Comscore Tracker

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisis

Infeksi ialah penyebab batuk darah yang paling umum

Hemoptisis didefinisikan sebagai keluarnya darah yang berasal dari paru-paru atau saluran bronkial akibat pendarahan paru atau bronkial. Hemoptisis diklasifikasikan sebagai hemoptisis non masif atau masif berdasarkan volume darah. Awam biasa menyebut kondisi ini sebagai batuk darah.

Ada berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab batuk berdarah dan kebanyakan membutuhkan perawatan medis yang konsisten. Di bawah ini telah dirangkum dari laman American Academy of Family Physicians dan Mayo Clinic sejumlah kondisi yang menyebabkan hemoptisis.

1. Infeksi

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi batuk (freepik.com/jcomp)

Infeksi ialah penyebab hemoptisis paling umum, yaitu menyumbang 60 sampai 70 persen dari seluruh kasus. Ini karena infeksi dapat menyebabkan peradangan pada permukaan mukosa dan edema yang bisa memicu pecahnya pembuluh darah superfisial.

Bakteri invasif, seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, atau jamur seperti spesies Aspergillus adalah penyebab infeksi paling umum dari hemoptisis. Virus seperti influenza juga dapat menyebabkan hemoptisis berat. Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) menyebabkan seseorang rentan terhadap kondisi yang dapat menyebabkan hemoptisis.

2. Kanker

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi berkonsultasi dengan dokter (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kanker, utamanya kanker paru-paru merupakan penyebab lainnya dari kasus hemoptisis. Karsinoma bronkogenik adalah kanker paru-paru umum yang bertanggung jawab atas hemoptisis pada 5 hingga 44 persen dari semua kasus.

Kanker payudara, ginjal, dan usus besar juga berpotensi menyebabkan metastasis paru-paru. Hanya saja, metastasis paru-paru jarang menyebabkan perdarahan.

3. Tuberkulosis

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau HemoptisisIlustrasi TBC (www.myupchar.com via Wikimedia.org)

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang memengaruhi paru-paru, menular, dan berpotensi serius. Bakteri penyebab TBC menyebar di antara individu melalui percikan yang dilepaskan ke udara saat pasien TBC batuk dan bersin.

Ada dua jenis TBC, yaitu:

  • TBC laten: ini adalah kondisi saat individu terinfeksi TBC, tetapi bakteri di dalam tubuh tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. TBC ini sebenarnya tidak menular, tetapi TBC laten dapat berubah menjadi TBC aktif, sehingga pengobatan tetaplah penting.
  • TBC aktif: kondisi ini membuat pasien menunjukkan gejala sakit dan dapat menyebar ke orang lain. Hal ini dapat terjadi dalam hitungan minggu atau tahun setelah individu terinfeksi bakteri TBC.

Tanda dan gejala TB aktif meliputi:

  • Batuk selama tiga minggu atau lebih
  • Batuk berdarah
  • Nyeri dada
  • penurunan berat badan yang tidak diinginkan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Keringat di malam hari
  • Panas dingin
  • Kehilangan selera makan

Baca Juga: Cara Mengobati Penyakit TBC secara Alami dan Cepat, Pakai 6 Bahan Ini

4. Granulomatosis dengan poliangiitis

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi batuk (freepik.com/8photo)

Granulomatosis dengan poliangiitis ialah gangguan kesehatan berupa inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah di hidung, tenggorokan, paru-paru, dan ginjal.

Gangguan kesehatan ini juga disebut sebagai granulomatosis Wegener dan merupakan salah satu kelompok gangguan pembuluh darah yang disebut vaskulitis. Kondisi ini memperlambat aliran darah ke beberapa organ. Akibatnya, jaringan yang terdampak dapat mengembangkan area peradangan yang disebut granuloma, yang memengaruhi cara kerja berbagai organ.

Gejala granulomatosis dengan poliangiitis di antaranya:

  • Adanya kerak dari hidung, hidung tersumbat, infeksi sinus, dan mimisan
  • Batuk, kadang disertai dahak berdarah
  • Sesak napas
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Mati rasa di anggota badan, jari tangan atau kaki
  • Penurunan berat badan
  • Adanya darah pada urine
  • Mata kemerahan, terbakar atau nyeri, dan masalah penglihatan
  • Radang telinga dan masalah pendengaran

5. Emboli paru

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi sesak napas (freepik.com/freepik)

Emboli paru adalah kondisi yang ditandai dengan penyumbatan di salah satu arteri pulmonalis di paru-paru. Pada kebanyakan kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah yang mengalir ke paru-paru dari vena dalam di kaki atau bagian tubuh lain. 

Terhalangnya aliran darah menuju paru-paru tentu saja dapat mengancam jiwa. Namun, pertolongan medis segera dapat sangat mengurangi risiko kematian.

Gejala emboli paru bermacam-macam, tergantung pada bagaimana kondisi individu yang terkena. Namun, gejala umum emboli paru meliputi:

  • Sesak napas: sesak napas sering kali muncul secara tiba-tiba dan memburuk jika seseorang beraktivitas.
  • Sakit dada: rasa sakitnya sering tajam dan terasa saat individu menarik napas dalam-dalam. Itu juga bisa dirasakan ketika individu batuk atau membungkuk.
  • Batuk: sering kali batuk disertai dengan dahak berdarah atau berlumuran darah.

6. Stenosis katup mitral

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi sesak napas (freepik.com/freepik)

Stenosis katup mitral merupakan kondisi yang ditandai dengan penyempitan katup mitral jantung. Ini adalah kondisi saat katup tidak terbuka dengan benar, yang menghalangi aliran darah ke ruang pemompaan utama jantung, yaitu ventrikel kiri. Stenosis katup mitral dapat membuat individu merasa lelah dan sesak napas.

Penyebab utama stenosis katup mitral adalah infeksi yang berhubungan dengan bakteri strep. Gejala yang mungkin dialami individu dengan stenosis katup mitral meliputi:

  • Sesak napas
  • Kelelahan saat melakukan aktivitas yang cukup berat
  • Kaki bengkak
  • Sensasi detak jantung yang cepat, dan berdebar
  • Nyeri dada
  • Batuk berdarah
  • Pusing atau pingsan

7. PPOK

7 Kondisi Menjadi Penyebab Batuk Berdarah atau Hemoptisisilustrasi batuk (pexels.com/Vlada Karpovich)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah masalah kesehatan yang menyebabkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Gejala PPOK meliputi kesulitan bernapas, batuk, produksi lendir, dan mengi. Individu dengan PPOK mengalami peningkatan risiko terkena penyakit jantung, kanker paru-paru, dan berbagai kondisi lainnya.

Kendati PPOK adalah penyakit progresif yang memburuk dari waktu ke waktu, tetapi kabar baiknya kondisi ini dapat diobati. Dengan manajemen yang tepat, gejala PPOK dapat dikendalikan dan pasien mempunyai kualitas hidup yang baik.

Demikianlah beberapa penyebab batuk berdarah atau hemoptisis. Meskipun ini sering dipicu oleh kondisi yang kronis, tapi kamu tidak perlu panik. Penanganan yang tepat dapat mengendalikan atau bahkan menyembuhkan kondisi yang melatarbelakangi batuk berdarah.

Baca Juga: Bikin Makin Parah, 5 Makanan Ini Wajib Dihindari saat Sedang Batuk

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya