Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Badan Lemas Saat Diare? Ini Penjelasannya
ilustrasi diare (unsplash.com/Getty Images)
  • Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting, seperti natrium serta kalium sehingga dapat memicu dehidrasi dan lemas.

  • Makanan yang bergerak terlalu cepat di saluran pencernaan menghambat penyerapan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.

  • Jika dipicu infeksi, sistem imun memakai lebih banyak energi dan respons peradangan memicu lelah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mengalami diare, banyak orang tidak hanya bolak-balik ke kamar mandi, tetapi juga merasakan tubuh tiba-tiba menjadi lemas dan mudah lelah. Rasa tidak bertenaga ini bisa muncul sejak awal diare atau semakin terasa jika kondisi berlangsung selama beberapa waktu.

Lantas, kenapa badan lemas saat diare? Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kehilangan cairan dan elektrolit hingga berkurangnya penyerapan nutrisi oleh tubuh. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

1. Tubuh kehilangan banyak cairan

Salah satu alasan badan lemas saat diare adalah karena tubuh kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat. Saat diare, usus tidak sempat menyerap air secara optimal sehingga cairan langsung keluar bersama feses. Jika kehilangan cairan ini tidak segera digantikan, tubuh bisa mengalami dehidrasi.

Dehidrasi membuat aliran darah ke organ dan otot menjadi kurang optimal sehingga tubuh terasa lemas, mudah lelah, pusing, hingga sulit berkonsentrasi. Bahkan dehidrasi ringan sekalipun sudah bisa menimbulkan rasa tidak bertenaga, terutama jika diare terjadi berulang kali dalam sehari.

2. Kadar elektrolit menurun

ilustrasi diare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain cairan, diare juga menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit, seperti natrium, kalium, klorida, dan magnesium. Padahal, elektrolit berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, keseimbangan cairan, hingga irama jantung agar tetap normal.

Ketika kadar elektrolit menurun, otot tidak dapat bekerja secara optimal sehingga muncul keluhan seperti badan lemas, kram otot, hingga mudah kelelahan. Kekurangan kalium, misalnya, dapat membuat tubuh terasa sangat lemah dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat.

3. Penyerapan nutrisi menjadi kurang optimal

Saat mengalami diare, makanan bergerak terlalu cepat melewati saluran pencernaan. Akibatnya, usus tidak memiliki cukup waktu untuk menyerap berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat sebagai sumber energi, protein, vitamin, dan mineral.

Mengingat asupan energi yang diserap tubuh berkurang, tubuh pun menjadi lebih mudah lelah dan terasa lemas. Kondisi ini biasanya semakin terasa apabila diare berlangsung selama beberapa hari atau sering kambuh sehingga tubuh terus kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi.

4. Tubuh menggunakan lebih banyak energi

ilustrasi BAB, sembelit, konstipasi, sakit perut, toilet (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Jika diare disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, sistem imun akan bekerja lebih keras untuk melawan kuman penyebab penyakit. Proses ini membutuhkan energi yang cukup besar agar tubuh dapat mempercepat proses pemulihan.

Saat sistem kekebalan tubuh aktif bekerja, tubuh juga melepaskan zat-zat yang memicu respons peradangan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa pegal, mudah lelah, dan badan terasa berat, mirip seperti saat sedang flu. Inilah sebabnya banyak orang merasa lemas meski hanya mengalami diare tanpa gejala lain yang berat.

5. Nafsu makan berkurang

Diare sering kali disertai keluhan lain, seperti mual, sakit perut, atau perut mulas yang membuat penderitanya enggan makan. Sebagian orang juga sengaja mengurangi makan karena khawatir diare akan semakin parah setelah mengonsumsi makanan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan kalori dan nutrisi untuk menghasilkan energi selama masa pemulihan. Jika asupan makanan terlalu sedikit, kadar gula darah dapat menurun sehingga tubuh menjadi lebih lemas, mudah pusing, dan tidak bertenaga.

6. Efek samping obat tertentu

Pada beberapa kasus, badan lemas saat diare juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan yang dikonsumsi. Misalnya, penggunaan antibiotik tertentu dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, sementara penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat memperparah kehilangan cairan dan elektrolit.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang memicu rasa lemas. Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu atau justru semakin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah beberapa penyebab kenapa badan lemas saat diare yang perlu kamu pahami. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah penanganan yang lebih tepat. Semoga ulasan ini bermanfaat, ya.

Referensi

"Why Does Diarrhea Make Me Feel Weak?". Ubie Health. Diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article