ilustrasi vaksinasi pada bayi, balita (magnific.com/magnific)
IDAI merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk semua anak mulai usia 6 bulan. Vaksinasi juga penting bagi orang tua, pengasuh, dan anggota keluarga lain yang sering berinteraksi dengan anak.
Vaksin influenza dapat mengurangi risiko sakit, rawat inap, dan kematian akibat influenza pada anak. Vaksin tidak menjamin seseorang bebas dari infeksi, tetapi membantu menurunkan risiko penyakit berat.
“Vaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berevolusi. Selain itu, vaksinasi pada anak juga melindungi anggota keluarga lain, terutama bayi di bawah 6 bulan yang belum bisa divaksinasi,” jelas Prof. Anggraini.
Selain vaksinasi, orang tua perlu mengajarkan anak mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker bila diperlukan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Anak yang mengalami gejala influenza sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak dibawa ke sekolah atau tempat bermain. Menurut rilis IDAI, anak dapat menularkan virus sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga sekitar 10 hari setelahnya.
Anak sebaiknya kembali beraktivitas setelah setidaknya 24 jam bebas demam tanpa obat penurun panas dan kondisinya membaik. Langkah sederhana ini membantu mengurangi penularan di sekolah, tempat bermain, dan lingkungan keluarga.
Influenza memang sering sembuh tanpa komplikasi. Namun, perhatian lebih diperlukan ketika infeksi terjadi pada bayi, balita, atau anak dengan penyakit penyerta. Perlindungan dapat dimulai dari vaksinasi, mengenali tanda bahaya, dan mencari pertolongan medis tanpa menunda ketika kondisi anak memburuk.
Referensi tambahan
World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Flu and Children,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Influenza Antiviral Medications: Summary for Clinicians,” diakses September 2026.