Kazue Mizumura and Toru Taguchi, “Delayed Onset Muscle Soreness: Involvement of Neurotrophic Factors,” Journal of Physiological Sciences 66, no. 1 (2016): 43–52, https://doi.org/10.1007/s12576-015-0397-0.
American Academy of Orthopaedic Surgeons, “Muscle Strains in the Thigh,” OrthoInfo, accessed August 16, 2026, diakses Agustus 2026.
Szczepan Wiecha et al., “Physical Therapies for Delayed-Onset Muscle Soreness: An Umbrella and Mapping Systematic Review with Meta-meta-analysis,” Sports Medicine 55 (2025): 1183–1212, https://doi.org/10.1007/s40279-025-02187-5.
National Health Service, “Sprains and Strains,” diakses Agustus 2026.
Paha Sakit setelah Balap Karung, DOMS atau Cedera Otot?

DOMS biasanya baru terasa 12–24 jam setelah aktivitas dan mencapai puncaknya sekitar 24–72 jam kemudian.
Cedera atau strain otot lebih sering menimbulkan nyeri mendadak saat bergerak, terutama jika disertai bengkak, memar, kelemahan, atau sensasi seperti otot tertarik atau “pop”.
Nyeri yang sangat berat, memburuk, membuat sulit berjalan, atau disertai bengkak dan memar yang signifikan perlu diperiksa tenaga medis.
Balap karung terlihat mudah, yaitu adu cepat melompat-lompat hingga garis akhir. Namun, melompat berulang kali, menjaga keseimbangan di dalam karung, lalu menahan tubuh saat mendarat membuat otot paha mendapat beban yang tidak biasa. Akibatnya, paha bisa terasa pegal setelah perlombaan.
Namun, apakah rasa pegal tersebut delayed onset muscle soreness (DOMS) atau cedera otot? Kamu perlu mengenali perbedaannya.
Table of Content
Kalau baru sakit keesokan harinya, mungkin itu DOMS
DOMS merupakan nyeri dan kekakuan otot yang lazim terjadi setelah aktivitas berat atau gerakan yang tidak biasa dilakukan.
Keluhan umumnya tidak langsung muncul. Nyeri biasanya mulai terasa setelah periode tanpa nyeri sekitar 12–24 jam dan paling berat pada 24–72 jam berikutnya.
Rasanya cenderung berupa pegal, kaku, atau otot menjadi lebih sensitif ketika ditekan dan digerakkan. Penelitian juga menunjukkan DOMS terutama berkaitan dengan aktivitas yang memberi beban besar saat otot memanjang atau menahan beban—jenis kerja otot yang dapat terjadi ketika tubuh mengontrol pendaratan setelah melompat.
Jadi, jika seseorang menyelesaikan balap karung tanpa nyeri tajam, lalu bangun keesokan harinya dengan paha pegal dan kaku, polanya lebih sesuai dengan DOMS.
Cedera otot biasanya terasa lebih mendadak
Kalau rasa sakit terjadi langsung saat melompat, mendarat, atau kehilangan keseimbangan, ini perlu diwaspadai.
Strain otot paha dapat menyebabkan nyeri yang muncul tiba-tiba dan kadang cukup berat. Sebagian orang juga merasakan sensasi seperti “pop” atau otot tertarik. Area yang cedera bisa terasa sangat nyeri ketika disentuh, kemudian membengkak atau mengalami memar.
Paha memiliki kelompok otot besar, termasuk quadriceps di depan, hamstring di belakang, dan adductor di bagian dalam. Cedera pada otot-otot tersebut juga dapat menimbulkan kelemahan sehingga berjalan, menekuk lutut, atau meluruskan kaki terasa lebih sulit.
Ringkasnya, pegal yang datang terlambat dan menyebar lebih mengarah ke DOMS, sedangkan nyeri tajam dan terlokalisasi yang muncul saat kejadian, terlebih jika fungsi kaki terganggu, lebih mengarah ke cedera.
Apa yang sebaiknya dilakukan?

ilustrasi balap karung (commons.m.wikimedia.org/Irhanz) Untuk DOMS ringan, aktivitas berat pada otot yang masih nyeri sebaiknya dikurangi sementara. Gerakan ringan sesuai toleransi tetap boleh dilakukan.
Tidak ada satu metode pemulihan pasti untuk DOMS. Beberapa intervensi seperti terapi dingin, terapi kontras, dan pijat dapat mengurangi nyeri pada waktu tertentu, tetapi kualitas bukti yang tersedia bervariasi.
Jika lebih mengarah ke strain, hentikan aktivitas yang memicu nyeri. Pada fase awal, kamu disarankan beristirahat dari aktivitas pemicu, kompres dingin sekitar 20 menit beberapa kali sehari, kompresi ringan, dan meninggikan kaki bila terjadi pembengkakan. Aktivitas kemudian bisa dilakukan kembali secara bertahap setelah nyeri dan pembengkakan mereda.
Jangan menganggapnya DOMS jika mengalami gejala ini
Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika nyeri yang dirasakan parah atau terus memburuk, pembengkakan atau memar cukup besar, kaki sulit digerakkan, atau kamu tidak mampu menumpu berat badan dan berjalan lebih dari beberapa langkah.
Mati rasa atau kesemutan setelah cedera juga perlu diperiksa oleh dokter.
Nyeri paha setelah lomba balap karung tidak selalu merupakan cedera. Waktu munculnya nyeri dan kemampuan kemampuan menggunakan kaki bisa menjadi petunjuk penting untuk membedakan DOMS dan cedera kaki yang lebih serius.
Referensi








![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gigi Kamu yang Sakit Perlu Dicabut atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20250426/teeth-5536858-1920-90b4732f5b8ce33b04ef8dd8f6c1ac74-cfab9bf08141f9b50d81a5faab87dcca.jpg)



![[QUIZ] Kamu Lari ke Hiburan Apa saat Burnout? Ini Makna Psikologisnya](https://image.idntimes.com/post/20251223/1000192518_10cfa4e2-0e6f-461c-ba0e-defe47ef2fbe.jpg)







