Jika kamu tinggal dekat lokasi karhutla, langkah terpenting adalah mengurangi jumlah asap yang masuk ke dalam tubuh.
Pantau kualitas udara, batasi kegiatan di luar ruangan, dan menggunakan masker ketika berada di wilayah terdampak. WHO menyarankan tetap berada di dalam ruangan jika aman, menutup pintu dan jendela saat asap tinggi, mengurangi aktivitas fisik di luar, serta mencari ruangan dengan udara lebih bersih.
Kalau harus keluar saat asap pekat, respirator seperti N95 atau FFP2 memberikan filtrasi partikel jauh lebih baik daripada masker kain atau masker bedah. Namun, perlindungannya sangat bergantung pada kecocokan masker dengan wajah dan respirator tidak menghilangkan semua komponen gas dalam asap.
Kurangi juga aktivitas berat di luar ruangan. Saat berlari atau melakukan pekerjaan fisik berat, frekuensi dan volume pernapasan meningkat sehingga lebih banyak udara, beserta polutannya, masuk ke paru-paru.
Batuk atau mata perih ringan dapat membaik setelah paparan berkurang. Namun, sesak napas yang berat atau memburuk, mengi yang tidak terkendali, nyeri dada, atau keluhan serius lainnya memerlukan pertolongan medis, terlebih pada orang dengan asma, PPOK, penyakit jantung, anak, lansia, dan ibu hamil.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Antisipasi Dampak Karhutla, Kemenkes Kerahkan Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi,” diakses Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, “Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 21–27 Agustus 2026: El Niño Sangat Kuat dan Kemarau Masih Mendominasi, Namun Hujan Lokal Tetap Berpotensi Terjadi,” diakses August 2026.
World Health Organization, “Wildfires,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “How Wildfire Smoke Affects Your Body,” diakses August 2026.
Yiyi Wang et al., “Associations of Wildfire-Derived Particulate Matter with Hospitalization, Emergency Department Visits and Mortality: A Systematic Review and Meta-analysis,” Environmental Research 273 (2025): 121221, https://doi.org/10.1016/j.envres.2025.121221.
Budi Haryanto, Fitri Kurniasari, Indang Trihandini, Fajar Nugraha, Nabila Gayatri Widayana, and Nurul Laksmi Winarni, “Climate Change Adaptation to Smoke Haze for Improved Child Health in Southeast Asia: Analysis Situation in Palembang, Indonesia,” Annals of Global Health 92, no. 1 (2026): 52, https://doi.org/10.5334/aogh.5211.
Ying Lei, Tze-Huan Lei, Chan Lu, Xue Zhang, and Faming Wang, “Wildfire Smoke: Health Effects, Mechanisms, and Mitigation,” Environmental Science & Technology 58, no. 48 (2024): 21097–21119, https://doi.org/10.1021/acs.est.4c06653.
Lars Hein et al., “The Health Impacts of Indonesian Peatland Fires,” Environmental Health 21 (2022): 62, https://doi.org/10.1186/s12940-022-00872-w.
Damien Foo et al., “Wildfire Smoke Exposure during Pregnancy and Perinatal, Obstetric, and Early Childhood Health Outcomes: A Systematic Review and Meta-analysis,” Environmental Research 241 (2024): 117527, https://doi.org/10.1016/j.envres.2023.117527.
World Health Organization, “Public Health Advice during the Wildfires: How to Protect Your Health and Keep Safe,” diakses Agustus 2026.