Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kaki Bisa Bengkak saat Mudik?

Kenapa Kaki Bisa Bengkak saat Mudik?
Sebanyak 1.200 pemudik diberangkatkan melalui program Mudik Bersama BUMN dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (14/3/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)
Intinya Sih
  • Kaki bengkak saat mudik panjang terjadi karena duduk terlalu lama yang menghambat aliran darah dan menyebabkan penumpukan cairan di bagian bawah tubuh.
  • Faktor seperti tekanan udara rendah di pesawat, suhu panas di kendaraan, serta konsumsi garam tinggi dapat memperparah pembengkakan kaki selama perjalanan jauh.
  • Langkah pencegahan meliputi bergerak tiap 1–2 jam, meregangkan kaki, cukup minum air, mengurangi garam, dan memakai kaus kaki kompresi agar sirkulasi tetap lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perjalanan mudik yang memakan waktu lama, baik perjalanan darat, laut maupun udara, sering membuat kaki terasa berat dan tampak bengkak. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan dalam banyak kasus tidak berbahaya. Penyebab utamanya adalah edema dependen, yaitu penumpukan cairan di bagian tubuh yang berada paling rendah akibat pengaruh gravitasi saat duduk terlalu lama.

Ketika kamu duduk dalam waktu lama tanpa banyak bergerak, aliran darah dari kaki yang kembali ke jantung menjadi kurang optimal. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di jaringan kaki dan pergelangan kaki sehingga menimbulkan pembengkakan.

Sirkulasi darah terhambat

Saat kamu berjalan atau menggerakkan kaki, otot betis berfungsi seperti pompa yang membantu mendorong darah kembali ke jantung. Namun, ketika duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam, seperti saat perjalanan mudik jauh, pompa otot ini menjadi kurang aktif.

Akibatnya, darah dan cairan tubuh lebih mudah berkumpul di bagian bawah tubuh karena pengaruh gravitasi. Kondisi inilah yang menyebabkan kaki atau pergelangan kaki tampak membengkak setelah perjalanan panjang.

Studi juga menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki bagian bawah serta perubahan pada sistem peredaran darah.

Faktor lingkungan

Ilustrasi mudik naik pesawat.
ilustrasi mudik naik pesawat (pexels.com/Kelly)

Pada perjalanan udara, beberapa faktor tambahan dapat memperparah pembengkakan kaki.

Kabin pesawat memiliki tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan di permukaan bumi serta kelembapan yang sangat rendah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi dan retensi cairan, sehingga tubuh lebih mudah mengalami pembengkakan di area kaki dan pergelangan kaki.

Bahkan, penelitian menunjukkan, hampir semua penumpang penerbangan jarak jauh lebih dari 7 jam mengalami pembengkakan kaki dalam derajat tertentu.

Perjalanan darat yang lama juga bisa menyebabkan efek serupa. Duduk lama di mobil sering membuat ruang gerak kaki terbatas, terutama jika perjalanan dilakukan tanpa jeda istirahat.

Selain itu, suhu panas di dalam kendaraan atau konsumsi makanan tinggi garam selama perjalanan juga dapat meningkatkan retensi cairan di tubuh. Kombinasi faktor ini membuat kaki lebih mudah bengkak setelah perjalanan jauh.

Tips mengatasi kaki bengkak

Beberapa kondisi tertentu dapat membuat kamu lebih rentan mengalami pembengkakan kaki saat perjalanan panjang, antara lain:

  • Varises.
  • Obesitas.
  • Dehidrasi.
  • Konsumsi makanan tinggi garam.
  • Kurang bergerak selama perjalanan.

Pada kondisi yang jarang tetapi lebih serius, mobilitas lama juga dapat meningkatkan risiko deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, yaitu pembekuan darah di pembuluh vena dalam. Gejalanya biasanya berupa bengkak pada satu kaki saja, disertai nyeri, kemerahan atau rasa hangat di area tersebut.

Kabar baiknya, pembengkakan kaki akibat perjalanan panjang biasanya bisa dicegah. Beberapa cara yang direkomendasikan antara lain:

  • Berhenti dan berjalan kaki setiap 1–2 jam saat perjalanan darat.
  • Menggerakkan pergelangan kaki atau meregangkan kaki secara berkala.
  • Minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam.
  • Menggunakan kaus kaki kompresi saat perjalanan panjang.

Penelitian menunjukkan, interupsi duduk dengan gerakan ringan dapat membantu mengurangi pembengkakan kaki secara signifikan selama perjalanan panjang.

Kaki bengkak saat mudik jauh umumnya terjadi karena duduk terlalu lama yang membuat sirkulasi darah melambat dan cairan menumpuk di kaki. Walaupun biasanya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini bisa terasa tidak nyaman. Dengan sering bergerak, menjaga hidrasi, dan memberi jeda istirahat selama perjalanan, risiko pembengkakan kaki dapat dikurangi secara signifikan.

Referensi

"Feet Swell After Long Car Ride: Causes, Prevention Tips, and Solutions for Travel. Travel Pander. Diakses Maret 2026.

"Swollen ankles from flying: Causes and when to see a doctor". Medical News Today. Diakses Maret 2026.

"Why Do Feet Swell When Traveling and How to Prevent It?". Science Insights. Diakses Maret 2026.

Kotaro Suehiro et al., “A Study of Leg Edema in Immobile Patients,” Circulation Journal 78, no. 7 (January 1, 2014): 1733–39, https://doi.org/10.1253/circj.cj-13-1599.

Shilpa Dogra et al., “Disrupting Prolonged Sitting Reduces IL-8 and Lower Leg Swell in Active Young Adults,” BMC Sports Science Medicine and Rehabilitation 11, no. 1 (October 17, 2019): 23, https://doi.org/10.1186/s13102-019-0138-4.

"6 Tips to Reduce Swelling in Your Legs After Long Flights". Laser Vascular Center. Diakses Maret 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More
Apakah Bisul Bisa Menular?

Apakah Bisul Bisa Menular?

15 Mar 2026, 10:03 WIBHealth