Selain memastikan kesehatan anak, IDAI juga mengingatkan orang tua untuk bijak dalam memilih destinasi selama libur Lebaran. Dokter Piprim menyarankan agar keluarga lebih memilih tempat wisata di dalam ruangan (indoor) untuk mengurangi risiko paparan cuaca buruk dan keramaian yang berlebihan.
"Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains atau edukasi interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian yang berlebihan. Hindari lokasi yang rawan banjir, longsor, atau memiliki akses jalan licin,” saran Dr. Piprim.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian dan memastikan kondisi anak fit sebelum memulai perjalanan. Jika cuaca tidak mendukung, sebaiknya siapkan rencana aktivitas alternatif agar anak tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.
Untuk perjalanan darat yang cukup panjang, orang tua juga dapat menyiapkan hiburan sederhana seperti playlist lagu anak atau dongeng audio.
Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, IDAI merekomendasikan perlengkapan berikut:
P3K keluarga: Parasetamol, obat antimabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.
Dokumen penting: Kartu Identitas Anak (Akta Kelahiran/Kartu Keluarga/paspor), tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, surat izin dari pasangan (jika bepergian sendiri), serta daftar nomor darurat (rumah sakit terdekat di jalur mudik).
Perlengkapan cuaca: Jaket, jas hujan/payung, alas kaki anti selip, dan pakaian ganti.
Bekal dan hiburan: Camilan sehat (buah potong, telur rebus, omelet, biskuit), botol minum sendiri, serta mainan atau buku untuk mengalihkan kebosanan anak.
Dengan persiapan matang, perjalanan mudik bersama anak akan lebih aman dan menyenangkan. Rekomendasi dari IDAI ini diharapkan dapat membantu orang tua menjaga kesehatan dan kenyamanan anak, sehingga momen libur Lebaran bersama keluarga akan berkesan dan bebas dari ancaman penyakit.