Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Radang Otak?

Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Radang Otak?
ilustrasi virus campak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#5622)
Intinya Sih
  • Campak dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) karena virusnya mampu menyerang sistem saraf pusat.

  • Komplikasi ini dapat muncul selama infeksi akut atau beberapa tahun setelahnya.

  • Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah komplikasi neurologis akibat campak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak cuma demam dan ruam, campak juga berpotens menimbulkan komplikasi serius pada berbagai organ tubuh, termasuk otak. Dalam beberapa kasus, infeksi campak dapat berkembang menjadi ensefalitis, yaitu peradangan pada jaringan otak yang dapat mengancam nyawa.

Komplikasi neurologis akibat campak memang jarang terjadi, tetapi jika terjadi dampaknya bisa sangat serius. Ensefalitis dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, kejang, hingga kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Hal ini terjadi karena virus campak tidak hanya menyerang sistem pernapasan dan kulit. Virus tersebut juga dapat menyebar melalui aliran darah dan mencapai sistem saraf pusat. Proses inilah yang menjelaskan bagaimana infeksi yang awalnya tampak ringan dapat berubah menjadi kondisi medis yang berbahaya.

Untuk memahami hal tersebut, penting mengetahui bagaimana virus campak bekerja di dalam tubuh dan mengapa sampai bisa memicu peradangan di otak.

Table of Content

1. Bagaimana virus campak menginfeksi tubuh?

1. Bagaimana virus campak menginfeksi tubuh?

Campak disebabkan oleh measles virus, anggota keluarga Paramyxoviridae. Virus ini sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Setelah masuk ke tubuh, virus pertama kali menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar melalui sistem limfatik serta aliran darah. Menurut penelitian, virus campak memiliki kemampuan untuk menginfeksi berbagai jenis sel imun, sehingga penyebarannya ke seluruh tubuh menjadi sangat efisien.²

Ketika virus beredar dalam darah, ia dapat mencapai berbagai organ, termasuk jaringan otak.

2. Bagaimana campak menyebabkan radang otak?

Ilustrasi ensefalitis atau radang otak akibat virus.
ilustrasi ensefalitis atau radang otak akibat virus (commons.wikimedia.org/Viralzone)

Radang otak akibat campak terjadi ketika virus atau respons imun tubuh memengaruhi jaringan otak.

Ada beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan ensefalitis pada pasien campak:

  • Infeksi langsung pada jaringan otak: Virus campak dapat menembus sistem saraf pusat dan menginfeksi sel saraf secara langsung.
  • Respons imun berlebihan: Sistem imun yang mencoba melawan virus dapat memicu peradangan yang merusak jaringan otak.
  • Infeksi persisten dalam jangka panjang: Dalam beberapa kasus langka, virus dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum menimbulkan gangguan neurologis.

Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan menimbulkan gejala neurologis.

3. Jenis radang otak akibat campak

Tidak semua kasus ensefalitis akibat campak terjadi dengan cara yang sama. Para peneliti mengidentifikasi beberapa bentuk komplikasi neurologis yang berbeda.

1. Ensefalitis campak akut

Ini adalah jenis yang paling sering terjadi dan biasanya muncul beberapa hari setelah ruam campak muncul.

Gejalanya dapat meliputi:

  • Kejang.
  • Kebingungan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Gangguan neurologis lainnya.

Diperkirakan sekitar 1 dari 1.000 kasus campak dapat berkembang menjadi ensefalitis akut.

2. Ensefalitis pasca infeksi

Jenis ini biasanya muncul beberapa minggu setelah infeksi campak sembuh.

Kondisi ini terjadi karena sistem imun menyerang jaringan otak setelah infeksi, bukan karena virus yang aktif secara langsung.

3. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE)

Ini merupakan komplikasi neurologis yang sangat jarang tetapi paling fatal.

SSPE terjadi ketika virus campak tetap berada di otak dalam bentuk yang bermutasi dan perlahan merusak jaringan saraf selama bertahun-tahun. Menurut penelitian, kondisi ini dapat muncul 6–10 tahun setelah infeksi campak awal.

Gejalanya meliputi:

  • Perubahan perilaku.
  • Penurunan fungsi kognitif.
  • Kejang.
  • Gangguan gerakan.

Pada tahap lanjut, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal.

4. Mengapa vaksinasi sangat penting?

Ilustrasi vaksin.
ilustrasi vaksin (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Komplikasi neurologis akibat campak sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi campak dan komplikasinya.

Program vaksinasi campak secara global telah menyelamatkan jutaan nyawa dan secara signifikan menurunkan angka komplikasi neurologis akibat penyakit ini.

Selain melindungi individu, vaksinasi juga membantu menciptakan herd immunity, yaitu perlindungan komunitas yang mencegah penyebaran virus secara luas.

Virus campak dapat menyebar ke berbagai organ tubuh dan dalam kasus tertentu memicu radang otak yang serius. Komplikasi ini dapat terjadi karena virus menyerang sistem saraf pusat atau karena respons imun tubuh yang berlebihan.

Memahami risiko ini penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya campak. Pencegahan melalui vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi individu maupun masyarakat dari komplikasi berat yang dapat mengancam nyawa.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Diane E. Griffin, Wen-Hsuan Lin, and Chien-Hsiung Pan, “Measles Virus, Immune Control, and Persistence,” FEMS Microbiology Reviews 36, no. 3 (February 8, 2012): 649–62, https://doi.org/10.1111/j.1574-6976.2012.00330.x.

Gonench Kilich, Ludmila Perelygina, and Kathleen E. Sullivan, “Rubella Virus Chronic Inflammatory Disease and Other Unusual Viral Phenotypes in Inborn Errors of Immunity,” Immunological Reviews 322, no. 1 (November 27, 2023): 113–37, https://doi.org/10.1111/imr.13290.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.

Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Guillermo B. Morales and Miguel A. Muñoz, “Immune Amnesia Induced by Measles and Its Effects on Concurrent Epidemics,” Journal of the Royal Society Interface 18, no. 179 (June 1, 2021): 20210153, https://doi.org/10.1098/rsif.2021.0153.

Michael J. Mina et al., “Long-term Measles-induced Immunomodulation Increases Overall Childhood Infectious Disease Mortality,” Science 348, no. 6235 (May 7, 2015): 694–99, https://doi.org/10.1126/science.aaa3662.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More