Kondisi emosional seperti stres, cemas dan kebiasaan overthinking dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna, termasuk memperburuk gejala gastroesophageal reflux disease (GERD).
Secara medis, overthinking tidak secara langsung menyebabkan GERD. Namun, stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem saraf dan hormon tubuh yang berhubungan erat dengan fungsi saluran cerna.
"Banyak pasien datang dengan keluhan GERD yang sering kambuh saat sedang mengalami tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Karena itu, penanganan GERD tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pengelolaan stres yang baik," ujar dr. Fachrial Imam, Sp.PD dalam keterangan tertulis.
