Jeroan masih bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan. Beberapa tips yang bisa kamu praktikkan:
Batasi frekuensi dan porsi. Tidak perlu makan jeroan setiap hari selama seminggu penuh.
Perbanyak sayur dan serat. Serat membantu metabolisme lemak dan menjaga kesehatan pencernaan.
Kurangi kuah santan berlebihan. Kombinasi jeroan dan santan pekat membuat asupan lemak makin tinggi.
Perbanyak minum air. Tubuh membutuhkan cairan cukup untuk membantu metabolisme dan ekskresi.
Pilih metode memasak yang lebih ringan. Merebus atau memanggang biasanya lebih baik dibanding menggoreng berulang kali.
Dengarkan sinyal tubuh. Jika muncul nyeri sendi, tekanan darah naik, atau gangguan pencernaan, tubuh mungkin sedang kesulitan menghadapi pola makan tersebut.
Idul Adha memang identik dengan makan bersama dan menikmati hidangan daging kurban. Masalah biasanya bukan pada satu kali makan, melainkan ketika kamu terus-terusan makan porsi besar, makanan yang dimakan mengandung lemak dan garam tinggi, dan minim nutrisi seimbang selama berhari-hari tanpa jeda.
Tubuh manusia sebenarnya adaptif, tetapi tetap punya batas. Jadi, tidak perlu takut menikmati jeroan sesekali, asalkan tetap diimbangi pola makan yang lebih seimbang dan tidak berlebihan.
Referensi
National Institutes of Health. “Dietary Cholesterol and Cardiovascular Risk.” Diakses Mei 2026.
Mayo Clinic. “Gout Diet: What’s Allowed, What’s Not.” Diakses Mei 2026.
World Health Organization. “Healthy Diet.” Diakses Mei 2026.
Bradley C. Johnston et al., “Unprocessed Red Meat and Processed Meat Consumption: Dietary Guideline Recommendations From the Nutritional Recommendations (NutriRECS) Consortium,” Annals of Internal Medicine 171, no. 10 (October 1, 2019): 756–64, https://doi.org/10.7326/m19-1621.
Hyon K. Choi et al., “Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men,” New England Journal of Medicine 350, no. 11 (March 10, 2004): 1093–1103, https://doi.org/10.1056/nejmoa035700.
U.S. Department of Agriculture. “FoodData Central.” Diakses Mei 2026.