Meski tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya,tetapi risiko bisul berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.
Salah satu langkah paling penting adalah rutin mencuci tangan menggunakan sabun. Jika tidak ada sabun, hand sanitizer juga dapat membantu mengurangi penyebaran bakteri penyebab infeksi, termasuk bakteri staph yang sering memicu bisul.
Luka kecil seperti goresan atau sayatan juga perlu dijaga tetap bersih dan kering agar tidak menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh. Selain itu, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pisau cukur, sikat gigi, atau pakaian karena bakteri dapat menyebar melalui benda-benda tersebut.
Menjaga gaya hidup sehat juga penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Caranya dengan rutin berolahraga, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi seperti buah serta sayuran yang kaya vitamin A, C, D, dan E. Dengan penanganan yang tepat sejak awal, risiko bisul berkembang menjadi infeksi berat seperti sepsis dapat ditekan.
Walaupun umum terjadi, tetapi bisul tetap merupakan infeksi yang perlu diperhatikan, terutama jika terus membesar, nyeri, atau disertai demam dan kondisi tubuh memburuk. Dalam beberapa kasus, infeksi dari bisul dapat menyebar dan memicu komplikasi serius seperti sepsis jika penanganannya tidak tepat.
Referensi
Ibler, Kristina, and Charles Kromann. “Recurrent Furunculosis &Amp;Ndash; Challenges and Management: A Review.” Clinical Cosmetic and Investigational Dermatology 7 (February 1, 2014): 59.
"Boils and carbuncles". Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026.
Hotchkiss, Richard S., Lyle L. Moldawer, Steven M. Opal, Konrad Reinhart, Isaiah R. Turnbull, and Jean-Louis Vincent. “Sepsis and Septic Shock.” Nature Reviews Disease Primers 2, no. 1 (June 30, 2016): 16045.