ilustrasi mencuci tangan (pexels.com/Kaboompics.com)
Supaya terhindar dari penyakit akibat bakteri Salmonella dan E. coli, penting untuk menjaga kebersihan dan hati-hati saat mengolah makanan. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:
- Cuci tangan secara menyeluruh
Pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, mengganti popok, atau setelah menyentuh hewan dan membersihkan kotorannya. Kebiasaan sederhana ini bisa jadi benteng utama mencegah infeksi.
- Masak makanan sampai matang sempurna
Masak daging, terutama daging giling seperti hamburger, hingga benar-benar matang dengan suhu minimal 71 derajat Celsius. Ada baiknya gunakan termometer makanan untuk memastikan kematangannya karena warna daging bukan patokan akurat. Selain itu, hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, termasuk dalam adonan kue atau es krim buatan sendiri.
- Hindari produk susu dan minuman yang tidak dipasteurisasi
Selalu pilih susu, keju, jus, atau cider yang sudah dipasteurisasi. Produk yang tidak dipasteurisasi berisiko membawa bakteri berbahaya. Pastikan juga labelnya jelas atau pilih produk dalam kemasan yang disimpan pada suhu ruang karena umumnya sudah melalui proses pasteurisasi.
- Cuci bersih buah dan sayuran segar
Cuci buah dan sayuran segar di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi jumlah bakteri. Sayuran berdaun seperti selada dan bayam rentan jadi tempat menempelnya bakteri. Jadi, pastikanmencucinya dengan ekstra hati-hati, ya.
- Cegah kontaminasi silang di dapur
Gunakan talenan dan peralatan berbeda untuk daging mentah dan sayuran. Jangan lupa mencuci alat masak, pisau, dan permukaan dapur dengan air sabun panas setelah digunakan. Hindari meletakkan makanan matang di atas permukaan yang sebelumnya dipakai untuk bahan mentah.
- Simpan makanan dengan benar
Segera dinginkan makanan maksimal 2 jam setelah dimasak. Simpan daging mentah di rak paling bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke makanan lain. Jangan biarkan makanan terlalu lama di suhu ruang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri.
Penyakit karena bakteri Salmonella dan E. coli bisa dicegah dengan langkah sederhana. Jadi, kenali gejalanya dan jaga selalu kebersihanmu, ya.
Referensi
"Salmonella infection". Mayo Clinic. Diakses Mei 2025.
"Salmonella". Cleveland Clinic. Diakses Mei 2025.
"E. coli Infection". Cleveland Clinic. Diakses Mei 2025.
"E. coli". Mayo Clinic. Diakses Mei 2025.
Apa saja gejala umum jika terinfeksi kedua bakteri ini? | Gejala umumnya meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, kram atau nyeri perut yang hebat, diare (bisa sampai berdarah pada kasus E. coli), demam, serta lemas atau kelelahan akibat dehidrasi. |
Bagaimana bakteri Salmonella dan E. coli bisa menular ke manusia? | Penularan utama terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti daging/telur mentah atau kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi, serta buah dan sayur yang tidak dicuci bersih. |
Bagaimana cara mencegah kontaminasi silang bakteri di dapur? | Gunakan talenan dan peralatan dapur yang berbeda untuk daging mentah dan sayuran. Selalu cuci bersih alat masak, pisau, dan permukaan dapur dengan air sabun panas setelah digunakan, serta jangan meletakkan makanan matang di wadah bekas bahan mentah. |
Apa perbedaan utama antara infeksi Salmonella dan E. coli? | Meskipun keduanya menyerang saluran pencernaan lewat makanan/minuman yang terkontaminasi, Salmonella sering berasal dari daging ayam atau telur mentah dan menyebabkan gejala hingga seminggu lebih. Sementara itu, strain E. coli berbahaya seperti O157:H7 menghasilkan racun Shiga yang bisa memicu diare berdarah hingga komplikasi fatal seperti gagal ginjal. |