Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Sering Lapar di Malam Hari yang Jarang Disadari

5 Penyebab Sering Lapar di Malam Hari yang Jarang Disadari
ilustrasi lapar di malam hari (magnific.com/DC Studio)
Intinya Sih
  • Rasa lapar di malam hari sering muncul akibat pola makan tidak seimbang, seperti porsi makan malam kecil atau konsumsi karbohidrat sederhana yang cepat dicerna tubuh.
  • Kebiasaan begadang dan kurang minum air dapat memicu sinyal lapar palsu, membuat seseorang cenderung mencari camilan meski tubuh tidak benar-benar membutuhkan energi tambahan.
  • Faktor emosional seperti stres, cemas, atau bosan juga berperan besar dalam meningkatkan keinginan makan malam hari sebagai bentuk pelarian dari tekanan mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasa lapar lagi saat malam hari, padahal sebelumnya sudah makan malam dengan cukup? Banyak orang menganggap hal ini wajar, padahal rasa lapar yang sering muncul di malam hari bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari pola makan sehari-hari, kebiasaan tidur larut, hingga respons alami tubuh yang sering tidak disadari. Akibatnya, tidak sedikit yang langsung mencari camilan sebelum tidur tanpa mengetahui penyebab sebenarnya di balik rasa lapar tersebut.

Di sisi lain, rasa lapar pada malam hari tidak selalu menandakan tubuh membutuhkan lebih banyak makanan. Ada kalanya kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar memicu peningkatan nafsu makan saat malam tiba. Agar tidak salah mengartikan sinyal tubuh dan bisa mengelola pola makan dengan lebih baik, simak penyebab sering lapar di malam hari yang jarang disadari dalam artikel berikut.

1. Makan malam yang kurang mengenyangkan

ilustrasi makan malam
ilustrasi makan malam (pexels.com/Michael Burrows)

Banyak orang memilih makan malam dalam porsi kecil karena khawatir berat badan naik. Namun, jika makanan yang dikonsumsi tidak mengandung cukup protein, serat, atau karbohidrat kompleks, rasa kenyang biasanya tidak bertahan lama. Akibatnya, perut mulai terasa kosong kembali beberapa jam setelah makan malam selesai.

Kondisi ini sering membuat seseorang tergoda untuk mencari camilan manis atau makanan tinggi kalori menjelang waktu tidur. Tanpa disadari, kebiasaan mengambil camilan setiap malam bisa membuat jumlah kalori yang masuk terus bertambah dari hari ke hari. Agar rasa lapar tidak cepat datang kembali, cobalah mengisi piring makan malam dengan kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

2. Terlalu sering mengonsumsi karbohidrat sederhana

ilustrasi makan camilan manis
ilustrasi makan camilan manis (freepik.com/wayhomestudio)

Malam hari sering kali menjadi waktu favorit untuk menikmati makanan manis seperti roti, biskuit, kue, atau minuman tinggi gula. Meski terasa mengenyangkan pada awalnya, karbohidrat sederhana biasanya dicerna tubuh dengan cepat sehingga kadar gula darah naik dan turun dalam waktu singkat. Ketika gula darah kembali menurun, tubuh dapat mengirimkan sinyal lapar meski belum lama selesai makan.

Akibatnya, keinginan untuk membuka toples camilan atau memesan makanan lagi sering kali muncul meski malam semakin larut. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat jumlah kalori yang masuk bertambah dan pola makan menjadi lebih sulit dikendalikan. Agar rasa kenyang bertahan lebih lama, cobalah memilih sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat, seperti oatmeal, ubi, atau nasi merah, dibandingkan makanan dan minuman manis.

3. Kebiasaan begadang dapat memengaruhi rasa lapar

ilustrasi makan junk food di malam hari
ilustrasi makan junk food di malam hari (freepik.com/DC Studio)

Saat sebagian orang sudah terlelap, tidak sedikit yang justru mulai membuka kulkas atau mencari camilan karena perut terasa ingin diisi lagi. Keinginan makan di malam hari ini bukan semata-mata karena melihat makanan di sekitar, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan respons tubuh saat jam tidur mulai terlewati. Semakin lama terjaga hingga larut malam, semakin besar pula kemungkinan rasa lapar muncul meski tubuh sebenarnya tidak sedang membutuhkan tambahan energi.

Akibatnya, camilan yang awalnya hanya sedikit bisa berubah menjadi kebiasaan makan malam kedua. Selain meningkatkan asupan kalori, pola ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Menjaga jam tidur yang lebih teratur bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi rasa lapar yang muncul pada malam hari.

4. Kurang minum air putih

ilustrasi minum air putih
ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)

Rasa haus terkadang memiliki sensasi yang mirip dengan rasa lapar sehingga sering disalahartikan. Setelah menjalani aktivitas seharian, tubuh mungkin membutuhkan cairan tambahan, tetapi yang muncul justru keinginan untuk makan. Karena mengira lapar, banyak orang langsung mencari makanan tanpa mencoba minum terlebih dahulu.

Sering kali tanpa disadari, seseorang justru mengambil camilan ketika tubuh sebenarnya hanya membutuhkan segelas air putih. Kebiasaan ini bukan hanya membuat porsi makan bertambah, tetapi juga dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga dan tidak nyaman saat malam tiba. Karena itu, membiasakan diri minum air putih yang cukup sepanjang hari dapat membantu tubuh mengirimkan sinyal yang lebih jelas tentang kapan benar-benar lapar dan kapan hanya merasa haus.

5. Stres dan emosi yang tidak disadari

ilustrasi stres berlebihan
ilustrasi stres berlebihan (freepik.com/katemangostar)

Pernah tiba-tiba ingin ngemil saat sedang banyak pikiran atau merasa lelah secara mental? Kondisi emosional seperti stres, cemas, atau bosan sering kali membuat seseorang mencari makanan sebagai bentuk pelarian sementara. Makanan tertentu memang dapat memberikan rasa nyaman sesaat sehingga keinginan untuk makan menjadi lebih sulit dikendalikan.

Meski terasa seperti lapar sungguhan, keinginan makan yang muncul saat sedang stres atau banyak pikiran sering kali lebih berkaitan dengan kondisi emosional daripada kebutuhan tubuh akan makanan. Jika kebiasaan ini terus terjadi, seseorang bisa lebih sering makan tanpa sadar dan semakin sulit mengenali apakah yang dirasakan benar-benar lapar atau hanya dorongan sesaat untuk mencari rasa nyaman. Karena itu, memahami apa yang memicu stres dan menemukan cara lain untuk menenangkan diri dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan ngemil di malam hari.

Rasa lapar di malam hari memang tidak selalu menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak makanan. Dalam banyak kasus, kondisi ini justru berkaitan dengan pola makan, kebiasaan sehari-hari, hingga faktor emosional yang sering luput dari perhatian. Dengan mengenali penyebabnya sejak awal, kamu bisa mengelola rasa lapar dengan lebih bijak sekaligus menjaga pola makan tetap sehat dan seimbang.

Referensi

“A Single Night of Sleep Deprivation Increases Ghrelin Levels and Feelings of Hunger in Normal-Weight Healthy Men.” Journal of Sleep Research. Diakses Juni 2026.

“Sleep Deprivation and Central Appetite Regulation.” Nutrients. Diakses Juni 2026.

“Eating and Sleeping—Their Relationship to Ghrelin and Leptin.” American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More