Saat liburan Idul Adha, meja makan dan kulkas di rumah diwarnai dengan olahan daging sapi, kambing, termasuk jeroan seperti hati, usus, paru, limpa, babat, hingga otak. Bagi sebagian orang, jeroan paling dinanti karena rasanya gurih, teksturnya khas, dan cocok diolah menjadi gulai, sate, sambal goreng, atau tongseng.
Di sisi lain, momen Idul Adha sering membuat pola makan berubah cukup drastis. Kalau biasanya pola makan sehari-hari kamu lebih sehat dan seimbang, saat perayaan ini kamu mungkin makan daging dan jeroan hampir setiap hari selama beberapa hari berturut-turut.
Dalam jumlah wajar, jeroan umumnya tidak perlu ditakuti karena mengandung nutrisi penting. Akan tetapi, jika kamu memakannya terus-menerus, efeknya bisa terasa pada metabolisme, kadar asam urat, dan kesehatan jantung.
