Comscore Tracker

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresi

Sekali pun hubungan itu bahagia, bisa jadi pemicu depresi

Hubungan percintaan dan gangguan suasana hati (depresi) bisa saling berhubungan. Tidak jarang, hubungan percintaan bisa memicu depresi pada diri seseorang. Istilah yang mungkin sering digunakan yakni relationship depression atau depresi hubungan untuk menggambarkan kondisi depresi akibat permasalahan dalam hubungan percintaan.

Depresi hubungan sebenarnya bukan kondisi medis yang berbeda. Menarik untuk disimak, kenali relationship depression dari perspektif kesehatan berikut ini.

1. Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang rentan dialami manusia

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresiilustrasi pasangan yang kecewa (freepik.com/jcomp)

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA), depresi merupakan kondisi kesehatan mental yang memengaruhi jutaan manusia hampir di seluruh negara. 

Seseorang yang mengalami depresi dapat menunjukkan beberapa gejala baik secara fisik maupun mental secara berkala yang mencakup:

  • Rendah diri
  • Merasa sedih, tidak berharga, atau bersalah
  • Merasa kesal atau marah
  • Merasa kelelahan yang tiada akhir
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan membuat keputusan dengan tepat
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang menyenangkan (misalnya hobi)
  • Kehilangan minat terhadap hubungan seksual
  • Perubahan pola makan (lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya)
  • Perubahan pola tidur (lebih lama atau lebih sebentar dari biasanya)
  • Tercetus pikiran untuk bunuh diri

2. Situasi yang memicu depresi dalam hubungan percintaan

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresiilustrasi curiga pasangannya berselingkuh (freepik.com/shurkin_son)

Hubungan percintaan dapat menjadi sumber konflik antar pasangan. Beberapa contoh situasi yang dapat menyebabkan relationship depression, meliputi:

  • Perselingkuhan: masuknya orang ketiga dalam suatu hubungan bisa menimbulkan trauma emosional dari salah satu pihak. Studi kasus tahun 2012 dalam Couple and Family Psychology: Research and Practice mencatat, perselingkuhan juga dapat meningkatkan risiko pikiran dan gejala bunuh diri yang mirip dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
  • Kekerasan: studi di tahun 2020 dalam Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology menemukan, semua bentuk tindak kekerasan pasangan berkorelasi terhadap kasus depresi pada wanita. Sementara laki-laki yang mengalami kekerasan lebih mungkin mengembangkan kasus kecemasan. Kekerasan dalam hubungan dapat mencakup pelecehan emosional, pengendalian, posesif, manipulatif, perilaku mengintimidasi, hingga mengisolasi pasangan dari lingkungan.
  • Hubungan jarak jauh: meskipun banyak pasangan yang berhasil melewati hubungan jarak jauh, namun situasi ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, orang yang bersangkutan bisa mengalami kecemasan akan masa depannya bersama pasangan.
  • Kandasnya suatu hubungan: berakhirnya suatu hubungan secara signifikan dapat menyebabkan pergolakan besar yang menghantam batin. Seseorang mungkin akan berjuang melawan emosi negatif seperti kemarahan, kesepian, atau kesedihan yang tentunya tidak mudah untuk dilalui.

Baca Juga: Mirip Gangguan Bipolar, Ini 5 Fakta Medis Depresi Agitasi

3. Pengaruh depresi dalam hubungan percintaan

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresiilustrasi wanita mengalami kekecewaan dalam suatu hubungan (freepik.com/jcomp)

Orang yang mengalami depresi mungkin akan diliputi rasa lelah, kurang tertarik bersosialisasi dengan pasangan, bahkan mengalami perubahan emosional, seperti peningkatan sifat marah. Dampaknya, individu yang bersangkutan mungkin akan menyalahkan diri sendiri atas gejala yang ditunjukkan atau merasa seolah-olah menjadi beban bagi pasangan.

Adapun dampak bagi pasangan adalah bisa mengalami perubahan dari segi kesehatan mentalnya, seperti menutup diri, menyalahkan diri sendiri, khawatir pada pasangan, serta merasa bertanggung jawab sepenuhnya atas kebahagiaan pasangan.

Sementara itu, depresi juga dapat menyebabkan hilangnya minat pada hubungan intim. Menurut studi tahun 2012 dalam Indian Journal of Psychological Medicine, lebih dari 33% pria dan 42% wanita dengan depresi melaporkan penurunan hasrat seksual. Para partisipan yang mengalami disfungsi seksual juga melaporkan mengalami kualitas hidup yang lebih rendah.

Berbeda halnya dengan kasus relationship depression yang di dalamnya pasangan ketika sudah memiliki anak. Menurut Yale Medicine, depresi yang dialami orang tua dapat memengaruhi ikatan, pengasuhan, serta aspek praktis seperti pemenuhan kebutuhan kesehatan dan akademis anak.

4. Waspada tanda bahaya dalam hubungan percintaan yang bisa memicu depresi

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresiilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (freepik.com/KamranAydinov)

Menurut National Domestic Violence Hotline, beberapa tanda berikut ini menunjukkan suatu hubungan mengarah pada peringatan bahaya:

  • Disalahkan karena mengalami masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental
  • Dicegah membuat keputusan sendiri
  • Merasa tidak aman atau tidak percaya diri sebagai akibat dari tindakan pasangan
  • Merasa terjebak, sendirian, atau terisolasi dari lingkungan
  • Merasa terancam atau tidak aman
  • Mengalami konflik dengan intensitas sering

5. Pengobatan dan perawatan depresi dalam hubungan percintaan

Relationship Depression: Ketika Suatu Hubungan Picu Depresiilustrasi istri memeluk suami (freepik.com/freepik)

Terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan individu untuk memulai penyembuhan akibat depresi. Langkah pertama yakni berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental untuk membantu proses diagnosis, menguji suatu kondisi yang menjadi kontributor, serta mendiskusikan pilihan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Perawatan untuk depresi biasanya melibatkan kombinasi, mencakup:

  • Konsumsi obat untuk mengurangi gejala
  • Terapi
  • Strategi perawatan diri

Beberapa bentuk perawatan sederhana yang bisa diterapkan di antaranya adalah memperkaya pengetahuan mengenai depresi, membuat jurnal untuk mengekspresikan perasaan dengan bebas dan mengidentifikasi pemicu, menetapkan tujuan kecil yang dapat dicapai yang bermanfaat bagi kesehatan mental, mempraktikkan bentuk-bentuk latihan kesadaran (latihan pernapasan, meditasi, atau yoga), meminta bantuan pasangan, serta bergabung dengan kelompok pendukung.

Depresi dan hubungan bisa saling terkait. Beberapa orang mungkin juga mengalami depresi meski hubungan percintaan tidak ada masalah. Dalam kebanyakan kasus, depresi dapat berdampak signifikan pada individu yang bersangkutan sekaligus pasangan yang mereka cintai.

Bagi pasangan yang mengalami depresi, penting untuk memberikan perhatian lebih, cinta, dan kasih sayang. Jika seseorang sudah merasa berada dalam hubungan yang penuh keharmonisan, maka perlahan-lahan gejala depresi akan mereda dengan optimal.

Baca Juga: Depresi Anaklitik, Perasaan Tertekan yang Bisa Dialami oleh Bayi

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya