Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
12 Jenis Kanker Paling Umum di Dunia, Kamu Harus Tahu!
ilustrasi pasien kanker menjalani kemoterapi (freepik.com/freepik)
  • Menurut data GLOBOCAN 2022, hampir 20 juta kasus kanker baru terjadi di seluruh dunia, dipimpin oleh kanker paru dan payudara.

  • Jenis-jenis kanker paling umum mencakup organ penting seperti paru, payudara, kolorektal, prostat, dan lainnya yang menyumbang sebagian besar beban global.

  • Faktor risiko seperti merokok, pola makan, infeksi, dan usia berkontribusi besar terhadap kejadian kanker di berbagai wilayah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker adalah istilah umum untuk sekelompok penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan kemampuan untuk menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global, menyebabkan jutaan kematian setiap tahun dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat pada abad ke-21.

Menurut GLOBOCAN 2022, hampir 20 juta kasus kanker baru dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2022, dengan angka ini diperkirakan terus meningkat seiring penuaan populasi dan perubahan gaya hidup. Beberapa jenis kanker lebih sering terjadi daripada yang lain, baik karena paparan risiko lingkungan, gaya hidup, maupun faktor biologis.

Memahami jenis kanker yang paling umum dapat membantu masyarakat dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian penyakit.

Di bawah ini dipaparkan jenis kanker yang paling sering didiagnosis di dunia.

1. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah yang paling umum, dengan sekitar 2,48 juta kasus baru pada tahun 2022, setara dengan sekitar 12,4 persen dari total kasus kanker di seluruh dunia.

Penyebab utamanya adalah merokok tembakau, meskipun paparan polusi udara dan asap rokok pasif juga berkontribusi signifikan.

Kanker ini sering berkembang secara lambat dan gejalanya sering tidak muncul hingga stadium lanjut, seperti batuk berkepanjangan, batuk darah, atau nyeri dada.

Prognosis kanker paru cenderung buruk karena diagnosis sering terlambat. Deteksi dini melalui skrining CT dosis rendah pada perokok berat telah terbukti membantu, tetapi akses dan penerapan skrining ini belum merata di banyak negara.

2. Kanker payudara

ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)

Kanker payudara adalah kanker kedua paling umum, dengan sekitar 2,30 juta kasus baru pada 2022.

Jenis kanker ini paling sering terjadi pada perempuan, meskipun laki-laki juga bisa mengalaminya meskipun sangat jarang.

Faktor risiko termasuk usia, riwayat keluarga, perubahan hormonal, dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol.

Sebagian besar kasus dapat dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan klinis dan mammografi. Deteksi dini secara signifikan meningkatkan peluang pengobatan yang efektif dan kelangsungan hidup.

3. Kanker kolorektal

Kanker kolorektal, yang mencakup kanker usus besar (kolon) dan rektum, adalah jenis ketiga paling umum dengan sekitar 1,93 juta kasus baru pada 2022.

Penyebab umum termasuk pola makan tinggi lemak dan rendah serat, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Risiko meningkat dengan bertambahnya usia.

Skrining dengan kolonoskopi dapat mendeteksi kanker ini sejak awal atau bahkan menemukan polip yang dapat diangkat sebelum berubah menjadi kanker.

4. Kanker prostat

ilustrasi pria memegang pita kanker prostat (freepik.com/freepik)

Kanker prostat adalah kanker umum pada laki-laki dengan sekitar 1,47 juta kasus pada 2022.

Prostat, kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih pada laki-laki, rentan terhadap pertumbuhan sel abnormal seiring bertambahnya usia. Faktor risiko termasuk usia, riwayat keluarga, dan etnis tertentu.

Deteksi awal sering melalui pemeriksaan PSA (prostate-specific antigen) atau pemeriksaan digital rektal, meskipun pendekatan skrining masih diperdebatkan karena risiko overdiagnosis.

5. Kanker lambung

Selanjutnya ada kanker lambung, dengan sekitar 968.000 kasus baru pada 2022.

Faktor risiko utama termasuk infeksi Helicobacter pylori, pola makan tinggi garam dan makanan yang diawetkan, serta merokok.

Biasanya kanker ini sulit dideteksi dini karena gejalanya sering tidak spesifik seperti gangguan pencernaan kronis.

Pengobatan melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi tergantung pada stadium penyakit.

6. Kanker hati

ilustrasi kanker hati atau kanker lever (scientificanimations.com)

Kanker hati berada di posisi keenam dengan sekitar 866.000 kasus pada 2022.

Infeksi kronis virus hepatitis B dan C adalah penyebab utama, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Konsumsi alkohol berlebihan juga merupakan kontributor penting.

Gejala bisa termasuk penurunan berat badan, nyeri perut, dan jaundice (kulit/bola mata menguning). Pencegahan termasuk vaksinasi hepatitis B dan pengendalian infeksi hepatitis C.

7. Kanker tiroid

Kanker tiroid mencatatkan sekitar 821.000 kasus baru di seluruh dunia pada tahun 2022.

Kelenjar tiroid, yang mengatur metabolisme tubuh, bisa mengembangkan sel abnormal. Kanker ini sering terdeteksi ketika pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk alasan lain.

Prognosis biasanya baik dengan pengobatan yang meliputi operasi dan terapi radioaktif, terutama jika terdeteksi dini.

8. Kanker serviks

ilustrasi penyintas kanker serviks (IDN Times/Novaya Siantita)

Kanker serviks adalah kanker ke delapan paling umum dengan sekitar 662.000 kasus baru pada tahun 2022.

Penyebab utamanya adalah infeksi persisten oleh human papillomavirus (HPV). Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi HPV dan pemeriksaan Pap smear dapat mencegah banyak kasus.

Meskipun merupakan penyakit yang dapat dicegah, tetapi serviks tetap menjadi masalah besar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah karena kurangnya akses skrining.

9. Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih menunjukkan sekitar 614.000 kasus baru pada 2022.

Faktor risikonya termasuk merokok dan paparan bahan kimia industri tertentu.

Gejala kanker kandung kemih sering berupa darah dalam urine atau rasa nyeri saat buang air kecil.

Diagnosis biasanya melalui pemeriksaan urine dan cystoscopy, dan pengobatannya meliputi operasi, kemoterapi, atau imunoterapi.

10. Limfoma non-Hodgkin

ilustrasi limfoma non-Hodgkin (cancer.gov)

Limfoma non-Hodgkin, kanker sistem limfatik, mencatatkan sekitar 553.000 kasus pada 2022.

Kanker ini timbul dari sel limfosit yang bermutasi dan berkembang di berbagai bagian tubuh.

Gejalanya meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan penurunan berat badan.

Perawatan bisa melibatkan kemoterapi, terapi bertarget, atau transplantasi sel punca tergantung pada tipe dan agresivitasnya.

11. Kanker esofagus

Kanker esofagus atau kanker kerongkongan mencatatkan sekitar 511.000 kasus baru pada tahun 2022.

Faktor risikonya termasuk merokok, konsumsi alkohol berat, dan refluks gastroesofageal kronis.

Gejala kanker esofagus bisa berupa kesulitan menelan atau nyeri dada.

Diagnosis dan terapi awal penting karena kanker esofagus cenderung terdeteksi pada stadium lanjut.

12. Kanker pankreas

ilustrasi kanker pankreas (commons.wikimedia.org/Scientific Animations Inc.)

Kanker pankreas memiliki sekitar 510.000 kasus baru di seluruh dunia pada tahun 2022.

Kanker ini terkenal dengan prognosis yang buruk karena sering terdeteksi terlambat; lokasinya yang dalam membuat gejala awal sering samar.

Faktor risikonya termasuk merokok, diabetes, dan riwayat keluarga. Penelitian terus mencari metode deteksi dini yang lebih baik.

Daftar kanker di atas menyumbang sebagian besar beban global kasus baru kanker di seluruh dunia pada tahun 2022. Mengetahuinya membantu masyarakat memahami risiko, pentingnya deteksi dini, dan pendekatan gaya hidup yang dapat mengurangi risiko kanker.

Meskipun data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait jumlah kasus yang tinggi, tetapi kanker juga merupakan kondisi yang banyak dapat dicegah atau diobati lebih efektif jika ditemukan sejak awal. Peningkatan skrining, pengendalian faktor risiko, dan akses ke perawatan tetap menjadi kunci penanggulangan beban kanker global.

Referensi

Freddie Bray et al., “Global Cancer Statistics 2022: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries,” CA a Cancer Journal for Clinicians 74, no. 3 (April 4, 2024): 229–63, https://doi.org/10.3322/caac.21834.

"Worldwide cancer data." World Cancer Research Fund International. Diakses Februari 2026.

"Cancer fact sheet." World Health Organization. Diakses Februari 2026.

Editorial Team