Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jerawat setelah Usia 40 Tahun, Apa yang Perlu Diketahui?

Kulit berjerawat.
ilustrasi kulit berjerawat (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Fluktuasi hormon, stres, riwayat keluarga, produk perawatan kulit, efek samping obat, dan kondisi medis yang belum terdiagnosis dapat menjadi penyebab jerawat.
  • Tidak seperti jerawat remaja yang bisa diatasi dengan skincare dan obat nonresep, perawatan jerawat dewasa sering membutuhkan bantuan tim dermatologi.
  • Selain dengan prosedur kosmetik dan obat-obatan, kamu mungkin juga memerlukan modifikasi diet untuk mengatasi masalah jerawat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jerawat kerap dikaitkan dengan efek samping pubertas dan kebanyakan orang berharap masalah kulit ini akan hilang setelah mencapai usia dewasa. Jadi, saat jerawat muncul saat usia 40-an, kamu mungkin merasa kecewa sekaligus bingung. Kenyataannya, jerawat pada orang dewasa ternyata cukup umum dan bisa sama menjengkelkannya dengan jerawat saat usia remaja.

Jadi, apa yang terjadi? Di sini, kita akan mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang dapat menyebabkan munculnya jerawat saat usia 40-an. Untuk kamu yang sedang berjuang melawan jerawat pada usia dewasa, baca informasi di bawah ini sampai selesai, ya!

1. Penyebab jerawat muncul pada usia dewasa

Perempuan cenderung lebih sering mengalami jerawat pada usia dewasa daripada laki-laki, dan kemungkinan besar disebabkan oleh satu atau lebih alasan berikut:

  • Fluktuasi kadar hormon: Ketidakseimbangan dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Fluktuasi hormon ini sering terjadi saat masa menstruasi, kehamilan, perimenopause, menopause, dan setelah menghentikan pil KB.
  • Stres: Sebagai respons terhadap stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen. Hormon ini merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut di kulit, yang dapat menyebabkan jerawat. 
  • Riwayat keluarga: Terkadang, kulit yang mudah berjerawat bersumber dari faktor genetik. Orang yang memiliki kecenderungan ini lebih mungkin mengalami jerawat saat dewasa.
  • Produk perawatan rambut dan kulit: Terkadang, jerawat juga bisa disebabkan oleh produk skincare dan makeup yang kamu gunakan. 
  • Efek samping obat: Jerawat juga bisa menjadi efek samping dari beberapa obat. Jika kamu curiga bahwa obat yang kamu gunakan memicu jerawat atau memperburuknya, bicarakan dengan dokter yang meresepkannya.
  • Kondisi medis yang belum terdiagnosis: Terkadang, jerawat adalah tanda dari kondisi medis yang mendasari. Setelah kondisi tersebut didiagnosis dan diobati, jerawat sering kali hilang.

2. Perbedaan jerawat dewasa dengan jerawat remaja

Meskipun jerawat mungkin terlihat mirip sekilas, tetapi penyebab dan karakteristik jerawat dapat sangat bervariasi tergantung pada usia. Jerawat remaja dan jerawat dewasa tidak sama, dan mengobatinya secara efektif membutuhkan pemahaman tentang apa yang membedakannya.

Berikut ini penjelasan tentang bagaimana jerawat dewasa berbeda dari jerawat remaja:

Lokasi jerawat

  • Jerawat remaja: Selama masa remaja, jerawat cenderung terkonsentrasi di area yang disebut zona T, yaitu dahi, hidung, dan dagu. Ini karena bagian tersebut paling berminyak dan rentan mengalami pori-pori tersumbat.
  • Jerawat dewasa: Jerawat lebih mungkin muncul di sepanjang garis rahang, dagu, dan pipi bagian bawah, terutama pada perempuan. Zona-zona ini sangat sensitif terhadap fluktuasi hormonal dan sering menjadi yang pertama bereaksi ketika kadar estrogen atau progesteron menurun atau kadar testosteron meningkat. Jerawat dewasa juga dapat muncul di leher, bahu, dan bahkan dada atau punggung.

Jenis jerawat

  • Jerawat remaja: Remaja biasanya mengalami jerawat inflamasi, yang meliputi papula, pustula, dan lesi kistik. Jerawat ini sering kali lebih besar, lebih merah, dan lebih menyakitkan. 
  • Jerawat dewasa: Jerawat dewasa cenderung lebih kronis dan persisten, tetapi sering kali kurang parah penampilannya. Orang dewasa mungkin mengalami campuran jerawat merah kecil, nodul yang lebih dalam sesekali, dan pigmentasi pascainflamasi yang sulit sembuh. Tidak seperti kulit remaja, kulit dewasa sering kali lebih kering, lebih tipis, dan lebih sensitif, yang berarti jerawat dapat terjadi bersamaan dengan bercak kering, kemerahan, dan iritasi.

Pendekatan perawatan

  • Jerawat remaja: Menggunakan sabun cuci muka asam salisilat atau obat totol dengan benzoil peroksida sering kali efektif untuk remaja. Karena kulit mereka cenderung lebih berminyak dan lebih tahan, biasanya dapat menoleransi bahan yang lebih keras dan pengelupasan yang lebih agresif. Produk jerawat yang berfokus pada remaja biasanya dirancang untuk mengeringkan minyak berlebih dan mengurangi penumpukan bakteri.
  • Jerawat dewasa: Kulit dewasa butuh pendekatan yang lebih lembut dan seimbang. Perawatan jerawat dewasa tidak hanya harus menargetkan jerawat, tetapi juga mengatasi masalah terkait usia seperti penipisan kulit, kehilangan elastisitas, kerusakan akibat sinar matahari, dan sensitivitas. Bahan pengering yang keras dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kulit, memperburuk iritasi dan justru memicu lebih banyak jerawat.

3. Cara mengatasi jerawat aktif pada orang dewasa

Seorang laki-laki menggunakan obat jerawat.
ilustrasi menggunakan obat jerawat (freepik.com/freepik)

Tidak seperti jerawat remaja yang bisa diatasi dengan skincare dan obat nonresep, perawatan jerawat dewasa sering membutuhkan bantuan tim dermatologi. Nantinya, tim dermatologi akan melakukan pemeriksaan kulit, meninjau riwayat medis, dan mengajukan pertanyaan tentang gaya hidup untuk menentukan penyebab jerawat. 

Biasanya, dokter akan merekomendasikan produk perawatan kulit dan prosedur kosmetik untuk membantu mengelola kulit berminyak dan meningkatkan pergantian sel kulit.

Untuk jerawat yang parah atau membandel, perawatan dengan resep dokter mungkin merupakan pilihan terbaik. Krim dan salep jerawat topikal, isotretinoin, atau antibiotik resep dokter dapat mengatasi penyebab mendasar jerawat dewasa. Untuk perempuan dengan jerawat hormonal, kontrasepsi dapat mengatur kadar hormon dan mengurangi jerawat sebagai efek samping.

4. Modifikasi diet untuk menangani jerawat

Selain dengan prosedur kosmetik dan obat-obatan, kamu mungkin juga memerlukan modifikasi diet untuk mengatasi masalah jerawat. Beberapa modifikasi yang mungkin diperlukan meliputi:

  • Hindari konsumsi gula berlebihan.
  • Hindari konsumsi makanan penutup.
  • Hindari konsumsi minuman bersoda.
  • Perbanyak makan sayuran hijau.
  • Perbanyak makanan yang mengandung vitamin C dan beta-karoten.
  • Hindari susu untuk mengetahui apakah produk susu terkait dengan masalah jerawat yang kamu alami.

5. Cara mencegah jerawat dewasa

Masalah jerawat tidak selalu sepenuhnya berada dalam kendali kamu. Namun, ada beberapa strategi yang dapat membantu mencegah jerawat:

  • Jangan pernah tidur dengan riasan wajah masih menempel/belum dibersihkan.
  • Saat membeli produk kosmetik dan skincare, pilih yang memiliki label "non-komedogenik," "bebas minyak," atau "tidak menyumbat pori-pori."
  • Hindari menggunakan produk face oil dan produk rambut yang mengandung minyak.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF 30+ setiap hari, baik hujan maupun panas, untuk mencegah munculnya bintik-bintik gelap.

Jadi, jika kamu mengalami jerawat di usia 40-an, jangan panik karena ini cukup wajar. Hanya saja, kamu mungkin perlu bantuan dokter kulit untuk mengidentifikasi penyebab dan mengatasi masalah ini. Dengan perawatan yang tepat, kamu dapat mengatasi jerawat dewasa dan menikmati kulit yang bersih dan sehat. 

Referensi

Advanced Laser and Skin Cancer Center. Diakses pada Desember 2025. I’m in My 40s, Why Do I Still Get Acne?

American Academy of Dermatology Association. Diakses pada Desember 2025. Adult Acne.

Harvard Health Publishing. Diakses pada Desember 2025. Adult Acne: Understanding Underlying Causes and Banishing Breakouts.

Johns Hopkins Medicine. Diakses pada Desember 2025. Got Adult Acne? Get Answers from an Expert.

The London Dermatology Centre. Diakses pada Desember 2025. Why Is My Skin Suddenly Breaking Out in My 40s or 50s?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Kami Bisa Tahu Kondisi Kesehatan Mentalmu saat Kurang Tidur

03 Jan 2026, 12:40 WIBHealth
Ilustrasi virus.

Apa Penyebab Super Flu?

02 Jan 2026, 15:06 WIBHealth