Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Campak Masih Bisa Menular meski Ada Vaksin? Ini Penyebabnya

Kenapa Campak Masih Bisa Menular meski Ada Vaksin? Ini Penyebabnya
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Campak masih menular meski ada vaksin karena cakupan imunisasi belum merata, membuat kekebalan kelompok sulit terbentuk dan virus tetap mudah menyebar di masyarakat.
  • Kekebalan tubuh sebagian orang belum optimal setelah vaksinasi, dipengaruhi kondisi kesehatan, usia, atau jadwal imunisasi yang tidak lengkap sehingga risiko tertular tetap ada.
  • Virus campak sangat mudah menular melalui udara dan mobilitas tinggi masyarakat mempercepat penyebaran, apalagi jika masih ada keraguan terhadap vaksin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Meski vaksin sudah tersedia sejak lama, penyakit campak masih saja ditemukan di berbagai daerah. Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan, kenapa campak masih bisa menular meski vaksin sudah ada. Padahal, vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Faktanya, ada beberapa faktor yang membuat virus campak tetap bisa menyebar di masyarakat walau sudah ada vaksin. Mulai dari cakupan imunisasi yang belum merata hingga kekebalan tubuh yang belum terbentuk secara optimal. Lalu, apa saja sebenarnya penyebab campak masih bisa menular meski sudah ada vaksin? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Cakupan vaksinasi belum merata

ilustrasi melakukan vaksin
ilustrasi melakukan vaksin (freepik.com/tirachardz)

Salah satu alasan utama campak masih bisa menular adalah cakupan vaksinasi yang belum merata di berbagai wilayah. Meskipun program imunisasi sudah tersedia, masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkan vaksin campak secara lengkap. Hal ini bisa disebabkan oleh keterbatasan akses layanan kesehatan, kurangnya informasi, atau kekhawatiran terhadap vaksin.

Ketika cakupan vaksinasi masih rendah, virus campak memiliki kesempatan lebih luas untuk menyebar di suatu wilayah. Hal ini membuat kekebalan kelompok atau herd immunity sulit terbentuk secara optimal. Akibatnya, penularan campak masih bisa terjadi dan menyebabkan peningkatan kasus di masyarakat.

2. Kekebalan tubuh belum terbentuk secara maksimal

ilustrasi kekebalan tubuh yang sedang menurun
ilustrasi kekebalan tubuh yang sedang menurun (freepik.com/jcomp)

Vaksin bekerja dengan merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap virus tertentu, termasuk virus campak. Namun, pada beberapa orang, kekebalan yang terbentuk setelah vaksinasi mungkin tidak selalu optimal. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, usia, maupun respons sistem imun setiap individu.

Misalnya, anak yang belum mendapatkan vaksin campak secara lengkap cenderung belum memiliki perlindungan yang maksimal. Dalam kondisi seperti ini, risiko tertular tetap ada ketika anak terpapar virus. Karena itu, penting memastikan imunisasi dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan agar perlindungan terhadap campak menjadi lebih optimal.

3. Virus campak sangat mudah menular

ilustrasi virus campak
ilustrasi virus campak (freepik.com/freepik)

Campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Virusnya dapat berpindah melalui percikan air liur yang keluar ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tidak hanya itu, virus campak juga dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda dalam waktu tertentu.

Hal ini membuat penularan dapat terjadi dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang padat. Seseorang yang belum memiliki kekebalan terhadap virus campak memiliki risiko besar untuk tertular jika berada di dekat penderita. Karena sifat penularannya yang tinggi, satu kasus campak saja bisa memicu penyebaran yang lebih luas.

4. Masih adanya keraguan terhadap vaksin

ilustrasi vaksin campak
ilustrasi vaksin campak (freepik.com/freepik)

Faktor lain yang membuat campak masih bisa menular adalah adanya keraguan terhadap vaksin di sebagian masyarakat. Beberapa orang masih terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat mengenai keamanan dan manfaat vaksin. Akibatnya, ada orang tua yang menunda atau bahkan tidak memberikan vaksin campak kepada anaknya.

Padahal, vaksin telah melalui berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaannya aman dan efektif dalam mencegah penyakit. Jika semakin banyak orang tidak mendapatkan vaksinasi, perlindungan bersama di masyarakat akan semakin berkurang. Kondisi ini memberi ruang bagi virus campak untuk terus menyebar.

5. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi

ilustrasi mobilitas masyarakat
ilustrasi mobilitas masyarakat (pexels.com/Kaique Rocha)

Di era modern, mobilitas masyarakat yang tinggi juga berperan dalam penyebaran penyakit menular, termasuk campak. Perjalanan antar kota maupun antar negara membuat virus dapat berpindah dengan lebih cepat. Seseorang yang terinfeksi campak bisa saja membawa virus ke daerah yang sebelumnya bebas dari kasus tersebut.

Bila di suatu wilayah masih banyak orang yang belum mendapatkan vaksin, virus campak bisa menyebar dengan lebih cepat. Situasi ini sering memicu munculnya kembali kasus campak di sejumlah daerah. Karena itu, vaksinasi dan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci penting untuk menekan penyebaran penyakit ini.

Campak memang dapat dicegah dengan vaksin, tetapi upaya pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan secara menyeluruh oleh masyarakat. Cakupan imunisasi yang tinggi serta kesadaran untuk melindungi diri dan orang sekitar menjadi kunci penting dalam memutus rantai penularan. Karena itu, pastikan vaksinasi dilakukan sesuai jadwal agar risiko penyebaran campak bisa ditekan semaksimal mungkin.

Referensi

“Measles.” World Health Organization. Diakses Maret 2026.

“Measles Vaccination Coverage and Anti-Measles Herd Immunity Levels in the World and WHO Regions Worsened from 2019 to 2023.” Jurnal: Vaccines. Diakses Maret 2026.

“Meta-Analysis and Systematic Review: Risk Factors of Measles Incidence in Indonesia (2012–2021).” Jurnal Kesehatan Masyarakat. Diakses Maret 2026.

“Komunikasi, Informasi dan Edukasi Mengenai Imunisasi Lanjutan Measles Rubella di Puskesmas Karang Panjang Ambon.” J‑ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More