Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Agar Kaki Tidak Lecet saat Haji, Ini Strateginya

Agar Kaki Tidak Lecet saat Haji, Ini Strateginya
Rombongan jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (27/04/2026)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Perjalanan haji menuntut aktivitas fisik tinggi yang dapat menyebabkan kaki lecet, sehingga perawatan dan pencegahan menjadi penting agar ibadah tetap lancar.
  • Pemilihan alas kaki yang sesuai, kaus kaki penyerap keringat, serta penggunaan pelindung kulit efektif mencegah gesekan dan luka pada kaki.
  • Menjaga kebersihan, mengontrol kelembapan, menggunakan pelembap secukupnya, serta memperhatikan teknik berjalan membantu menjaga kesehatan kaki selama haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perjalanan haji menuntut tubuh untuk bergerak lebih banyak dari biasanya. Berjalan jauh, berdiri lama, dan berdesakan dalam cuaca ekstrem. Di tengah semua itu, kaki adalah yang sering menjadi andalan tanpa disadari.

Ketika kaki mulai bermasalah, seperti terjadi lecet atau luka, dampaknya tidak hanya rasa sakit, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas rangkaian ibadah.

Lecet di kaki bukan cuma gesekan ringan. Dalam kondisi panas dan lembap, luka kecil bisa berkembang menjadi infeksi jika tidak dicegah sejak awal. Kabar baiknya, sebagian besar kasus lecet sebenarnya bisa dihindari dengan persiapan dan kebiasaan sederhana, asal dilakukan dengan tepat.

Share ke anggota keluarga, kerabat, atau teman yang akan beribadah haji, ikuti tips ini agar kaki tidak lecet selama haji.

Table of Content

1. Pilih alas kaki yang tepat dan sudah “teruji”

1. Pilih alas kaki yang tepat dan sudah “teruji”

Sepatu atau sandal yang nyaman bukan hanya soal ukuran, tetapi juga soal bagaimana ia beradaptasi dengan bentuk kaki. Alas kaki yang terlalu sempit meningkatkan tekanan dan gesekan, sementara yang terlalu longgar membuat kaki bergeser berulang kali. Dua-duanya bisa menyebabkan kaki lecet.

Lecet (lepuh atau blister) terjadi akibat gesekan berulang yang memisahkan lapisan kulit dan menyebabkan penumpukan cairan. Sepatu yang tidak sesuai mempercepat proses ini, terutama saat berjalan jarak jauh.

Para ahli menekankan pentingnya break-in period, yaitu memakai sepatu baru secara bertahap sebelum digunakan dalam aktivitas intens. Artinya, sepatu untuk haji sebaiknya sudah digunakan beberapa minggu sebelumnya agar kaki dan alas kaki saling menyesuaikan.

2. Wajib pakai kaus kaki yang menyerap keringat

Beberapa pasang kaus kaki berwarna ungu, biru, dan krem dengan label putih diletakkan di meja dekat tangan yang membuka kotak kardus.
ilustrasi kaus kaki yang menyerap keringat, rekomendasi untuk jemaah haji (pexels.com/Ron Lach)

Kelembapan adalah faktor besar dalam pembentukan lecet. Kaus kaki berbahan katun murni sering menyerap keringat, tetapi justru menahan kelembapan lebih lama. Di sisi lain, bahan sintetis seperti poliester atau wool blend lebih efektif dalam mengalirkan keringat keluar dari kulit.

Menjaga kaki tetap kering adalah strategi penting dalam mencegah iritasi dan lecet saat aktivitas fisik. Studi menyebut, lingkungan lembap meningkatkan risiko lecet secara signifikan karena kulit menjadi lebih lunak dan rentan terhadap gesekan. Kaus kaki yang tepat membantu mengurangi risiko ini dengan menjaga permukaan kulit tetap relatif kering.

3. Gunakan pelindung kulit (plester atau blister pad)

Area tertentu seperti tumit, jari kaki, dan sisi kaki adalah titik rawan lecet. Menggunakan plester khusus atau blister pad sebelum masalah muncul bisa menjadi langkah preventif yang efektif.

Melindungi kulit dari gesekan langsung adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah luka kulit. Penggunaan pelindung kulit dapat mengurangi tekanan dan gesekan, sehingga mencegah pembentukan lepuh sejak awal.

Dalam konteks ibadah haji, ini sangat penting mengingat akses untuk perawatan luka bisa terbatas.

4. Jaga kaki tetap kering dan bersih

Seseorang menyemprotkan cairan pembersih atau antiseptik pada kaki untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kaki.
ilustrasi menjaga kebersihan kaki, penting buat jemaah haji (pexels.com/Jonathan Nenemann)

Keringat yang menumpuk tidak hanya meningkatkan gesekan, tetapi juga menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur. Ini bisa memperparah kondisi lecet menjadi infeksi.

World Health Organization menekankan pentingnya kebersihan kaki dalam mencegah infeksi kulit, terutama di lingkungan panas dan padat.⁷

Mengganti kaus kaki secara rutin, mengeringkan kaki setelah wudhu atau mandi, serta menggunakan foot powder dapat membantu menjaga kelembapan tetap terkendali. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjaga integritas kulit.

5. Gunakan pelembap atau pelumas kulit

Kulit yang terlalu kering lebih mudah pecah, sementara kulit yang terlalu lembap lebih mudah lecet. Keseimbangan menjadi kunci.

Beberapa pelari menggunakan petroleum jelly atau anti-chafing balm untuk mengurangi gesekan. Pelumasan kulit dapat mengurangi friksi selama aktivitas berulang.

Untuk jemaah haji, penggunaan tipis pelumas pada area rawan dapat membantu mengurangi gesekan tanpa membuat kulit terlalu lembap.

6. Perhatikan teknik berjalan dan beban

Jemaah haji berpakaian ihram berjalan melakukan sa'i antara Bukit Safa dan Marwah di Makkah dalam suasana ramai di area tertutup.
Jemaah haji melakukan sai dari Bukit Safa ke Marwah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Cara berjalan juga memengaruhi distribusi tekanan pada kaki. Langkah yang terlalu berat atau tidak stabil meningkatkan gesekan di titik tertentu.

Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa distribusi tekanan yang tidak merata meningkatkan risiko cedera kaki, termasuk lecet. Membawa beban berlebih juga memperparah kondisi ini.

Mengatur ritme langkah dan memastikan beban tidak berlebihan membantu mengurangi tekanan berulang pada area tertentu.

Kaki lecet sering disepelekan, tetapi dalam konteks haji dampaknya bisa besar. Nyeri, infeksi, dan keterbatasan mobilitas dapat mengganggu ibadah yang seharusnya berjalan lancar. Dengan persiapan yang tepat, mulai dari memilih alas kaki hingga menjaga kebersihan kaki, risiko lecet dapat diminimalkan.

Referensi

American Academy of Dermatology Association. “Blisters: Causes and Prevention.” Diakses April 2026.

Christian J Barton, Daniel Bonanno, and Hylton B Menz, “Development and Evaluation of a Tool for the Assessment of Footwear Characteristics,” Journal of Foot and Ankle Research 2, no. 1 (January 1, 2009): 10, https://doi.org/10.1186/1757-1146-2-10.

American College of Sports Medicine. “Selecting Proper Athletic Footwear.” Diakses April 2026.

Joseph J. Knapik, Katy Reynolds, and John Barson, “Risk Factors for Foot Blisters During Road Marching: Tobacco Use, Ethnicity, Foot Type, Previous Illness, and Other Factors,” Military Medicine 164, no. 2 (February 1, 1999): 92–97, https://doi.org/10.1093/milmed/164.2.92.

Centers for Disease Control and Prevention. “Skin Care and Hygiene.” Diakses April 2026.

Karen Ousey and Leanne Cook, “Understanding the Importance of Holistic Wound Assessment,” Practice Nursing 22, no. 6 (June 1, 2011): 308–14, https://doi.org/10.12968/pnur.2011.22.6.308.

World Health Organization. “Personal Hygiene in Mass Gatherings.” https://www.who.int

Robert M. Worthing, Raechel L. Percy, and Jeremy D. Joslin, “Prevention of Friction Blisters in Outdoor Pursuits: A Systematic Review,” Wilderness and Environmental Medicine 28, no. 2 (June 1, 2017): 139–49, https://doi.org/10.1016/j.wem.2017.03.007.

Nigg, B. M. “Biomechanics of Running Shoes.” Sports Medicine 7 (1989): 1–15.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More