Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
H3N2 Subclade K Terdeteksi di 13 Provinsi, Ini Sebarannya
ilustrasi virus influenza (unsplash.com/CDC)
  • H3N2 subclade K alias super flu tercatat di 13 provinsi dengan total 76 deteksi dalam laporan pengawasan Kementerian Kesehatan.

  • Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan jumlah deteksi terbanyak, masing-masing 18 kasus.

  • Belum ada bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih parah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebanyak 76 deteksi H3N2 subclade K tercatat dalam laporan pengawasan influenza dan COVID-19 yang diperbarui Kementerian Kesehatan pada 19 September 2026. Virus tersebut ditemukan di 13 provinsi di Indonesia.

Istilah “super flu” yang beredar di masyarakat merujuk secara informal pada influenza A(H3N2) subclade K. Super flu bukan klasifikasi resmi dari badan kesehatan dunia.

Secara ilmiah, subclade K merupakan salah satu cabang genetik dari virus influenza A(H3N2).

1. Jawa Timur dan Kalimantan Selatan memiliki deteksi terbanyak

Berdasarkan grafik sebaran dalam laporan Kemenkes, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi dua provinsi dengan jumlah deteksi tertinggi, masing-masing 18 kasus atau sekitar 24 persen dari total yang tercatat.

Sebarannya sebagai berikut:

Provinsi 

Jumlah deteksi

Jawa Timur

18

Kalimantan Selatan

18

Jawa Barat

12

DKI Jakarta 

11

Sumatra Selatan

5

Sumatra Utara

3

Bali

2

Nusa Tenggara Timur

2

Nusa Tenggara Barat

1

Sulawesi Utara

1

Jawa Tengah

1

Sulawesi Selatan

1

DI Yogyakarta

1

Data tersebut berasal dari sistem surveilans. Angka 76 merupakan jumlah deteksi yang ditemukan melalui pemeriksaan pada fasilitas dan laboratorium yang terlibat dalam pemantauan influenza. Jumlah infeksi sebenarnya di masyarakat dapat berbeda karena tidak semua orang yang mengalami gejala flu menjalani pemeriksaan molekuler atau pengurutan genetik.

2. Apa Itu H3N2 subclade K?

ilustrasi virus influenza (pexels.com/CDC)

Influenza A(H3N2) adalah salah satu virus flu musiman yang terus mengalami perubahan genetik. Salah satu cabangnya, J.2.4.1 atau subclade K, pertama kali diidentifikasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada 2025.

Subclade ini memiliki perubahan pada protein hemaglutinin di permukaan virus, sehingga berbeda secara antigenik dari beberapa virus H3N2 yang sebelumnya beredar.

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat. Namun, virus ini tetap dipantau karena telah menyebar luas dan berbeda dari beberapa strain vaksin musim sebelumnya.

Pada musim influenza 2025–2026, subclade K bahkan mendominasi sebagian besar sampel H3N2 di Eropa. Meski dikaitkan dengan awal musim flu yang lebih cepat dan wabah yang lebih intens, tetapi vaksin tetap menunjukkan perlindungan terhadap penyakit berat.

3. Deteksi subclade K tidak berarti semua kasus flu berat

Laporan Kemenkes menempatkan aktivitas influenza secara keseluruhan dalam kategori rendah. Pada minggu ke-36, dari 185 spesimen yang diperiksa, ditemukan 86 spesimen positif influenza. Sebanyak 76 di antaranya merupakan influenza A(H1N1)pdm09, 8 influenza A(H3N2), dan 2 influenza B Victoria.

Keberadaan super flu perlu dipahami sebagai temuan surveilans yang harus dipantau, bukan sebagai tanda bahwa seluruh Indonesia sedang mengalami wabah flu berat.

4. Vaksin dan perlindungan tetap penting

Meski perubahan antigenik dapat mengurangi perlindungan terhadap infeksi ringan, tetapi vaksin influenza tetap membantu menurunkan risiko penyakit berat, rawat inap, dan kematian.

Analisis dari 19 negara Eropa juga menunjukkan bahwa vaksin masih memberikan perlindungan selama subclade K mendominasi, terutama pada anak-anak.

Masyarakat tetap dianjurkan menerapkan langkah pencegahan dasar, terutama ketika sedang mengalami gejala flu:

  • Menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan.

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

  • Mencuci tangan dengan sabun.

  • Beristirahat di rumah dan menghindari kontak dekat ketika sedang sakit.

  • Segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk atau tidak membaik setelah beberapa hari.

Perhatian khusus diperlukan pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta karena mereka lebih berisiko mengalami komplikasi.

Surveilans tetap penting karena virus influenza terus berubah. Hingga kini, H3N2 subclade K atau yang sering disebut super flu telah terdeteksi di 13 provinsi Indonesia. Namun, belum ada bukti bahwa virus ini menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding influenza musiman lainnya. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan tanpa khawatir berlebihan.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “2025–2026 Flu Season.” diakses September 2026.

Hetherington-Rauth, Molly C., Van Nguyen, Emily Washeleski, Kevin Castro Vital, Gabrielle Lequia, Deborah Aragon, Nisha B. Alden, et al. “Early-Season Detection of Influenza A(H3N2) Subclade K in Wastewater, Colorado, USA, 2025–2026.” Emerging Infectious Diseases 32, no. 13 (2026): 66–70. https://doi.org/10.3201/eid3213.260431.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 19 Sep (Minggu ke-37). September 19, 2026.

Lucaccioni, Heloise, Diogo F. Marques, Freja Kirsebom, et al. “Influenza Vaccine Effectiveness from Nine Studies during Drifted A(H3N2) Subclade K Predominance, Europe, September 2025 to January 2026.” Eurosurveillance 31, no. 7 (2026): 2600109. https://doi.org/10.2807/1560-7917.ES.2026.31.7.2600109.

Scarvaglieri, Irene, Maria Antonia De Francesco, Maria Alberti, et al. “Influenza A(H3N2) Subclade K: Epidemiology, Molecular Evolution and Vaccine Effectiveness in Europe.” Pathogens 15, no. 5 (2026): 474. https://doi.org/10.3390/pathogens15050474.

World Health Organization. “Seasonal Influenza—Global Situation.” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article