Penelitian tentang jumlah langkah dan depresi sebagian besar bersifat observasional, tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah peningkatan jumlah langkah secara langsung berperan dalam mencegah depresi.
Hubungannya juga bisa berjalan dua arah. Aktivitas fisik yang lebih tinggi mungkin berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, tetapi orang yang mengalami depresi juga bisa merasa kehabisan energi, hilang motivasi, dan akhirnya lebih sedikit bergerak. Karena itu, jumlah langkah tidak dapat menentukan apakah seseorang mengalami depresi.
Sepuluh ribu langkah bukan target mutlak. Berdasarkan bukti yang ada, sekitar 7.000 langkah per hari berkaitan dengan risiko depresi yang lebih rendah, tetapi peningkatan kecil dari jumlah langkah yang biasa dilakukan pun sudah menjadi awal yang baik.
Dan, bagi orang yang mengalami gejala depresi, berjalan kaki atau meningkatkan aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari perawatan kesehatan mental, tetapi tidak dapat menggantikan evaluasi dan penanganan dari tenaga kesehatan mental.
Referensi
Bruno Bizzozero-Peroni et al., “Daily Step Count and Depression in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis,” JAMA Network Open 7, no. 12 (2024): e2451208, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.51208.
Matthew Pearce et al., “Association Between Physical Activity and Risk of Depression: A Systematic Review and Meta-analysis,” JAMA Psychiatry 79, no. 6 (2022): 550–559, https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2022.0609.
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses Agustus 2026.