Sebagian besar efek samping vaksin meningitis bersifat ringan, sementara, dan mirip dengan vaksin rutin lainnya. Reaksi ini biasanya muncul tidak lama setelah penyuntikan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek samping yang paling umum biasanya muncul di bagian tubuh tempat suntikan diberikan, antara lain:
Selain di area suntikan, beberapa orang juga bisa merasakan gejala umum pada tubuh, seperti:
Sakit kepala
Mudah lelah
Badan terasa tidak enak
Nyeri sendi
Diare
Nafsu makan menurun
Beberapa orang, terutama remaja, juga bisa merasa pusing atau bahkan pingsan setelah disuntik. Karena itu, biasanya disarankan untuk duduk atau berbaring selama sekitar 15 menit setelah vaksinasi agar lebih aman.
Dalam kasus yang sangat jarang, vaksin dapat memicu reaksi alergi berat yang perlu diwaspadai. Berikut gejalanya:
Itulah alasan kenapa jamaah haji perlu vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci. Langkah ini tak cuma formalitas, tapi bentuk perlindungan diri dari risiko infeksi serius di tengah jutaan jamaah. Dengan vaksinasi, ibadah bisa dijalani dengan lebih aman dan tenang. Semoga informasi ini bisa membantu, ya.
Kenapa jamaah haji wajib vaksin meningitis? | Karena risiko penularan meningitis sangat tinggi saat jutaan orang berkumpul dari berbagai negara dalam satu tempat. |
Apa yang terjadi jika tidak vaksin meningitis sebelum haji? | Jamaah bisa berisiko tertular infeksi serius dan bahkan tidak memenuhi syarat keberangkatan. |
Bagaimana cara penularan meningitis saat haji? | Melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau kontak dekat di kerumunan padat. |
Referensi
"Planning for Hajj". Travel Medicine & Vaccination Centre. Diakses April 2026.
"Men-C-ACYW-135 Protection: Side Effects & Safety". Praxus Health. Diakses April 2026.