Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Meski akselerasi terus berjalan, tetapi tantangan pemenuhan kebutuhan dokter jantung masih besar. Berdasarkan proyeksi tahun 2026, Indonesia butuh 6.801 dokter Sp.JP. Sementara itu, jumlah yang tersedia saat ini baru mencapai 1.639, sehingga masih ada defisit sebanyak 5.162 tenaga spesialis.
Selain jumlah yang masih terbatas, pemerataan spesialis pun menjadi tantangan. Sebanyak 63,8 persen dokter Sp.JP masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Guna mempercepat peningkatan kompetensi, Kemenkes juga secara rutin mengirim dokter spesialis mengikuti program fellowship jantung di luar negeri.
Hingga saat ini, sebanyak 98 dokter telah dikirim ke China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, 58 dokter telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di Indonesia. Dalam waktu dekat, 10 dokter Sp.JP tambahan juga akan diberangkatkan.