“Long-Term Consumption of Sugar-Sweetened and Artificially Sweetened Beverages and Risk of Mortality in US Adults.” Circulation. Diakses Maret 2026.
“Sugary Drink Consumption and Risk of Cancer: Results from the NutriNet-Santé Prospective Cohort.” The BMJ. Diakses Maret 2026.
“Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Bone Health: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Nutrition Journal. Diakses Maret 2026.
“Sugary Drinks and Their Impact on Health.” Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Maret 2026.
Bolehkah Minum Soda saat Buka Puasa? Ini Risiko yang Jarang Disadari

Begitu azan magrib berkumandang, minuman segar sering menjadi pilihan pertama untuk melepas dahaga, termasuk soda. Sensasi dingin dengan gelembung karbonasinya memang terasa menyegarkan setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, pertanyaannya, bolehkah minum soda saat buka puasa?
Meski terasa menyegarkan, minuman bersoda ternyata memiliki beberapa efek yang perlu diperhatikan, terutama bagi sistem pencernaan yang baru kembali bekerja setelah berpuasa. Jika dikonsumsi tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh, soda bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga gangguan pencernaan. Sebelum menjadikannya menu buka puasa, yuk pahami dulu risiko minum soda saat buka puasa agar kamu bisa memilih minuman yang lebih bijak.
1. Kandungan gula dalam soda yang cukup tinggi

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari minuman bersoda adalah kandungan gulanya yang cukup tinggi. Dalam satu kaleng soda, jumlah gula dapat mencapai beberapa sendok teh yang jika diminum sekaligus bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Saat berbuka puasa, tubuh memang membutuhkan energi, tetapi lonjakan gula yang terlalu drastis juga tidak selalu baik bagi metabolisme tubuh.
Kondisi ini bisa membuat tubuh cepat merasa kenyang, tetapi energi yang dihasilkan tidak bertahan lama. Selain itu, konsumsi gula berlebih secara rutin juga berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas atau gangguan metabolik. Karena itu, minuman bersoda sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama saat berbuka puasa.
2. Karbonisasi dapat memicu rasa tidak nyaman di perut

Soda dikenal sebagai minuman berkarbonasi yang menghasilkan gelembung gas saat dikonsumsi. Setelah seharian menahan lapar dan haus, perut berada dalam keadaan kosong sehingga lebih sensitif terhadap asupan yang masuk. Akibatnya, gelembung gas dari minuman bersoda bisa memicu sensasi perut kembung atau terasa penuh.
Jika diminum terlalu cepat saat berbuka, perut bisa terasa penuh meskipun belum banyak mengonsumsi makanan. Kondisi ini dapat membuat proses makan menjadi kurang nyaman dan bahkan memicu sendawa berlebihan. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan respon tubuh sebelum menjadikan soda sebagai minuman berbuka.
3. Dapat memengaruhi kesehatan pencernaan

Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi setelah berpuasa seharian. Ketika langsung mengonsumsi minuman bersoda, kandungan asam di dalamnya bisa memicu iritasi ringan pada lambung bagi sebagian orang. Hal ini terutama dirasakan oleh mereka yang memiliki masalah lambung sensitif.
Perut bisa terasa perih atau kurang nyaman jika soda dikonsumsi ketika belum ada makanan yang masuk. Di sisi lain, minuman bersoda juga tidak memberikan asupan nutrisi penting yang diperlukan tubuh setelah berpuasa. Karena itu, sebaiknya soda tidak dikonsumsi terlalu sering dan tidak dijadikan minuman utama saat berbuka.
4. Tidak membantu menggantikan cairan tubuh secara optimal

Setelah berpuasa sepanjang hari, tubuh sebenarnya membutuhkan cairan yang cukup untuk kembali terhidrasi dengan baik. Air putih atau minuman alami biasanya lebih efektif membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Sebaliknya, soda lebih banyak mengandung gula, pemanis, dan karbonasi yang tidak selalu membantu proses hidrasi.
Bahkan, beberapa jenis soda juga mengandung kafein yang dapat membuat rasa haus muncul kembali. Jika diminum secara berlebihan, minuman ini tentu kurang efektif untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah seharian berpuasa. Karena itu, lebih baik mengutamakan air putih atau minuman yang lebih sehat saat berbuka.
5. Soda masih boleh diminum sesekali, asalkan tidak berlebihan

Pada dasarnya, minum soda saat buka puasa tidak sepenuhnya dilarang selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Sesekali menikmati minuman bersoda mungkin tidak menjadi masalah bagi sebagian orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan tertentu. Namun, penting untuk tetap memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsinya.
Sebaiknya berbuka diawali dengan air putih atau camilan ringan yang ramah bagi pencernaan. Setelah kebutuhan cairan awal terpenuhi, minuman lain bisa diminum secukupnya. Dengan langkah ini, tubuh tetap terhidrasi dengan baik sekaligus menjaga kesehatan.
Minuman bersoda memang terasa menyegarkan saat berbuka, tetapi konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Tubuh yang baru saja selesai berpuasa membutuhkan asupan yang lebih ramah bagi pencernaan dan mampu membantu proses hidrasi dengan baik. Dengan memilih minuman secara bijak, momen buka puasa tidak hanya terasa nikmat, tetapi juga tetap menyehatkan bagi tubuh.
Referensi









![[QUIZ] Pilih Hidangan Lebaran, Cek Lama Lari yang Dibutuhkan untuk Membakarnya](https://image.idntimes.com/post/20250328/perbedaan-lebaran-umur-20an-vs-30an-perbedaan-vibes-lebaran-makanan-lebaran-9cde86371d7fc78c91ae80a6ffab250e-bf066f9a713e2d9c0282863278694f95.jpg)







![[QUIZ] Pilih Hidangan Lebaran Favoritmu, Kami Tahu Risiko Kesehatannya](https://image.idntimes.com/post/20250330/1000304607-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-fb2da4194e8014b2406ba70de06f554b.jpg)