Setahun Lebih Pandemik COVID19, Stop Sepelekan 5 Hal ini!

Di luar keinginan semua orang, ternyata pandemik COVID-19 sudah menginjak lebih satu tahun nih, bahkan anjuran di rumah saja masih terus disarankan pemerintah. Tapi, ternyata hal tersebut gak mudah dilakukan oleh banyak orang. Kebanyakan orang masih harus ke luar rumah dikarenakan adanya pekerjaan yang sudah menanti mereka.
Bosan sih sudah tentu, makanya gak heran kalau banyak orang mulai menyepelekan kondisi pandemik saat ini. Kalau boleh IDN Times sebut, sepertinya orang-orang pun mulai menyepelekan lima hal ini karena berbagai penyebab. Apakah kamu termasuk yang melakukannya juga?
1. Mulai bosan di rumah doang, alhasil pergi ke mana-mana

Sejak awal pandemik, pemerintah memang menghimbau masyarakat untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Jelas sekali, ini dianjurkan bukan tanpa sebab. Virus corona yang menyebar melalui droplet memang lebih mudah menular saat berada di kerumunan dan tanpa masker.
Itu sebabnya, dengan di rumah saja, kamu bisa terhindar dari kerumunan orang. Dengan begitu, potensi penularan dan menyebarnya virus bisa dikurangi. Namun setahun pun akhirnya sudah berlalu, pandemik COVID-19 ini ternyata tak kunjung usai. Alhasil himbauan di rumah saja mulai dilupakan kebanyakan orang. Terbukti di momen liburan, banyak orang memutuskan ke luar rumah dan pergi berlibur.
Tak jarang terjadi kerumunan yang membuat kemungkinan terjadinya klaster baru. Duh, tahan dulu ya guys! Ini demi kebaikan kita bersama kok, dan jangan lupa patuhi protokol kesehatan ya!
2. Lupa buat jaga jarak

Pernah gak sih kamu ‘terjebak’ di momen saat dirimu mencoba mematuhi protokol kesehatan, namun orang di sekitarmu justru abai dan lupa dengan protokol kesehatan. Misalnya kamu sedang mengantri bersama beberapa orang.
Kamu sudah berusaha menjaga jarak, namun orang di sekitarmu justru lupa menjaga jarak. Alhasil ia malah berdiri berdekatan denganmu. Rasanya seperti ingin lari menjauh, ya gak? Pernahkah kamu berada di posisi seperti ini?
3. Mulai malas mematuhi protokol kesehatan

Coba sebutkan protokol kesehatan yang kamu ingat dan masih kamu lakukan hingga sekarang? Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kira-kira, yang mana nih yang masih kamu lakukan hingga saat ini?
Kalau masih melakukan protokol kesehatan 3M di atas, berarti kamu hebat! Kamu memang berniat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tapi gak jarang, ada beberapa orang yang sudah lupa bahkan sudah gak melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan. Apakah ada orang yang seperti ini di sekitarmu?
4. Abai dalam kebersihan saluran pernafasan

Menjaga kesehatan saluran pernapasan adalah salah satu cara kamu melindungi sekitar dan memutus mata rantai penyebaran virus. Dengan membersihkan saluran pernafasan, kamu bisa menurunkan resiko tertular berbagai penyakit, termasuk virus COVID-19.
Dikutip dari situs Channelnewsasia, peneliti Singapura mengatakan bahwa penggunaan antiseptik Povidone - Iodine di saluran pernafasan dapat mengurangi penyebaran COVID-19 di lingkungan berisiko tinggi. Temuan itu didapat setelah uji klinis skala besar yang dilakukan pada Mei lalu, melibatkan lebih dari 3.000 pekerja migran yang tinggal di Tuas South Dormitory.
Selama percobaan enam minggu, para pekerja diberi semprotan tenggorokan povidone-iodine, yang dapat dibeli secara langsung, dan hydroxychloroquine oral, yang diberikan dengan menggunakan resep. Keduanya ternyata mampu mengurangi potensi infeksi virus COVID-19, menurut penelitian tersebut.
Dari jurnal yang dipublikasikan oleh NUHS tersebut, tercatat bahwa kelompok yang diberikan terapi semprotan tenggorokan povidone-iodine memiliki tingkat penularan terendah dibandingkan dengan kelompok terapi lainnya.
“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan manfaat profilaksis, atau terapi pencegahan dengan hidroksikloroquine oral dan semprotan tenggorokan povidone-iodine dalam mengurangi infeksi SARS-CoV-2 di antara individu yang dikarantina yang tinggal di lingkungan tertutup dengan potensi terpapar yang tinggi,” kata penulis utama dari studi klinis Associate Professor Raymond Seet the National University Hospital (NUH).
Namun perlu dicatat, para peneliti menekankan bahwa obat tersebut tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam pencegahan COVID-19 di masyarakat umum jika itu adalah resiko penularan yang rendah.
Tapi patut dipertimbangkan bagi kamu, untuk selalu menjaga saluran pernafasan dengan memanfaatkan antiseptik yang mengandung povidone-iodine. Apalagi belakangan sudah banyak produk yang mengandung povidone-iodine untuk menjaga kesehatan rongga saluran pernafasan.
5. Aturan yang dianjurkan pemerintah mulai disepelekan

Jika melihat berita yang menyebar melalui portal berita online dan televisi, nampaknya pemerintah masih terus memberikan aturan-aturan bagi masyarakat. Hal itu dilakukan guna menurunkan jumlah pasien positif COVID-19.
Namun sayangnya, masyarakat mulai lupa dan mengabaikan aturan dan anjuran dari pemerintah. Sebut saja anjuran untuk tidak mudik. Nyatanya banyak yang nekat mudik pulang kampung saat libur lebaran beberapa waktu lalu. Apakah kamu salah satunya yang nekat mudik?
Jadi, gimana nih? Masih setia mematuhi protokol kesehatan ‘kan? Harus ya! (WEB)


![[QUIZ] Apakah Kamu Memenuhi Syarat untuk Mendonorkan Darah?](https://image.idntimes.com/post/20260308/upload_5a12a51237ef2cb871107644060f6914_d303c76d-f657-49f2-9ff5-36a8518454a0.png)

![[QUIZ] Cari Tahu Penyebab Haid Kamu Terlambat](https://image.idntimes.com/post/20250418/30253-6b5bec1097fe3f200f4a21114e852700-e6e777673b28f7a4c5db7ceccc415baf.jpg)







![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Uji Pengetahuanmu tentang Lari Interval!](https://image.idntimes.com/post/20260710/upload_458ef4f6ebcaec66d64bac800be78a4f_2c7f274f-590a-4ae7-bca9-c80737341e3e.jpg)
![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Risiko Penyakit dari Cara Kamu Makan Mi Instan](https://image.idntimes.com/post/20250905/menu-kekinian-yang-sering-dijumpai-di-acara-pernikahan-gen-z-mie-instan_9fbc0e88-bc32-4c7d-aa54-6d2d485c6fb5.jpg)




![[QUIZ] Tipe Nyeri Haid Kamu Perlu Diwaspadai atau Tidak?](https://image.idntimes.com/post/20230923/pexels-polina-zimmerman-3958561-4e99c9153ffc58bc10ca9cd5bdccf58e-1a34f553394e58c0c765778f312e4381.jpg)
