“A Comprehensive Review of Influenza B Virus, Its Biological and Clinical Aspects.” Frontiers in Microbiology. Diakses September 2026.
“Influenza.” Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine. Diakses September 2026.
“Influenza.” Medical Microbiology. Diakses September 2026.
“Influenza (seasonal).” World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.
“How can I avoid getting the flu?” World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.
Influenza A vs. Influenza B, Ini Perbedaan dan Gejalanya!

- Influenza A dan B sama-sama memicu flu musiman dengan gejala mirip, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, dan pegal; pemeriksaan diperlukan untuk membedakannya.
- Influenza A memiliki subtipe berdasarkan protein H dan N, dapat menginfeksi manusia serta hewan, dan mengalami antigenic shift; Influenza B diklasifikasikan menurut garis keturunan.
- Keduanya dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko. Pencegahan mencakup vaksinasi musiman, kebersihan tangan, dan menghindari kontak dekat saat sakit.
Pernah dengar Influenza A dan Influenza B, tapi masih bingung apa sebenarnya yang membedakan penyakit ini? Keduanya sama-sama bisa menyebabkan flu pada manusia dan gejalanya pun sekilas mirip, mulai dari demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga badan terasa pegal. Meski begitu, Influenza A dan B berasal dari kelompok virus yang berbeda dan punya karakteristik masing-masing, lho.
Sekilas gejalanya memang bisa terasa mirip, jadi membedakan keduanya hanya dari apa yang dirasakan tubuh juga gak selalu mudah. Influenza A memiliki beberapa subtipe, seperti A (H1N1) dan A(H3N2), sedangkan Influenza B dibedakan berdasarkan garis keturunan virus atau lineage. Nah, biar gak cuma tahu dari namanya, yuk, simak perbedaan Influenza A dan Influenza B serta gejalanya!
1. Influenza A dan B sama-sama bisa menyebabkan flu

ilustrasi batuk (magnific.com/8photo) Kalau lagi demam, batuk, pilek, serta merasa nyeri di tubuh, rasanya sulit untuk menentukan apakah itu disebabkan oleh Influenza A atau B hanya berdasarkan gejalanya. Kedua virus ini menyebabkan flu musiman pada manusia dan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri tubuh. Oleh karena itu, hanya dengan melihat gejala, tidaklah gampang untuk membedakan antara keduanya.
Flu juga dapat muncul secara tiba-tiba dan tingkat keparahannya bisa bervariasi antara setiap orang. Beberapa orang mungkin mengalami gejala ringan yang hilang dalam beberapa hari, tetapi influenza juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, termasuk pneumonia. Mengingat gejalanya serupa dengan infeksi sistem pernapasan lainnya, diperlukan pemeriksaan untuk memastikan apa penyebab yang mendasarinya.
2. Influenza A punya subtipe, sedangkan influenza B punya lineage

ilustrasi influenza A (magnific.com/benzoix) Perbedaan yang mencolok sebenarnya terletak pada cara kedua virus ini dikategorikan. Influenza A dikelompokkan berdasarkan kombinasi protein permukaan hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N), sehingga terbentuk nama-nama seperti A(H1N1) dan A(H3N2) yang mungkin sudah kamu dengar. Sementara itu, Influenza B tidak dibedakan menjadi subtipe, melainkan dikategorikan menurut lineage atau garis keturunan.
Influenza A juga memiliki karakteristik yang lebih bervariasi karena dapat menginfeksi manusia dan berbagai hewan. Mutasi pada virus A dapat terjadi melalui antigenic drift, sedangkan perubahan besar yang dikenal dengan antigenic shift hanya terjadi pada Influenza A dan berhubungan dengan munculnya virus influenza yang baru. Karakteristik inilah yang menjadikan Influenza A memiliki peranan signifikan dalam kemunculan pandemik influenza.
3. Gejalanya mirip, jadi gak bisa dibedakan hanya dari rasa sakit

ilustrasi sakit kepala (magnific.com/jcomp) Ketika tubuh mulai menggigil, kepala terasa berat, diikuti oleh batuk dan rasa pegal-pegal, kita mungkin langsung menyebutnya "flu." Sebenarnya, gejala tersebut bisa muncul akibat infeksi Influenza A atau B, termasuk demam atau rasa meriang, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, dan kelelahan. Bahkan, gak semua orang yang terjangkit influenza mengalami demam.
Karena gejalanya saling tumpang tindih, membedakan Influenza A serta B hanya berdasarkan keluhan sehari-hari jelas gak cukup akurat. Ada tes tertentu yang dapat digunakan untuk mendeteksi influenza dan membantu dalam menentukan apakah seseorang terinfeksi virus tersebut. Jadi, apabila gejalanya cukup parah atau tidak kunjung membaik, lebih baik mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan medis ketimbang berasumsi mengenai jenis virusnya sendiri.
4. Influenza Adan B sama-sama dapat menyebabkan penyakit serius

ilustrasi memakai masker saat sakit (freepik.com/freepik) Ada keyakinan bahwa salah satu tipe influenza pasti selalu lebih ringan, padahal tingkat keparahannya gak bisa ditentukan hanya berdasarkan jenis infeksinya, A atau B. Keduanya dapat menimbulkan penyakit dari yang ringan hingga berat, dan risiko komplikasi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi serta faktor risiko yang dimiliki masing-masing orang. Jadi, jangan berpikir bahwa Influenza B otomatis lebih ringan hanya karena namanya berbeda.
Risiko untuk mengalami komplikasi akibat influenza lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti lansia, anak kecil, ibu hamil, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Komplikasi yang mungkin terjadi termasuk pneumonia, infeksi telinga atau sinus, dan memburuknya kondisi kronis yang sudah ada sebelumnya. Kalau ada tanda-tanda darurat seperti kesulitan bernapas atau nyeri dada, jangan menunda untuk mencari bantuan medis.
5. Pencegahan influenza A dan B pada dasarnya sama

ilustrasi melakukan vaksin (freepik.com/tirachardz) Meskipun jenis virusnya berbeda, langkah pencegahannya tetap berfokus pada mengurangi risiko terinfeksi dan menularkan influenza. Vaksinasi influenza dapat membantu menurunkan risiko terkena flu dan komplikasi serius, sementara menjaga kebersihan tangan serta menghindari kontak dekat ketika sedang sakit juga penting. Jadi, gak perlu terlalu pusing membedakan A atau B untuk mulai menjaga diri dari flu, lho.
Vaksin influenza musiman dirancang untuk membantu melindungi tubuh dari virus influenza A dan B yang diperkirakan beredar. Karena virus influenza terus berubah, komposisi vaksinnya juga bisa diperbarui dari waktu ke waktu agar tetap sesuai dengan virus yang sedang beredar. Nah, selain vaksinasi, menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga penting untuk mengurangi risiko tertular.
Influenza A dan Influenza B memang sama-sama bisa bikin tubuh drop, tetapi keduanya memiliki karakteristik virus yang berbeda. Gejalanya juga bisa sangat mirip, sehingga jenis influenza gak bisa dipastikan hanya dari keluhan yang dirasakan, lho. Nah, kalau mulai muncul gejala flu, kenali kondisinya dan jangan ragu mencari bantuan medis bila keluhan terasa berat atau mengkhawatirkan.
Referensi





















