Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berat Badan Naik di Usia Muda Dampaknya Lebih Serius, Menurut Studi
ilustrasi pria obesitas (vecteezy.com/Volodymyr Ivash)
  • Studi terhadap lebih dari 600.000 orang menemukan bahwa kenaikan berat badan di usia 17–29 tahun meningkatkan risiko kematian dini hingga 70 persen dibanding obesitas yang muncul di usia yang lebih tua.

  • Kelebihan berat badan sejak muda membuat organ tubuh bekerja ekstra dalam jangka panjang, memicu risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik akibat paparan yang berlangsung lama.

  • Para peneliti menekankan pentingnya menjaga stabilitas berat badan sejak muda karena kenaikan kecil tapi konsisten tiap tahun dapat berdampak besar bagi kesehatan dan kualitas hidup di masa depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Studi besar ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perjalanan berat badan sepanjang hidup membentuk kesehatan jangka panjang. Dengan menyoroti pentingnya stabilitas sejak usia muda, penelitian ini membantu masyarakat memahami bahwa kebiasaan kecil sehari-hari memiliki dampak nyata bagi organ tubuh dan kualitas hidup di masa depan, membuka peluang untuk menjaga kesehatan secara lebih sadar dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berat badan sering dipandang sebagai angka yang naik turun seiring waktu. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa yang jauh lebih penting bukan cuma berapa banyak berat yang bertambah, melainkan kapan hal itu terjadi.

Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 600.000 orang menemukan pola yang konsisten, bahwa kenaikan berat badan di usia muda, terutama antara 17 hingga 29 tahun, memiliki dampak paling besar terhadap kesehatan jangka panjang. Orang yang mengalami obesitas di usia tersebut memiliki risiko kematian dini sekitar 70 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia lebih tua.

Temuan ini menggeser cara pandang lama. Selama ini, fokus utama sering pada kondisi berat badan saat ini. Padahal, perjalanan berat badan sepanjang hidup, termasuk kapan mulai naik, ternyata jauh lebih menentukan risiko kesehatan di masa depan.

Makin dini, makin lama dampaknya

Salah satu penjelasan utama dari temuan ini adalah durasi paparan. Ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan di usia muda, tubuhnya “hidup” lebih lama dalam kondisi tersebut.

Artinya, organ-organ seperti jantung, hati, dan pankreas harus bekerja lebih keras selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Dampaknya bersifat kumulatif. Risiko penyakit seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik lainnya meningkat seiring waktu.

Penelitian itu menunjukkan bahwa laju kenaikan berat badan berperan penting. Bahkan kenaikan kecil namun konsisten setiap tahun dapat meningkatkan risiko kematian dini. Dalam analisis tersebut, kenaikan sekitar 0,4 kg per tahun di usia muda sudah berkaitan dengan peningkatan risiko kesehatan yang signifikan.

Menariknya, ada pengecualian pada perempuan terkait risiko kanker. Hubungan antara waktu kenaikan berat badan dan risiko kanker tidak selalu linear, yang menunjukkan bahwa faktor hormonal—misalnya perubahan saat menopause—mungkin ikut berperan.

Pola hidup sejak muda bisa menjadi penentu

ilustrasi obesitas (pexels.com/Andres Ayrton)

Pesan penting dari temuan studi ini adalah bahwa pencegahan tidak bisa menunggu usia “lebih tua”.

Kenaikan berat badan di usia muda sering terjadi tanpa disadari. Perubahan gaya hidup—mulai dari kuliah, bekerja, kurang aktivitas fisik, hingga pola makan yang berubah—membuat berat badan perlahan naik. Karena terjadi bertahap, banyak orang tidak merasa itu masalah.

Namun, data menunjukkan bahwa kenaikan tersebut bukan hal kecil. Bahkan kenaikan yang terlihat “normal” bisa berdampak besar jika terjadi di usia muda dan berlangsung lama. Ini juga menjelaskan mengapa upaya menjaga berat badan ideal sebaiknya dimulai sedini mungkin, bukan setelah muncul penyakit.

Lebih dari itu, penelitian ini juga memberi perspektif bahwa stabilitas berat badan penting. Bukan hanya menghindari obesitas, tetapi juga menghindari kenaikan berat badan yang terus-menerus dari tahun ke tahun.

Kesehatan tidak dibentuk dalam satu momen, melainkan dari akumulasi kebiasaan kecil yang berlangsung lama. Berat badan adalah salah satu refleksi paling nyata dari proses itu. Menjaga berat badan sejak usia muda dapat menjadi investasi jangka panjang untuk organ tubuh dan kualitas hidup. Apa yang terlihat kecil hari ini bisa menjadi faktor besar puluhan tahun ke depan.

Referensi

"Gaining Weight Young May Be More Dangerous Than You Think." SciTechDaily. Diakses April 2026.

"Early weight gain is linked to lifelong health consequences." ScienceDaily. Diakses April 2026.

Huyen T. Le et al., “Weight Trajectories and Obesity Onset Between 17 and 60 Years of Age, and Cause-specific Mortality: The Obesity and Disease Development Sweden (ODDS) Pooled Cohort Study,” EClinicalMedicine, April 1, 2026, 103870, https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2026.103870.

Editorial Team