Suasana stadion atau nobar biasanya sangat bising sehingga seseorang cenderung berbicara atau berteriak lebih keras agar terdengar.
Selain itu, emosi yang memuncak saat tim favorit mencetak gol atau kalah juga membuat para pendukung tidak sadar menggunakan suaranya secara berlebihan.
Kombinasi lingkungan yang berisik, stres emosional, dan penggunaan suara yang intens menjadi faktor yang meningkatkan risiko cedera pita suara.
Jika suara hilang setelah berteriak saat nonton bola, langkah paling penting adalah mengistirahatkan suara. Hindari berbicara terlalu banyak, berteriak lagi atau bahkan berbisik karena dapat memberi beban pada pita suara.
Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan pita suara dan hindari rokok maupun alkohol yang dapat memperparah iritasi.
Apabila suara tidak kembali dalam beberapa hari, muncul nyeri hebat, atau hilang secara tiba-tiba setelah berteriak keras, sebaiknya segera temui dokter spesialis THT. Pada kasus perdarahan pita suara, penanganan yang cepat penting untuk mencegah kerusakan permanen.
Pada kasus tertentu, pasien bahkan perlu istirahat suara total selama beberapa minggu dan bila cedera berat dapat memerlukan tindakan operasi.
Referensi
"How cheering on your favorite team could cause you harm". ABC11. Diakses Juni 2026.
"Laryngitis". Voice Foundation. Diakses Juni 2026.
Murry, Thomas, and Clark A. Rosen. “Phonotrauma Associated with Crying.” Journal of Voice 14, no. 4 (December 1, 2000): 575–80.