“Lupus, Penyakit Seribu Wajah.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Mei 2026.
“Lupus Facts and Statistics.” Lupus Foundation of America. Diakses Mei 2026.
“Lupus Statistics You Need to Know: Just How Common Is It?” MyLupusTeam. Diakses Mei 2026.
“Disease of a Thousand Faces.” Lupus Canada. Diakses Mei 2026.
“Does Lupus Occur in Men?” Lupus Foundation of America. Diakses Mei 2026.
Benarkah Lupus Hanya Menyerang Perempuan? Berikut Penjelasannya!

- Lupus adalah penyakit autoimun yang membuat sistem imun menyerang organ tubuh sendiri, menyebabkan peradangan jangka panjang pada kulit, sendi, darah, jantung, paru-paru, otak, dan ginjal.
- Faktor genetik, hormon, lingkungan, serta gaya hidup seperti stres dan merokok dapat memicu lupus; perempuan usia 15–44 tahun memiliki risiko tertinggi dibanding kelompok lain.
- Lupus tidak hanya menyerang perempuan meski lebih sering terjadi pada mereka dengan rasio 9:1; laki-laki juga bisa terkena dan cenderung mengalami gejala yang lebih parah.
Lupus termasuk penyakit yang cukup familier di telinga banyak orang. Sayangnya pengetahuan orang tentang penyakit ini masih sangat terbatas. Diperkirakan ada sekitar 5 juta orang di seluruh dunia yang menderita Lupus, di mana 1,5 juta di antaranya adalah warga negara Amerika Serikat. Dilansir Kementerian Kesehatan, di Indonesia sendiri belum diketahui secara pasti berapa jumlah penderita lupus. Namun jumlahnya diperkirakan cukup banyak yakni mencapai 1,5 juta orang.
Lupus dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”. Penyebabnya karena penyakit ini mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, dengan gejala yang bervariasi sehingga membutuhkan sedikit waktu untuk mendapatkan diagnosisnya. Lantas sebenarnya penyakit seperti apa lupus ini, dan benarkah lupus hanya menyerang perempuan? Berikut jawabannya!
1. Lupus membuat sistem imun menyerang organ tubuh sendiri

Sistem kekebalan tubuh merupakan sistem pertama yang melindungi tubuh dari serangan kuman, bakteri, virus, atau benda asing apapun yang seharusnya gak ada di dalam tubuh. Dilansir Cleveland Clinic, sistem kekebalan tubuh sendiri adalah jaringan besar yang terdiri dari organ, sel darah putih, protein, dan zat kimia yang saling bekerja sama untuk melindungi diri kita. Setidaknya itulah yang terjadi pada tubuh yang sehat.
Namun beda ceritanya jika kamu menderita penyakit lupus. Lupus sendiri adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh merusak organ dan jaringan tubuhnya sendiri. Jadi alih-alih menyerang kuman, bakteri, atau virus, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sejumlah organ tubuh dan menyebabkan peradangan jangka yang mempengaruhi kulit, persendian, darah, jantung, paru-paru, otak, dan ginjal.
2. Perempuan merupakan salah satu kelompok yang paling berisiko terkena lupus

Sejauh ini, para ahli belum mengetahui apa yang menyebabkan lupus. Meski begitu, beberapa faktor tertentu dipercaya dapat memicu lupus. Faktor tersebut meliputi faktor genetik, di mana seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus jika salah satu atau kedua orang tua menderita penyakit yang sama.
Faktor hormon, lingkungan, hingga riwayat kesehatan dan gaya hidup seperti rokok, dan mengalami banyak stress juga dapat memicu timbulnya lupus atau penyakit autoimun lainnya. Selain itu dilansir Mayo Clinic, beberapa kelompok seperti perempuan berusia antara 15 sampai 44 tahun, berkulit hitam, penduduk asli Amerika, penduduk Kepulauan Pasifik, orang Asia, dan Hispanik juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena lupus.
3. Benarkah lupus hanya menyerang perempuan?

Benar bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit lupus. Namun apakah itu artinya lupus hanya menyerang perempuan? Jawabannya gak. Lupus bisa menyerang siapa pun tanpa memperdulikan gender. Meski begitu, penyakit ini memang lebih banyak menyerang perempuan dengan rasio 9:1. Dilansir Lupus Foundation of America, hingga saat ini para peneliti belum yakin kenapa penyakit ini lebih banyak menyerang kaum hawa. Namun mereka berasumsi bahwa gen dan hormon memiliki kontribusi pada kemunculan penyakit ini. Di sisi lain, risiko yang lebih kecil pada laki-laki bukan berarti membuat penyakit ini bisa dianggap enteng.
Sebaliknya pada laki-laki, gejala lupus bisa lebih parah dibandingkan dengan gejala pada perempuan. Pada laki-laki, gejala paling umum yang muncul meliputi rendahnya kadar sel darah tertentu, demam dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, sindrom antifosfolipid di mana tubuh memproduksi terlalu banyak sel antifosfolipid yang meningkatkan risiko pembekuan darah, hingga serositis yang merupakan peradangan di selaput dada. Gejala lain yang gak kalah mengkhawatirkan adalah merasa sangat lelah, nyeri atau pembengkakan persendian, sakit kepala, pembengkakan pada tangan serta area mata, munculnya butterfly rash atau ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, hingga rambut rontok.
Pengobatan lupus cukup beragam, mengingat penyakit ini mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Lupus sendiri termasuk salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Saat ini pengobatan berfokus pada cara untuk mencegah gejala dan memastikan agar lupus gak kambuh.
Referensi







![[QUIZ] Tipe Overthinking Kamu Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20240912/untitled-3d8bdd425f726b46c9d7d09f73e5ab42.png)






![[QUIZ] Station HYROX Favoritmu Bisa Mengungkap Ketangguhan Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_896a7a6a9c9b81f3b0c2b3079a32ead4_656e9f6d-43a3-41fa-b636-87ac76481875.jpg)


![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20251216/1000070337_346a25bd-0de3-43bc-a1db-37734a1ba48d.jpg)

