Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatan

Hati-hati buat yang suka konsumsi daging babi mentah

Pernahkah kamu mengonsumsi daging babi mentah atau yang belum sepenuhnya matang? Nah, kalau kamu punya kebiasaan tersebut, pertimbangkan lagi, deh. Pasalnya, daging babi yang tidak diolah hingga benar-benar matang bisa menyebabkan beberapa risiko penyakit, seperti yersiniosis.

Yersiniosis adalah infeksi akibat bakteri Yersinia enterocolitica, yang disebarkan melalui konsumsi daging babi mentah atau setengah matang. Infeksi ini umum terjadi pada anak-anak, meski orang dewasa juga dapat mengembangkannya.

Untuk lebih memahaminya, mari simak ulasannya mulai dari gejala, penyebab, penularan, hingga pengobatan yersiniosis berikut ini.

1. Tanda dan gejala

Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatanilustrasi sakit perut akibat yersiniosis (freepik.com/jcomp)

Gejala yersiniosis bisa bervariasi tergantung usia orang yang terinfeksi. Pada anak-anak, gejala yang muncul mungkin termasuk demam, sakit perut, dan diare yang sering kali berdarah.

Sementara pada orang dewasa, gejala dapat berupa demam dan rasa sakit di perut sisi kanan, yang sering kali disalahartikan sebagai radang usus buntu.

Gejala biasanya mulai berkembang sekitar 4-7 hari setelah terinfeksi, yang bisa berlangsung selama 1-3 minggu atau lebih lama. Meski jarang, yersiniosis juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti ruam, nyeri sendi, atau penyebaran bakteri ke aliran darah.

2. Penularan

Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatanilustrasi daging mentah (pixabay.com/VartanMercadanti)

Bakteri Yersinia enterolitica adalah penyebab utama yersiniosis, meski kadang bisa juga disebabkan oleh bakteri Yersinia pseudotuberculosis. Jenis bakteri ini sering kali ditemukan pada babi, yang dianggap sebagai pembawa utama Yersinia dan sumber penularan paling umum pada manusia.

Yersinia dapat menginfeksi manusia dengan berbagai cara, seperti kontak langsung dengan organisme yang terinfeksi atau melalui makanan, minuman, maupun peralatan yang terkontaminasi. Paling umum, yersiniosis pada manusia terjadi karena konsumsi daging babi mentah atau setengah matang.

Penularan yersiniosis melalui kontak langsung bisa terjadi dari orang ke orang atau hewan ke orang. Misalnya melalui jabat tangan dengan orang yang tidak membersihkan tangannya setelah kontak dengan hewan terinfeksi. Lebih jarang, penularan ini juga bisa terjadi melalui transfusi darah.

Tak hanya pada babi, bakteri Yersinia juga dapat ditemukan pada susu atau air yang tidak diolah dengan baik. Mereka juga dapat ditemukan pada hewan lain termasuk hewan pengerat, kelinci, domba, sapi, anjing, dan kucing.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Infeksi COVID-19 Varian Omicron, Lakukan yuk!

3. Diagnosis dan pengobatan

Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatanilustrasi pengujian sampel (pexels.com/Gustavo Fring)

Yersiniosis umumnya didiagnosis melalui pemeriksaan tinja untuk mendeteksi ada atau tidaknya bakteri Yersinia. Organisme ini biasanya juga dapat ditemukan pada area lain, seperti tenggorokan, kelenjar getah bening, cairan sendi, urine, empedu, dan darah.

Sementara untuk pengobatan, yersiniosis merupakan kondisi yang bisa hilang dengan sendirinya dalam 1-3 minggu tanpa perlu pengobatan antibiotik. Namun, pada infeksi yang parah, pengobatan antibiotik biasanya digunakan.

4. Pencegahan

Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatanilustrasi memanggang daging (pexels.com/алекке-блажин)

Ada beberapa langkah yang bisa kamu praktikkan untuk mencegah yersiniosis, di antaranya:

  • Menghindari makan daging babi mentah atau setengah matang.
  • Mengonsumsi hanya susu dan produk susu yang telah dipasteurisasi, seperti keju, yoghurt, atau es krim.
  • Cuci tangan dan kuku dengan benar menggunakan sabun dan air sebelum makan dan menyiapkan makanan, terutama setelah berkontak dengan hewan atau menangani daging mentah.
  • Cuci tangan dengan benar sebelum menyentuh bayi atau mainan, dot, dan botol mereka.
  • Cuci tangan setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, atau menangani orang yang sedang diare.
  • Lakukan pemisahan peralatan dapur untuk memotong daging mentah dan produk segar untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Bersihkan semua peralatan memasak dengan sabun dan air panas setelah digunakan untuk mengolah daging mentah.
  • Masaklah daging secara matang menyeluruh, terutama daging babi.
  • Hindari minum air langsung dari sumber air dangkal, terutama yang berada dekat dengan lahan peternakan sapi, babi, atau kambing.
  • Buang kotoran hewan dengan cara yang bersih.

5. Kapan harus ke dokter?

Yersiniosis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pengobatanilustrasi pemeriksaan dokter (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Meski yersiniosis dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi segera temui dokter jika mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Memiliki banyak darah pada kotoran.
  • Sering muntah dan tidak bisa menahan makanan atau minuman apa pun.
  • Mengalami sakit perut.
  • Gejala memburuk dan tidak membaik dalam beberapa hari.
  • Mengalami dehidrasi yang ditandai dengan haus ekstrem, mulut kering, mata cekung, dan buang air kecil lebih jarang daripada biasanya.

Infeksi bakteri memang merupakan kondisi yang umum. Namun, ini bisa menyebabkan gejala yang mengganggu dan butuh penanganan yang berbeda-beda. Jika kamu memiliki tanda dan gejala yersiniosis dan pernah terpapar sumber potensial bakteri Yersinia, sebaiknya segera hubungi dokter.

Baca Juga: 20 Penyakit yang Bikin Berat Badan Turun Drastis, Bukan karena Diet!

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya