- Telur.
- Produk susu rendah lemak.
- Tahu dan tempe.
10 Cara Efektif Mencegah Asam Urat Tinggi saat Lebaran

Makanan tinggi purin seperti jeroan dan daging merah perlu dibatasi.
Hidrasi dan pola makan seimbang berperan besar menjaga kadar asam urat.
Gaya hidup selama Lebaran (makan berlebih, kurang gerak) bisa memicu kambuh.
Momen Lebaran biasanya akan diramaikan dengan berbagai makanan khas Idulfitri, seperti gulai, opor, dan makanan manis. Dalam suasana berkumpul bersama keluarga, pola makan sering berubah drastis, dari yang sebelumnya terkontrol menjadi lebih bebas.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat asam urat, perubahan ini bisa menjadi pemicu kambuhnya nyeri sendi. Kadar asam urat yang meningkat dalam darah dapat membentuk kristal di sendi dan menyebabkan peradangan yang sangat nyeri.
Kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah dengan strategi yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah asam urat tinggi saat Lebaran.
1. Batasi makanan tinggi purin
Purin adalah senyawa yang dipecah menjadi asam urat dalam tubuh.
Makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan beberapa seafood dapat meningkatkan kadar asam urat.
2. Jangan makan berlebihan sekaligus

Makan dalam jumlah besar meningkatkan produksi asam urat secara mendadak.
Pola makan berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan risiko serangan gout.
Gout adalah radang sendi (artritis) akibat penumpukan kristal asam urat; biasanya menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan pada satu sendi (sering jempol kaki) dan perlu penanganan medis jika kambuh atau sering terjadi.
3. Perbanyak minum air putih
Air membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine.
Jadi, penting untuk memastikan hidrasi tubuh guna menjaga fungsi ginjal dan mencegah penumpukan asam urat.
4. Batasi minuman manis
Minuman tinggi fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat.
Konsumsi gula tambahan berlebih berkaitan dengan berbagai gangguan metabolik, termasuk gout.
5. Pilih protein rendah purin

Tidak semua protein harus dihindari.
Alternatif yang lebih aman yang bisa kamu pilih meliputi:
Studi menunjukkan bahwa produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan risiko gout.
6. Hindari alkohol berlebihan
Alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan produksi asam urat dan menghambat pengeluarannya.
Alkohol merupakan salah satu pemicu utama serangan gout.
7. Tetap aktif selama Lebaran
Kurang gerak memperlambat metabolisme tubuh.
Aktivitas ringan seperti jalan santai membantu menjaga keseimbangan metabolisme dan mencegah lonjakan asam urat.
8. Jaga berat badan tetap stabil

Kenaikan berat badan cepat dapat meningkatkan kadar asam urat.
Penelitian menunjukkan bahwa obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko gout dan hiperurisemia.
9. Konsumsi buah yang aman
Beberapa buah diketahui dapat membantu menurunkan risiko serangan gout.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ceri berkaitan dengan penurunan risiko serangan gout.
10. Kenali batas tubuhmu

Setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap makanan tertentu.
Mencatat makanan yang memicu gejala bisa membantu kamu menghindari kambuh di masa depan.
Menjaga kadar asam urat saat Lebaran bukan berarti harus menghindari semua makanan enak. Kuncinya adalah keseimbangan. Pilih dengan bijak, atur porsi, dan tetap menjaga pola hidup sehat. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati Lebaran tanpa khawatir nyeri sendi mengganggu.
Referensi
Mayo Clinic. “Gout Diet: What’s Allowed, What’s Not.” Diakses Maret 2026.
Hyon K. Choi et al., “Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men,” New England Journal of Medicine 350, no. 11 (March 10, 2004): 1093–1103, https://doi.org/10.1056/nejmoa035700.
National Kidney Foundation. “Uric Acid and Kidney Health.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Added Sugars.” Diakses Maret 2026.
American College of Rheumatology. “Gout.” Diakses Maret 2026.
Yanyan Zhu, Bhavik J. Pandya, and Hyon K. Choi, “Prevalence of Gout and Hyperuricemia in the US General Population: The National Health and Nutrition Examination Survey 2007-2008,” Arthritis & Rheumatism 63, no. 10 (July 28, 2011): 3136–41, https://doi.org/10.1002/art.30520.
Yuqing Zhang et al., “Cherry Consumption and Decreased Risk of Recurrent Gout Attacks,” Arthritis & Rheumatism 64, no. 12 (September 30, 2012): 4004–11, https://doi.org/10.1002/art.34677.




![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lebaran, Kami Tahu Kecenderungan NPD dalam Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20260319/tren-ingin-kabur-saat-lebaran-mestinya-jadi-renungan_b9be83fe-6f16-41d0-8b73-932e3a33441d.jpeg)



![[QUIZ] Latihan Kardio Pilihanmu Bisa Ungkap Siapa Dirimu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20250717/5593_035c0cfe-bc9b-4152-a4fa-a826ddc77043.jpg)







![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Tes dengan Tebak Member CORTIS](https://image.idntimes.com/post/20251201/1000160253_f4071eb6-6aa0-408f-a674-0a5406a62797.jpg)


