Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Analisis WHO 2026: Sebagian Besar Kanker Bisa Dicegah

Ilustrasi melawan kanker.
ilustrasi melawan kanker (pexels.com/Darina Belonogova)
Intinya sih...
  • Sekitar 38 persen kasus kanker global dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup dan tindakan kesehatan publik.
  • Merokok dan konsumsi alkohol adalah dua faktor gaya hidup terbesar yang berkontribusi pada kanker yang dapat dicegah.
  • Tindakan seperti vaksinasi HPV, pengendalian polusi udara, dan peningkatan aktivitas fisik dapat menyelamatkan jutaan nyawa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap tahun, ribuan keluarga kehilangan orang yang mereka sayangi karena kanker. Ketika diagnosis itu datang, sering kali reaksi pertama adalah keterkejutan dan rasa tidak percaya—apa yang salah? Namun, makin banyak bukti menunjukkan bahwa banyak kanker tidak benar-benar tak terelakkan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 38 persen kasus kanker secara global adalah akibat faktor yang bisa diubah atau dicegah.

Wawasan ini membuka sudut pandang baru mengenai pencegahan yang nyata dan efektif. Jika memahami apa yang memicu kanker, kamu bisa mempertimbangkan pendekatan yang lebih proaktif.

WHO menempatkan beberapa jenis kanker—terutama paru-paru, perut, dan serviks—pada daftar yang paling bisa dicegah melalui intervensi sederhana hingga sistemik. Ini berarti jutaan kasus setiap tahun bisa dicegah dengan strategi yang teruji.

Merokok: faktor utama yang bisa diubah

Merokok adalah penyebab kanker yang dapat dicegah nomor satu dalam kanker global. Sekitar 15 persen dari semua kasus kanker di dunia terkait langsung dengan merokok tembakau. Angkanya bahkan lebih tinggi pada laki-laki: sekitar 23 persen dari kasus kanker di antara laki-laki dikaitkan dengan merokok.

Dampak merokok tidak hanya terjadi di paru, tetapi juga di banyak organ lain, mulai dari mulut, hati, pankreas, hingga kandung kemih. Ketika kamu berhenti merokok, risiko kanker menurun secara bertahap, menunjukkan bahwa tubuh punya kemampuan untuk pulih dari paparan jangka panjang.

Pendekatan untuk mengurangi risiko ini mencakup dukungan berhenti merokok, kebijakan antirokok di ruang publik, serta regulasi pajak dan larangan iklan tembakau—semua strategi yang terbukti menurunkan angka perokok.

Alkohol: kebiasaan yang sering diabaikan

Segelas alkohol.
ilustrasi segelas alkohol (pexels.com/MART PRODUCTION )

Konsumsi alkohol membawa risiko. Analisis WHO menunjukkan bahwa sekitar 3,2 persen dari kasus kanker baru di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan konsumsi alkohol, setara dengan ratusan ribu kasus setiap tahun.

Alkohol dikaitkan dengan berbagai kanker termasuk hati, payudara, kolorektal, dan esofagus. Risiko ini meningkat seiring jumlah konsumsi. Makin sering atau banyak diminum, makin tinggi risikonya.

Mengurangi atau menghindari alkohol adalah pilihan preventif sederhana yang nyata, terutama pada individu dengan riwayat keluarga kanker atau faktor risiko lain seperti obesitas atau infeksi kronis.

Infeksi tertentu dan kanker serviks

Sekitar 10 persen dari kasus kanker baru di dunia terkait dengan agen infeksi tertentu seperti human papillomavirus (HPV) dan virus hepatitis.

HPV, misalnya, adalah penyebab utama kanker serviks, yang bisa dicegah secara luas melalui vaksinasi yang aman dan efektif. Meski vaksinasi ini telah tersedia, tetapi cakupannya di banyak negara masih rendah. Padahal, ini adalah teknologi pencegahan yang terbukti menyelamatkan nyawa.

Demikian pula, vaksinasi hepatitis B dan program skrining kesehatan yang tepat dapat mencegah kanker hati dan kanker lainnya yang berakar dari infeksi kronis.

Faktor lingkungan dan gaya hidup lainnya

Ilustrasi mencegah kanker.
ilustrasi mencegah kanker (pexels.com/Darina Belonogova)

Selain merokok dan konsumsi alkohol, banyak faktor gaya hidup lain yang berkontribusi signifikan, termasuk berat badan tinggi, kurang aktivitas fisik, paparan polusi udara, paparan sinar ultraviolet, dan paparan karsinogen industri.

Di beberapa wilayah, misalnya, polusi udara bisa menjadi kontributor kuat terhadap kanker paru, terutama di antara perempuan di Asia Timur atau pria di Afrika Utara dan Asia Barat.

Intervensi publik seperti standar kualitas udara, perubahan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik adalah bagian dari strategi preventif yang efektif jika diadopsi secara luas.

Cara nyata untuk mencegah kanker

Mencegah kanker bukan tentang satu tindakan tunggal, tetapi serangkaian pilihan yang konsisten, yaitu dengan berhenti merokok, membatasi alkohol, aktif bergerak, menjaga berat badan sehat, dan makan pola makan bergizi. Semua ini secara bersama dapat menurunkan risiko secara signifikan.

Ulasan WHO menekankan bahwa empat dari sepuluh kasus kanker bisa dicegah, yang artinya kita tidak sepenuhnya tak berdaya di hadapan penyakit ini. Setiap perubahan kecil memiliki dampak jika dilakukan secara konsisten.

Fakta bahwa sebagian besar kasus kanker terkait dengan faktor yang bisa diubah memberi kita peluang besar untuk bertindak. Kanker bukanlah takdir, banyak jenisnya melibatkan pilihan dan paparan yang bisa diminimalkan.

Dengan mengurangi konsumsi tembakau, alkohol, memperluas vaksinasi, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengurangi paparan lingkungan berbahaya, kita bukan hanya memperpanjang umur, tetapi membantu menciptakan dunia di mana lebih sedikit keluarga harus kehilangan orang yang dicintai akibat kanker.

Referensi

“Four in Ten Cancer Cases Could Be Prevented Globally." World Health Organization. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Analisis WHO 2026: Sebagian Besar Kanker Bisa Dicegah

06 Feb 2026, 06:28 WIBHealth