"Hal ini menunjukkan spektrum yang beragam dalam prevalensi kebutaan di berbagai wilayah di Indonesia," ujar dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, Dr. Low Jin Rong.
Katarak dan Glaukoma Penyebab Kebutaan di Indonesia, Ketahui Bedanya

Berdasarkan berbagai penelitian, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Namun, untuk kasus kebutaan yang tidak dapat disembuhkan, glaukoma menjadi penyebab utamanya. Penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia diperkirakan hampir 200.000 orang memiliki glaukoma.
Tingkat kebutaan tertinggi di Indonesia, 4,4 persen ada di Jawa Timur, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dan Sumatra Selatan. Sebagai perbandingan, Jakarta merupakan salah satu yang terendah dengan angka 1,63 persen.
Angka kejadian kebutaan di Indonesia, terutama pasien populasi di atas 50 tahun mencapai 3 persen. Penting untuk mendeteksi dini masalah ini supaya penglihatan dapat terlindungi.
Table of Content
Glaukoma tidak bisa disembuhkan
Glaukoma merupakan kondisi yang dapat berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Penyakit ini secara bertahap merusak saraf optik dan umumnya mulai memengaruhi penglihatan samping.
Karena penglihatan sentral masih dapat tetap terlihat cukup jelas, pasien mungkin tidak segera menyadari bahwa sebagian lapangan pandangnya telah hilang.
Penglihatan yang telah hilang akibat glaukoma tidak bisa dikembalikan. Namun, diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit serta mempertahankan penglihatan yang masih tersisa.
“Tekanan bola mata merupakan faktor penting tetapi hanya salah satu bagian dari pemeriksaan. Dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi saraf optik, lapang pandang, perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, riwayat keluarga, serta profil kesehatan pasien secara keseluruhan,” kata dr. Low.
Pembedahan katarak hanya 15 menit

Katarak tidak menyebabkan kebutaan permanen. Satu-satunya pengobatan yang sudah diakui adalah melalui pembedahan yang dilakukan secara minimal invasif.
“Dengan sayatan kecil kita akan buka lapisan mata, dan dari sayatan tersebut kita akan mengorek dan menghisap seluruh lensa-lensa yang sudah padat. Jika sudah diambil semua, kita akan ganti dengan lensa buatan untuk bisa mengembalikan penglihatan. Total waktu pembedahan hanya 15 menit,” dr. Low mengatakan.
Lensanya juga bisa dimodifikasi, bisa dilihat lebih jauh, lihat dari jarak dekat dan juga lensa untuk melihat sangat dekat, misal digunakan untuk membaca.
Dokter Low berpesan, katarak jangan ditunggu sampai buram agar pembedahannya bisa dilakukan secara lebih aman. Hal ini juga akan berpengaruh ke pola hidup, supaya tidak terlalu banyak berubah karena telah mendapatkan penanganan yang lebih cepat.
Pengobatan glaukoma lebih bervariasi
Pengobatan glaukoma sendiri tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan. Caranya bisa dengan pengobatan, laser hingga pembedahan. Penting diketahui bahwa ini adalah kondisi kronis. Biasanya pasien dengan risiko glaukoma yang lebih tinggi sebaiknya menjalani pemeriksaan rutin.
“Jadi untuk obat-obatannya di Singapura sudah tersedia cukup banyak dan kami juga memiliki obat-obatan tertentu. Dan kebanyakan memiliki kombinasi. Satu tetes mata, itu berbagai obat bisa di dalamnya. Kedua, itu biasanya tidak memiliki pengawet sehingga itu lebih enak atau lebih nyaman saat diteteskan ke mata,” imbuh dr. Low.
Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa mereka menggunakan laser dengan berbagai metode karena penyakit ini merupakan kondisi yang sangat kompleks dengan banyak faktor.
Antara katarak dengan glaukoma mungkin sulit dibedakan oleh awam. Katarak ada di bagian lensa dan keluhannya adalah mata buram. Sementara itu, glaukoma terjadi di bagian saraf, yang mana penglihatan sudah tidak bisa kembali lagi, tidak bergejala sampai masalahnya sudah cukup berat.




![[QUIZ] Dari Bentuk Feses, Ini Kondisi Kesehatan Kamu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)
![[QUIZ] Dari Masalah Tidurmu, Ini Tipe Insomnia yang Mungkin Kamu Alami](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)














![[QUIZ] Apa Trauma Batin yang Diam-Diam Kamu Simpan? Cari Tahu di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260119/1000238238_de41ac8b-06a3-4b60-a767-12fdbfce907f.jpg)
