Kurang tidur akibat begadang, misalnya karena nonton pertandingan pada dini hari, dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Kurang tidur cenderung meningkatkan hormon pemicu rasa lapar sekaligus menurunkan hormon yang memberi sinyal kenyang. Kombinasi ini membuat kamu merasa lebih lapar, terutama terhadap makanan tinggi lemak dan karbohidrat.
Menikmati pertandingan tidak harus selalu diikuti makan berlebihan. Berikut ini tips yang bisa membantu:
Siapkan camilan yang lebih sehat seperti buah, popcorn tanpa banyak mentega atau kacang tanpa garam berlebih.
Ambil makanan dalam satu porsi, bukan langsung dari kemasan besar.
Minum air putih secara rutin selama pertandingan.
Batasi minuman manis atau minuman beralkohol.
Makan lebih banyak saat menonton pertandingan sepak bola merupakan hasil kombinasi antara emosi yang dirasakan, pengaruh lingkungan sosial, dan perubahan biologis hingga kurang tidur. Karena sebagian besar terjadi tanpa disadari, memahaminya dapat membantu kamu menikmati pertandingan tanpa makan berlebihan.
Referensi
Chang, Yonghwan. “Effects of Game Situation-Dependent Emotions on Sport Spectators’ Food Craving.” Frontiers in Psychology 12 (November 18, 2021): 724220.
The gut science of sports: Fandom triggers "’emotional eating’ and sometimes peer pressure to eat the thing you really shouldn’t". Fortune. Diakses Juli 2026.
Cornil, Yann, and Pierre Chandon. “From Fan to Fat? Vicarious Losing Increases Unhealthy Eating, but Self-Affirmation Is an Effective Remedy.” Psychological Science 24, no. 10 (August 7, 2013): 1936–46.
Woolsey, Conrad L., Joe Mannion, Ronald D. Williams, W. Steffen, Mara S. Aruguete, M. W. Evans, Brandon D. Spradley, et al. “Understanding Emotional and Binge Eating: From Sports Training to Tailgating.” The Sport Journal 16 (January 1, 2013).