

  • N95 membantu menyaring partikel halus dalam asap, tetapi tidak melindungi dari semua gas dan uap sehingga mengurangi paparan asap tetap menjadi langkah utama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat kabut asap karhutla bertahan berminggu-minggu, masker N95 dapat memberi perlindungan. Namun, apakah masker yang dipakai pagi ini masih aman digunakan besok atau sebaiknya dibuang?

Sebetulnya tidak ada satu batas waktu pemakaian yang berlaku untuk semua N95 dalam semua kondisi. Banyaknya asap dan debu, kelembapan, aktivitas penggunanya, kondisi masker, serta petunjuk dari produsen ikut menentukan kapan masker perlu diganti.

  1. 1. Ganti kalau masker N95 basah atau lembap

    Selalu cek dulu kondisi masker, jangan menggunakannya jika masker sudah rusak, kotor, atau lembap. Masker juga perlu diganti apabila menjadi basah selama digunakan.

    Kelembapan dapat berasal dari keringat, hujan, atau napas penggunanya. Kelembapan dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi karakteristik filter dan hambatan saat bernapas, meskipun pengaruhnya berbeda-beda menurut model dan kondisi pemakaian.

    Perlu diingat bahwa masker N95 sekali pakai tidak boleh dicuci, dimasukkan ke oven, atau microwave untuk "mensterilkannya".

  2. 2. Napas mulai terasa lebih berat? Saatnya ganti

    Ilustrasi masker respirator N95 berwarna putih sebagai alat pelindung pernapasan dari paparan partikel di udara.
    ilustrasi masker N95 (pexels.com/CDC)

    Saat N95 menangkap partikel dari udara, sebagian partikel akan terkumpul pada media filternya. Dalam lingkungan dengan banyak partikulat, penumpukan tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan hambatan aliran udara.

    Durasi paparan partikel, tingkat kelembapan, dan pola aliran napas dapat memengaruhi kinerja filter N95.

    Untuk penggunaan saat karhutla, pedoman EPA memberikan patokan untuk buang respirator jika bernapas melaluinya mulai terasa lebih sulit atau masker sudah kotor.

    Namun, bagaimana rasanya membedakan masker yang mampet dan rasa sesak akibat asap?

    Jika selama memakai N95 kamu mengalami kesulitan bernapas, pusing, atau gejala lain, segera cari tempat dengan udara lebih bersih, lepas respirator, dan mencari pertolongan medis jika gejalanya berat atau tidak membaik.

  3. 3. Ganti juga jika bentuk masker masih bagus namun tidak rapat

    N95 bekerja dengan baik jika udara dipaksa melewati filternya, bukan masuk melalui celah di sekitar hidung dan pipi.

    Karena itu, kondisi tali sama pentingnya dengan kondisi filter. Ganti N95 jika talinya sudah melar sehingga masker tidak lagi menempel rapat pada wajah, atau bentuk masker sudah rusak.

    Penelitian terhadap 25 orang yang menggunakan N95 juga menunjukkan bahwa kebocoran di sekitar wajah dapat menjadi jalur masuk partikel yang jauh lebih besar dibanding penetrasi langsung melalui bahan filter.

    Setiap kali memasang N95, lakukan seal check. Jika udara terasa keluar dari sisi masker saat bernapas atau respirator tidak dapat menempel rapat meski sudah disesuaikan, ganti ukuran, model, atau respirator tersebut.

  4. Apakah N95 boleh dipakai lagi keesokan harinya?

    Ilustrasi masker N95 dengan tali pengikat sebagai alat pelindung pernapasan untuk menyaring partikel dari udara.
    ilustrasi masker N95 (IDN Times/Mela Hapsari)

    Jika masker masih bersih, kering, tidak rusak, talinya masih kuat, dan tetap dapat membentuk seal yang baik, petunjuk penggunaan dan penyimpanan dari produsennya perlu menjadi acuan.

    Jaga masker tetap bersih dan kering serta ikuti rekomendasi produsen. Dalam kondisi paparan asap karhutla berat, penggunaan N95 baru setiap hari mungkin diperlukan.

    Patokan sederhananya, ganti N95 jika:

    • Basah atau lembap.
    • Terlihat kotor oleh asap, debu, atau abu.
    • Rusak atau berubah bentuk.
    • Tali sudah longgar atau melar.
    • Tidak lagi menutup wajah dengan rapat.
    • Udara bocor melalui tepi masker.
    • Bernapas melaluinya terasa makin sulit.

  5. N95 bukan perlindungan sempurna dari asap karhutla

    N95 mampu menyaring PM2.5, asap, dan partikel abu ketika dipasang dengan benar. Namun, asap karhutla juga mengandung gas dan uap, sedangkan N95 sekali pakai hanya dirancang menyaring partikel. Jadi, memakai masker N95 bukan jaminan aman berada lama di tengah kabut asap.

    Langkah yang paling efektif tetap dengan mengurangi waktu berada di luar ketika udara berasap, mengurangi aktivitas fisik, serta menjaga udara di dalam ruangan tetap bersih. N95 menjadi lapisan perlindungan tambahan jika kamu harus keluar rumah.

    Jadi, selalu cek sebelum memakai masker N95, atau masker apa pun. Masker yang sudah basah, kotor, rusak, sulit dipakai bernapas, atau tidak lagi menempel rapat sudah waktunya diganti.

    Referensi

    National Institute for Occupational Safety and Health, “How to Protect Workers and the Public from Wildfire Smoke,” diakses Agustus 2026.

    National Institute for Occupational Safety and Health, “How to Use Your N95 Respirator,” diakses Agustus 2026.

    Alireza Mahdavi et al., “Particle Loading Time and Humidity Effects on the Efficiency of an N95 Filtering Facepiece Respirator Model under Constant and Inhalation Cyclic Flows,” Annals of Occupational Hygiene 59, no. 5 (2015): 629–640, https://doi.org/10.1093/annhyg/mev005.

    U.S. Environmental Protection Agency, “Protect Yourself From Wildfire Smoke and Ash,” diakses Agustus 2026.

    Sergey A. Grinshpun et al., “Performance of an N95 Filtering Facepiece Particulate Respirator and a Surgical Mask During Human Breathing: Two Pathways for Particle Penetration,” Journal of Occupational and Environmental Hygiene 6, no. 10 (2009): 593–603.

    Raymond J. Roberge et al., “Effect of Exhaled Moisture on Breathing Resistance of N95 Filtering Facepiece Respirators,” Annals of Occupational Hygiene 54, no. 6 (2010): 671–677, https://doi.org/10.1093/annhyg/meq042.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More